UGMUGM

Majalah Obat TradisionalMajalah Obat Tradisional

Jahe merah dan angkak sering dikombinasikan dalam masakan Cina untuk menjaga kesehatan. Kedua bahan ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang kuat masing-masing, tetapi kombinasi jahe merah dan angkak belum pernah diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek jumlah jahe merah pada persentase hasil dan aktivitas antioksidan dalam kombinasi jahe merah dan angkak. Ekstrak jahe merah dan angkak dikombinasikan, masing-masing bahan diekstrak secara terpisah. Jumlah jahe merah bervariasi, yaitu 10, 20, 30, dan 40 gram. Sebagai perbandingan, jumlah angkak tetap 55 gram. Kedua bahan diekstrak dengan panas kinetik pada suhu 600C dan kecepatan pengadukan 800 rpm selama 120 menit. Persentase hasil ekstrak kental yang diperoleh dihitung, dan aktivitas antioksidannya dianalisis menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Selain itu, juga dilakukan uji profil kromatogram jahe merah dan angkak. Peningkatan jumlah jahe merah dalam ekstrak jahe merah-angkak tidak memiliki efek yang signifikan (p>0.05) pada persentase hasil tetapi memiliki efek yang signifikan (p<0.05) dengan meningkatkan aktivitas antioksidan ekstrak jahe merah-angkak. Aktivitas antioksidan ekstrak kombinasi lebih rendah daripada ekstrak jahe merah. Profil kromatogram jahe merah menunjukkan sepuluh titik berbeda, sedangkan angkak memiliki tiga titik berbeda.

Peningkatan jumlah jahe merah dalam ekstrak jahe merah tidak memiliki efek yang signifikan (p>0.Namun, hal ini memiliki efek yang signifikan (p<0.05) dengan meningkatkan aktivitas antioksidan ekstrak jahe merah.Aktivitas antioksidan ekstrak kombinasi lebih rendah daripada ekstrak jahe merah.Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan jahe merah secara signifikan meningkatkan aktivitas antioksidan, tetapi tidak mempengaruhi persentase hasil.Hal ini mungkin karena adanya interaksi antagonis antara senyawa dalam ekstrak kombinasi, yang mengurangi ketersediaan kelompok hidroksil untuk berinteraksi dengan radikal DPPH.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang interaksi antara senyawa dalam ekstrak kombinasi jahe merah dan angkak. Penelitian ini dapat fokus pada mekanisme interaksi antagonis antara flavonoid (dalam jahe merah) dan anthocyanin (dalam angkak) yang menyebabkan penurunan aktivitas antioksidan. Selain itu, dapat dilakukan penelitian tentang pengaruh proses pembuatan angkak terhadap aktivitas antioksidan dan kualitas bahan. Studi ini dapat menyelidiki efek suhu, waktu fermentasi, dan jenis beras pada produksi senyawa yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dalam angkak. Dengan memahami interaksi dan proses pembuatan, dapat dikembangkan formulasi kombinasi jahe merah dan angkak yang optimal untuk meningkatkan aktivitas antioksidan secara keseluruhan.

  1. Red Ginger Effect on Yield Percentage and Antioxidant Activity in Red Ginger–Angkak Combination... doi.org/10.22146/mot.89432Red Ginger Effect on Yield Percentage and Antioxidant Activity in Red GingerAeAngkak Combination doi 10 22146 mot 89432
Read online
File size381.76 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test