JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF
Journal of Earth KingdomJournal of Earth KingdomLatar Belakang: Disparitas gizi masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, karena prevalensi stunting dan wasting terus bervariasi secara luas antarwilayah meskipun ada kemajuan nasional yang terukur. Ketidaksetaraan ini menyoroti kebutuhan akan inovasi pertanian terintegrasi dan berkelanjutan yang meningkatkan kualitas dan ketersediaan pangan sambil menjaga keseimbangan ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Sistem Tanaman-Ternak Terpadu (ICLS) 5.0 sebagai inovasi yang memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai gizi melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Metode: Pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan tinjauan literatur komprehensif dilakukan menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah dan basis data nasional. Kerangka ICLS 5.0 menekankan penggunaan sumber daya secara sirkular, mengubah residu pertanian seperti jerami padi, batang jagung, dan daun kering menjadi pakan fermentasi, sementara kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik melalui bioaktivasi dan pengomposan. Data dianalisis untuk menilai peningkatan produktivitas, kesuburan tanah, dan efisiensi sumber daya. Temuan: Implementasi model ICLS 5.0 dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan ternak sebesar 30–40%, meningkatkan kandungan karbon dan nitrogen tanah, serta mengurangi biaya produksi sebesar 30–50% melalui substitusi pupuk kimia dan pakan industri. Sistem ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemandirian pangan di daerah pedesaan dengan mempromosikan produksi pakan dan pupuk lokal. Kesimpulan: Pendekatan ICLS 5.0 menyediakan inovasi berbiaya rendah, mudah diskalakan, dan berbasis pengetahuan yang selaras dengan upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi. Dengan mengintegrasikan tanaman dan ternak dalam kerangka ekonomi sirkular, model ini mendukung intensifikasi pertanian berkelanjutan dan berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 13 Aksi Iklim), sambil meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan komunitas petani pedesaan. Kebaruan/Orisinalitas artikel ini: Inovasi ini memperkenalkan model integrasi tanaman-ternak adaptif yang sesuai untuk berbagai skala lahan, dilengkapi dengan kerangka ICLS yang terlokalisasi. Ini juga menyediakan pedoman teknis sederhana untuk mengubah limbah organik menjadi pupuk, pakan, atau energi, bersama dengan pengembangan sistem ekonomi sirkular skala mikro untuk kelompok petani dan peternak.
0 merupakan inovasi holistik yang mengintegrasikan komponen pertanian dan peternakan dalam model sirkular berkelanjutan, menciptakan siklus nutrisi tertutup melalui pengolahan residu pertanian menjadi pakan fermentasi dan kotoran ternak menjadi pupuk organik, sehingga meminimalkan limbah, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan pada input eksternal.0 di berbagai wilayah Indonesia selama tiga tahun terakhir (2022–2024) telah menunjukkan dampak nyata pada peningkatan asupan energi dan protein per kapita, serta perbaikan konsisten pada Indeks Ketahanan Pangan nasional.Temuan ini menegaskan bahwa integrasi tanaman dan ternak secara langsung berkontribusi pada peningkatan ketersediaan pangan, kualitas gizi, dan ketahanan komunitas, khususnya di daerah pedesaan yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi dan terjangkau.
Untuk memperdalam pemahaman dan memaksimalkan potensi Sistem Tanaman-Ternak Terpadu (ICLS) 5.0, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi empiris lapangan yang mendalam, seperti studi kasus longitudinal atau proyek percontohan, untuk secara langsung mengevaluasi implementasi praktis dan efektivitas jangka panjang dari pedoman teknis sederhana yang diusulkan untuk konversi limbah organik (misalnya jerami padi menjadi pakan fermentasi dan kotoran ternak menjadi pupuk organik) serta sistem ekonomi sirkular skala mikro pada tingkat rumah tangga atau komunitas petani kecil. Penelitian ini akan memberikan data validasi yang kuat mengenai kelayakan dan keberlanjutan ICLS 5.0 dalam konteks operasional yang beragam di Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Kedua, penting untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara spesifik faktor-faktor sosio-ekonomi dan budaya yang menjadi penghambat atau pendorong adopsi dan skalabilitas ICLS di wilayah dengan ketahanan pangan yang masih rendah, seperti di Indonesia bagian Timur. Pendekatan ini dapat mencakup penelitian tindakan partisipatif untuk merancang model ICLS yang lebih sesuai dengan konteks lokal, dengan mempertimbangkan keunikan sumber daya, tradisi, dan kebutuhan masyarakat setempat. Ketiga, perlu diteliti lebih lanjut mengenai peran intervensi kebijakan, layanan penyuluhan pertanian, dan model koperasi yang paling efektif dalam mempercepat adopsi dan memastikan keberlanjutan ICLS 5.0, khususnya di provinsi-provinsi yang masih dalam kategori rentan atau agak rentan terhadap ketahanan pangan. Studi ini diharapkan dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam dukungan institusional yang mampu mengatasi kendala seperti akses pasar yang terbatas dan kapasitas teknologi lokal, sehingga dapat mendorong ekosistem pertanian yang lebih terdiversifikasi dan tangguh.
- The Use of Integrated Crop–Livestock Systems as a Strategy to Improve Soil Organic Matter in the... doi.org/10.3390/agronomy14112547The Use of Integrated CropAeLivestock Systems as a Strategy to Improve Soil Organic Matter in the doi 10 3390 agronomy14112547
- Farm Resources Utilization on the Integrated System of Bali Cattle-Palm Oil | - | Jurnal Ilmu Ternak... jurnal.unpad.ac.id/jurnalilmuternak/article/view/44401Farm Resources Utilization on the Integrated System of Bali Cattle Palm Oil Jurnal Ilmu Ternak jurnal unpad ac jurnalilmuternak article view 44401
- Optimizing the Integrated Farming System of Coffee and Goat to Maximize Farmers' Income in North... ejournal.unipas.ac.id/index.php/Agro/article/view/1147Optimizing the Integrated Farming System of Coffee and Goat to Maximize Farmers Income in North ejournal unipas ac index php Agro article view 1147
| File size | 967.7 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
MANDALANURSAMANDALANURSA Dengan metode full costing yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik sebesar Rp1. 209.250, biaya produksi dihitungDengan metode full costing yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik sebesar Rp1. 209.250, biaya produksi dihitung
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Petani perlu memaksimalkan kekuatan yang ada, seperti ketersediaan lahan yang memadai, tenaga kerja lokal yang cukup, dan pengalaman luas dalam budidayaPetani perlu memaksimalkan kekuatan yang ada, seperti ketersediaan lahan yang memadai, tenaga kerja lokal yang cukup, dan pengalaman luas dalam budidaya
UncenUncen Hasil menunjukkan perlakuan P3 (rasio 3:2:1:4) memberikan peningkatan signifikan pada luas daun dan kandungan klorofil dibandingkan perlakuan lain. BerdasarkanHasil menunjukkan perlakuan P3 (rasio 3:2:1:4) memberikan peningkatan signifikan pada luas daun dan kandungan klorofil dibandingkan perlakuan lain. Berdasarkan
ISI DPSISI DPS Analisis penelitian merujuk pada konsep ENG style dengan memanfaatkan teori manajemen produksi film dan proses manajemen. Hasil analisis menunjukkan bahwaAnalisis penelitian merujuk pada konsep ENG style dengan memanfaatkan teori manajemen produksi film dan proses manajemen. Hasil analisis menunjukkan bahwa
PNLPNL Styrofoam memiliki ketahanan terhadap panas dan dingin yang sangat baik sehingga digunakan sebagai insulator. Kemampuan menahan suhu yang baik, ringan,Styrofoam memiliki ketahanan terhadap panas dan dingin yang sangat baik sehingga digunakan sebagai insulator. Kemampuan menahan suhu yang baik, ringan,
PNLPNL Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan jumlah ukuran partikel arang aktif kulit pisang kepok (mesh) dengan waktu adsorpsi terhadapTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan jumlah ukuran partikel arang aktif kulit pisang kepok (mesh) dengan waktu adsorpsi terhadap
PNCPNC Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan antara lain: Pelatihan pembukuan dan penyuluhan pemasaran menggunakan media elektronik. Hasil akhir dari kegiatanMetode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan antara lain: Pelatihan pembukuan dan penyuluhan pemasaran menggunakan media elektronik. Hasil akhir dari kegiatan
IBRAHIMYIBRAHIMY Adapun yang di uji adalah perlakuan A (kadar tepung biji trembesi terfermentasi tanpa menggunakan yoghurt (kontrol)), B (kadar tepung biji trembesi terfermentasiAdapun yang di uji adalah perlakuan A (kadar tepung biji trembesi terfermentasi tanpa menggunakan yoghurt (kontrol)), B (kadar tepung biji trembesi terfermentasi
Useful /
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Meskipun jumlah investor meningkat, tingkat literasi (43,42%) dan inklusi keuangan syariah (13,41%) masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisisMeskipun jumlah investor meningkat, tingkat literasi (43,42%) dan inklusi keuangan syariah (13,41%) masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH The use of rice harvesting machines (Jarwo) has significantly impacted employment opportunities for farm laborers in East Tanjung Betung Village, reducingThe use of rice harvesting machines (Jarwo) has significantly impacted employment opportunities for farm laborers in East Tanjung Betung Village, reducing
PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA Dengan demikian, integrasi metode cerita dan media teknologi dapat dipandang sebagai strategi inovatif untuk mewujudkan proses pembelajaran yang lebihDengan demikian, integrasi metode cerita dan media teknologi dapat dipandang sebagai strategi inovatif untuk mewujudkan proses pembelajaran yang lebih
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Berdasarkan pemaparan mengenai perbandingan representasi etnis Tionghoa di tiga media daring berbeda dan memperhatikan rumusan masalah dapat dibuat simpulanBerdasarkan pemaparan mengenai perbandingan representasi etnis Tionghoa di tiga media daring berbeda dan memperhatikan rumusan masalah dapat dibuat simpulan