169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Animasi tiga dimensi adalah suatu objek animasi yang terdapat dalam ruang tiga dimensi. Animasi ini tidak hanya memiliki tinggi dan lebar, melainkan juga memiliki volume atau kedalaman (height, widht, depth). Objek animasi bisa berputar dan bergerak layaknya objek aslinya. Tampilannya seolah-olah nyata dan hidup. Animasi terdiri dari beberapa bagian, salah satu bagian dari animasi adalah render. Fokus penelitian ini pada analisis menggunakan computer cloud untuk merender gambar tiga dimensi. Render adalah proses penciptaan gambar dengan cara menghitung posisi obyek, gambar, cahaya dan kamera yang dilakukan oleh perangkat lunak tiga dimensi. Penghitungan yang rumit dan bertingkat membuat komputer membutuhkan tenaga yang besar dan waktu yang lama. Dari hasil penelitian diketahui bahwa untuk mempercepat proses render diperlukan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Langkah ini membutuhkan biaya yang teramat besar dan belum tentu studio skala kecil sanggup mengadakannya. Namun dengan adanya teknologi berbasis cloud, studio bisa menyewa komputer super dengan biaya yang relatif terjangkau.

Ternak render adalah sistem komputer yang dibangun untuk membuat gambar yang dihasilkan komputer (CGI).Mereka biasanya digunakan untuk membuat film animasi, efek visual, dan visualisasi arsitektur.Teknologi ternak render membantu studio animasi skala kecil dalam menangani perkara render.Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi ternak render memungkinkan studio kecil mengakses fungsi yang sama dengan studio besar tanpa investasi peralatan yang besar, membuka peluang kolaborasi, dan meningkatkan kualitas produksi animasi di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai optimasi algoritma rendering pada platform cloud untuk mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan antarmuka pengguna yang lebih intuitif dan mudah digunakan untuk mengelola proses rendering berbasis cloud, terutama bagi studio animasi skala kecil yang mungkin kurang familiar dengan teknologi ini. Ketiga, eksplorasi penggunaan teknologi machine learning untuk memprediksi waktu rendering berdasarkan kompleksitas scene dan spesifikasi hardware dapat membantu studio dalam perencanaan produksi dan alokasi sumber daya yang lebih efisien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekosistem animasi di Indonesia, khususnya dalam mengatasi tantangan terkait biaya dan waktu produksi.

Read online
File size410.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test