UPN VeteranUPN Veteran

Jurnal MebisJurnal Mebis

Menghadapi periode adaptasi terhadap kebiasaan baru, masyarakat akan menghadapi banyak situasi yang tidak dikenal. Apalagi sebagai konsumen, orang akan lebih bijaksana dan cermat dalam memilih produk. Manajemen harus lebih berhati-hati dalam menyusun strategi kompetitif selama perubahan kebiasaan jika perusahaan ingin mempertahankan dan meningkatkan basis pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran brand awareness, brand association, dan brand perception dalam membangun brand equity serta pengaruhnya terhadap niat beli konsumen Generasi Z terhadap produk UMKM. Responden adalah mahasiswa yang telah melakukan transaksi pembelian produk UMKM, dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling disertai incidental sampling, melibatkan 148 responden. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan software SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa brand awareness berpengaruh kuat terhadap brand equity, sementara brand association dan brand perception juga berpengaruh secara signifikan. Selain itu, brand equity terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen Generasi Z. Konsistensi pemberian informasi merek melalui media sosial menjadi faktor kunci dalam memengaruhi persepsi dan keputusan pembelian.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan pengaruh yang signifikan dari brand awareness, brand association, dan brand perception terhadap brand equity pada konsumen Generasi Z.Brand awareness memiliki pengaruh paling kuat dalam pembentukan brand equity, terutama melalui pemberian informasi yang konsisten di media sosial.Selain itu, brand equity terbukti secara signifikan memengaruhi niat beli Generasi Z terhadap produk UMKM.

Pertama, perlu diteliti bagaimana strategi kelangkaan produk (scarcity marketing) memengaruhi niat beli Generasi Z dalam konteks UMKM, mengingat karakteristik generasi ini yang cenderung tertarik pada produk eksklusif atau terbatas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai platform media sosial (seperti TikTok, Instagram, atau YouTube Shorts) dalam membangun brand equity bagi merek UMKM yang dikelola oleh generasi milenial, karena pola konsumsi media digital tiap platform berbeda. Ketiga, perlu dikaji bagaimana pengetahuan bersama (knowledge sharing) antara pelaku UMKM dan konsumen muda melalui media sosial dapat menciptakan inovasi produk yang sesuai dengan nilai dan preferensi Generasi Z. Penelitian lanjutan dapat merancang eksperimen untuk menguji dampak kampanye berbasis kelangkaan terhadap respons emosional dan keputusan pembelian. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas format konten (video, gambar, live stream) dalam membangun kesadaran dan afiliasi merek. Akhirnya, dapat dikembangkan model kolaborasi digital antara pelaku UMKM dan komunitas konsumen muda untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar dan menciptakan produk yang lebih personal. Pendekatan ini dapat mengungkap dinamika co-creation dalam pemasaran digital yang relevan bagi UMKM. Dengan memahami interaksi ini, pelaku usaha dapat merancang strategi yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan dimensi praktis yang lebih mendalam. Semua saran ini berfokus pada penguatan hubungan antara pelaku UMKM dan konsumen muda melalui strategi digital yang inovatif.

  1. Peer-Reviewed Scientific e-Journal. peer reviewed scientific journal kumpulan jurnal ilmiah tanah air... doi.org/10.9744/jmp.3.2.80-88Peer Reviewed Scientific e Journal peer reviewed scientific journal kumpulan jurnal ilmiah tanah air doi 10 9744 jmp 3 2 80 88
  2. Generation Z: Educating and Engaging the Next Generation of Students - Corey Seemiller, Meghan Grace,... doi.org/10.1002/abc.21293Generation Z Educating and Engaging the Next Generation of Students Corey Seemiller Meghan Grace doi 10 1002 abc 21293
Read online
File size253.56 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test