UKSWUKSW
Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu HukumRefleksi Hukum: Jurnal Ilmu HukumPenguatan tata kelola keuangan desa pasca berlakunya Undang-Undang Desa meningkatkan kapasitas fiskal desa secara signifikan, namun belum sepenuhnya diikuti harmonisasi regulasi dalam sistem keuangan negara. Studi ini menganalisis disharmoni antara Undang-Undang Desa dengan paket Undang-Undang Keuangan Negara serta implikasinya terhadap akuntabilitas dan efektivitas pengawasan. Hasilnya menunjukkan fragmentasi akuntabilitas akibat ketidakjelasan status desa dalam struktur keuangan negara, lemahnya mekanisme tuntutan ganti kerugian dan pengawasan berbasis risiko. Pengawasan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) belum optimal karena keterbatasan kapasitas, koordinasi, dan sistem teknologi, sementara keterlibatan pemeriksaan eksternal belum terdesain secara sistemik. Studi ini merekomendasikan harmonisasi kerangka hukum dan integrasi sistem pelaporan keuangan desa dalam arsitektur keuangan negara untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik di Indonesia.
Disharmoni pengaturan keuangan desa dalam sistem keuangan negara tercermin dalam beberapa aspek, antara lain tidak jelasnya kedudukan desa dalam sistem keuangan negara, tidak terintegrasinya laporan keuangan desa dalam sistem pelaporan pemerintah, serta tidak adanya pengaturan tegas mengenai kewenangan BPK dalam melakukan pemeriksaan terhadap keuangan desa.Selain itu, belum terdapat mekanisme yang jelas terkait tuntutan ganti kerugian desa, sehingga penegakan akuntabilitas menjadi tidak optimal.Ketidakjelasan posisi desa dalam sistem keuangan negara berdampak langsung terhadap tata kelola pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa.Disharmoni regulasi juga tercermin dalam struktur pengawasan yang terfragmentasi.Kondisi ini menegaskan bahwa permasalahan pengawasan keuangan desa tidak semata-mata terletak pada aspek teknis, melainkan juga pada belum terbangunnya integrasi kelembagaan dalam sistem pengawasan.Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan terintegrasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan menjadi kebutuhan mendesak.Bukti empiris menunjukkan lemahnya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.Secara keseluruhan, disharmoni pengaturan keuangan desa telah menimbulkan fragmentasi dalam sistem akuntabilitas, baik dari aspek pelaporan, pengawasan, maupun penegakan hukum.Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara prinsip pengelolaan keuangan negara dan praktik pengelolaan keuangan desa.Harmonisasi regulasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan pengelolaan keuangan desa dalam sistem keuangan negara.
Untuk memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa, diperlukan harmonisasi regulasi dan optimalisasi fungsi pengawasan. Dari sisi regulasi, diperlukan revisi peraturan pengelolaan keuangan desa agar selaras dengan ketentuan pengelolaan keuangan negara, mencakup penguatan status desa sebagai bagian dari unsur pemerintahan, kewajiban penyusunan laporan keuangan berbasis SAP, mekanisme pemeriksaan dan penyelesaian ganti kerugian. Sementara itu, dari aspek pengawasan, perlu dibangun sistem pengawasan yang terintegrasi dan tata kelola yang baik untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas. Penguatan pengawasan ini juga menuntut kesadaran semua pihak, termasuk pemerintah, pemerintahan desa, dan masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi pengelolaan keuangan desa secara kolaboratif. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan pendekatan empiris untuk menguji implementasi harmonisasi regulasi dalam praktik pengelolaan keuangan desa. Penelitian kuantitatif juga dapat dilakukan untuk mengukur pengaruh integrasi sistem pengawasan terhadap penurunan tingkat korupsi dana desa. Studi komparatif antar daerah atau antar negara juga penting untuk mengidentifikasi model tata kelola keuangan desa yang lebih efektif dan adaptif dalam konteks desentralisasi fiskal.
| File size | 471.32 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
STIE TDNSTIE TDN Analisis data dilakukan berdasarkan empat konsep utama fenomenologi Husserl, yaitu epoche, noema, noesis, dan intuisi makna esensial. Hasil penelitianAnalisis data dilakukan berdasarkan empat konsep utama fenomenologi Husserl, yaitu epoche, noema, noesis, dan intuisi makna esensial. Hasil penelitian
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Latar belakang: Patient safety wajib diterapkan di rumah sakit untuk meminimalkan terjadinya insiden. Dalam menerapkan patient safety dibutuhkan kepatuhan.Latar belakang: Patient safety wajib diterapkan di rumah sakit untuk meminimalkan terjadinya insiden. Dalam menerapkan patient safety dibutuhkan kepatuhan.
STIKBARSTIKBAR Kekerasan fisik dan seksual juga ditemukan di masa tua mereka. Anggota keluarga dan atasan kerja merupakan pelaku utama kekerasan terhadap lanjut usia.Kekerasan fisik dan seksual juga ditemukan di masa tua mereka. Anggota keluarga dan atasan kerja merupakan pelaku utama kekerasan terhadap lanjut usia.
UNSURYAUNSURYA Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi respon darurat sebesar 65% dibandingkan sistem konvensional, dengan waktu rata-rata pelaporan berkurangHasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi respon darurat sebesar 65% dibandingkan sistem konvensional, dengan waktu rata-rata pelaporan berkurang
UMSUMS Keragaman gender dewan direksi juga tidak menunjukkan efek moderasi yang signifikan, mengindikasikan perlunya mekanisme tata kelola perusahaan yang lebihKeragaman gender dewan direksi juga tidak menunjukkan efek moderasi yang signifikan, mengindikasikan perlunya mekanisme tata kelola perusahaan yang lebih
URINDOURINDO Peningkatan jumlah populasi lansia di Indonesia menuntut pelayanan geriatri yang berkualitas sesuai dengan standar akreditasi yang ditetapkan oleh KementerianPeningkatan jumlah populasi lansia di Indonesia menuntut pelayanan geriatri yang berkualitas sesuai dengan standar akreditasi yang ditetapkan oleh Kementerian
JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu langkah preventif dalam sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berfungsi melindungiPenggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu langkah preventif dalam sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berfungsi melindungi
IWIIWI Pengarustamaan perubahan iklim di dalam RENSTRA Kementerian Perhubungan ditinjau dari aspek pembobotan terutama dalam arah kebijakan program dan porjectnyaPengarustamaan perubahan iklim di dalam RENSTRA Kementerian Perhubungan ditinjau dari aspek pembobotan terutama dalam arah kebijakan program dan porjectnya
Useful /
169169 Film ini berhasil menggugah kesadaran dan refleksi kritis tentang kecurangan pemilu, korupsi politik, dan dampaknya terhadap demokrasi, serta menunjukkanFilm ini berhasil menggugah kesadaran dan refleksi kritis tentang kecurangan pemilu, korupsi politik, dan dampaknya terhadap demokrasi, serta menunjukkan
169169 Penelitian ini menggunakan pendekatan simbolik Roland Barthes yaitu Subjek pengalaman seni, yang tetap dan bertahan, bukanlah subjektivitas orang yangPenelitian ini menggunakan pendekatan simbolik Roland Barthes yaitu Subjek pengalaman seni, yang tetap dan bertahan, bukanlah subjektivitas orang yang
UKSWUKSW Integrasi ilmu perundang-undangan dan praktik perancangan peraturan perlu diperkuat di kurikulum. Kerangka hukum yang kuat menjamin bahwa penggunaan AIIntegrasi ilmu perundang-undangan dan praktik perancangan peraturan perlu diperkuat di kurikulum. Kerangka hukum yang kuat menjamin bahwa penggunaan AI
SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH Dosis bahan kogulan yang paling baik adalah pada kondisi penambahan 50 ml. Dalam penelitian ini efisiensi tertinggi untuk penurunan BOD adalah 85,63% untukDosis bahan kogulan yang paling baik adalah pada kondisi penambahan 50 ml. Dalam penelitian ini efisiensi tertinggi untuk penurunan BOD adalah 85,63% untuk