UGMUGM
Majalah Obat TradisionalMajalah Obat TradisionalPaparan radiasi ultraviolet (UV) yang berlebihan dari matahari dapat merugikan kulit manusia, seperti eritema atau sunburn, penuaan dini kulit, perubahan warna kulit yang lebih gelap, dan kerusakan sel kulit. Perlindungan kulit, seperti tabir surya, diperlukan untuk mencegah efek negatif dari sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi formula optimum, sifat fisik, dan aktivitas tabir surya gel dari minyak biji bunga matahari secara in vitro. Metode dalam penelitian ini adalah optimasi dengan Design Expert versi 10 dari agen penggel Karbopol dan natrium karboksimetil selulosa. Formula optimum yang diperoleh diuji sifat fisiknya dan aktivitasnya sebagai tabir surya secara in vitro dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik formula optimum baik, dan stabil selama penyimpanan, pH, daya sebar, daya rekat, dan viskositas mendekati prediksi, dan uji SPF in vitro memperoleh nilai 15,60.
Formula optimum yang diperoleh adalah formula dengan komposisi agen penggel karbopol dengan konsentrasi 1,0% w/w.Preparasi gel minyak biji bunga matahari memiliki sifat fisik yang memenuhi kriteria stabilitas fisik yang dipersyaratkan.Preparasi gel minyak biji bunga matahari dengan konsentrasi 10% memiliki SPF 15,60 (perlindungan ultra).
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan meningkatkan efektivitas tabir surya berbahan dasar minyak biji bunga matahari. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari terhadap aktivitas SPF dan stabilitas formula gel. Hal ini penting untuk menentukan konsentrasi optimum yang memberikan perlindungan maksimal tanpa mengorbankan stabilitas produk. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formula tabir surya yang menggabungkan minyak biji bunga matahari dengan bahan aktif lain yang memiliki sifat pelindung UV atau antioksidan. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan efektivitas tabir surya secara keseluruhan dan memberikan perlindungan yang lebih komprehensif terhadap kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Ketiga, perlu dilakukan studi klinis untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan tabir surya berbahan dasar minyak biji bunga matahari pada berbagai jenis kulit dan kondisi paparan sinar UV. Studi ini akan memberikan bukti empiris mengenai manfaat dan potensi risiko penggunaan produk ini dalam kondisi nyata.
| File size | 527.29 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES ISFISTIKES ISFI Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan.Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan.
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Proses ini menghasilkan 130 mL limbah cair dengan tingkat pemulihan 52% dan mempertahankan profil aromatik khas jahe. Analisis fitokimia menunjukkan adanyaProses ini menghasilkan 130 mL limbah cair dengan tingkat pemulihan 52% dan mempertahankan profil aromatik khas jahe. Analisis fitokimia menunjukkan adanya
IJBLEIJBLE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 responden dari konsumen Skintific. Teknik pengambilan sampelMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 responden dari konsumen Skintific. Teknik pengambilan sampel
STIK SAMSTIK SAM Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi setil alkohol dan propilenglikolSediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi setil alkohol dan propilenglikol
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Sampel berjumlah 43 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi (purposive sampling) menggunakan data rekam medis. Hasilnya menunjukkan bahwa 33 orang memilikiSampel berjumlah 43 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi (purposive sampling) menggunakan data rekam medis. Hasilnya menunjukkan bahwa 33 orang memiliki
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil perhitungan sampel VA-14 memiliki nilai SPF terendah (SPF = 17,21) dan sampel ES-30 memiliki hasil perhitungan nilai SPF terbesar dari tujuh sampelHasil perhitungan sampel VA-14 memiliki nilai SPF terendah (SPF = 17,21) dan sampel ES-30 memiliki hasil perhitungan nilai SPF terbesar dari tujuh sampel
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Kemudian dilanjutkan menghitung kadar menggunakan Spektrometri UV-Vis dengan memperoleh panjang gelombang maksimum 552 nm. Hasil penelitian menunjukkanKemudian dilanjutkan menghitung kadar menggunakan Spektrometri UV-Vis dengan memperoleh panjang gelombang maksimum 552 nm. Hasil penelitian menunjukkan
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola asuh dengan status gizi pada balita. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik korelasionalTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola asuh dengan status gizi pada balita. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik korelasional
Useful /
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Kurikulum 1976 menekankan pendekatan Tujuan Instruksional Spesifik (ICT) yang terstruktur, berfokus pada efisiensi proses belajar mengajar dan penguasaanKurikulum 1976 menekankan pendekatan Tujuan Instruksional Spesifik (ICT) yang terstruktur, berfokus pada efisiensi proses belajar mengajar dan penguasaan
STIK SAMSTIK SAM Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Z Kota Jambi mengenai analisis penggunaan obat pada pasien penyakit jantung iskemik dapat disimpulkan bahwaBerdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Z Kota Jambi mengenai analisis penggunaan obat pada pasien penyakit jantung iskemik dapat disimpulkan bahwa
UGMUGM epidermidis and P. aeruginosa which is thought to be a flavonoid compound. Characterization with FTIR spectrophotometer functional groups O-H phenol, Cepidermidis and P. aeruginosa which is thought to be a flavonoid compound. Characterization with FTIR spectrophotometer functional groups O-H phenol, C
UGMUGM The stem bark of the Nauclea pobeguinii was collected, air-dried, and pulverized and was extracted with solvent of varying polarity (n-hexane, ethyl acetate,The stem bark of the Nauclea pobeguinii was collected, air-dried, and pulverized and was extracted with solvent of varying polarity (n-hexane, ethyl acetate,