BASECAMPECOPUBMEDBASECAMPECOPUBMED

InJEBA : International Journal of Economics, Business and AccountingInJEBA : International Journal of Economics, Business and Accounting

Industri MSME di Bandar Lampung sering menghadapi tantangan yang menghambat kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan pengembangan. Tantangan ini terkait dengan sumber daya manusia, kemampuan sumber daya, inovasi produk, pembiayaan, dan pemasaran, yang menghambat kemampuan mereka untuk bersaing, terutama dengan perusahaan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak berbagai dimensi Manajemen Risiko Usaha (ERM) terhadap kinerja industri kreatif Tapis di Bandar Lampung. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana, dengan sampel 100 MSME di Bandar Lampung. Analisis deskriptif dari setiap dimensi ERM menunjukkan bahwa, secara umum, MSME Tapis yang diteliti telah menerapkan praktik ERM dengan tingkat yang memuaskan. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,191, yang menunjukkan bahwa 19,1% kinerja berkelanjutan MSME Tapis dapat dikaitkan dengan praktik ERM. Tingkat signifikansi yang diperoleh sangat rendah, yaitu 0,001, yang menunjukkan bahwa implementasi ERM efektif dalam meningkatkan kinerja berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah Manajemen Risiko Usaha (ERM) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis berkelanjutan industri Tapis MSME di Bandar Lampung, khususnya dalam dimensi lingkungan internal, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Manajemen Risiko Usaha (ERM) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis berkelanjutan industri Tapis MSME di Bandar Lampung.Analisis menunjukkan bahwa ERM secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kinerja, terutama dalam dimensi lingkungan internal, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, yang memainkan peran terbesar dalam meningkatkan struktur internal, sistem komunikasi yang efektif, dan pemantauan risiko secara teratur.Temuan ini menunjukkan bahwa MSME yang memiliki alokasi sumber daya yang kuat, identifikasi peristiwa, dan penilaian risiko cenderung memiliki kinerja yang lebih baik.Sebagai rekomendasi, disarankan agar MSME Tapis lebih memperkuat praktik ERM, terutama dalam hal alokasi sumber daya, identifikasi peristiwa, dan penilaian risiko untuk meningkatkan kinerja bisnis.Penelitian selanjutnya harus mengeksplorasi variabel lain yang mempengaruhi kinerja MSME, karena temuan saat ini menunjukkan bahwa ERM bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model yang lebih komprehensif untuk mengukur dampak ERM terhadap kinerja MSME. Model ini dapat mempertimbangkan berbagai faktor, seperti usia perusahaan, status hukum, sumber modal, dan ukuran, serta dimensi-dimensi ERM yang telah diidentifikasi dalam penelitian ini. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana ERM dapat diadaptasi dan diterapkan secara efektif dalam industri kreatif yang spesifik, seperti industri Tapis. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap pemahaman tentang peran ERM dalam mendukung kinerja dan keberlanjutan MSME di berbagai sektor industri kreatif.

  1. Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal Tapis Lampung Sebagai Upaya Memperkuat Identitas Bangsa | Kaganga:Jurnal... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/KAGANGA/article/view/673Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal Tapis Lampung Sebagai Upaya Memperkuat Identitas Bangsa Kaganga Jurnal journal ipm2kpe index php KAGANGA article view 673
  2. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN (Studi Kasus pada Usaha... jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/12249STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN Studi Kasus pada Usaha jurnal unpad ac sosiohumaniora article view 12249
Read online
File size605.78 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test