UNIPMAUNIPMA

EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan PembelajarannyaEQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya

Negara Indonesia, Singapura dan Thailand merupakan negara pengekspor jeruk terbesar ke pasar Malaysia. Daya saing negara asal ekspor menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu negara sebagai keunggulan kompetitif dan komparatif dari komoditas unggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat daya saing ekspor komoditas jeruk Indonesia, Thailand, dan Singapura di pasar Malaysia. Data yang digunakan adalah data sekunder dari studi pustaka tahun 2013-2018. Analisis daya saing menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR), dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil penelitian menunjukkan nilai daya saing komoditas jeruk pada tiga negara tersebut. Secara kuantitatif, Thailand memiliki nilai daya saing relatif lebih tinggi dibandingkan Indonesia dan Singapura, dengan nilai RCA berturut-turut sebesar 8,31, 3, dan 1,16. Untuk nilai AR, Indonesia belum memiliki keunggulan komparatif di pasar dunia, tetapi Thailand dan Singapura sudah memilikinya. Sedangkan untuk ISP, komoditas jeruk dari Indonesia secara relatif memiliki daya saing lebih kuat di pasar Malaysia, sementara Singapura dan Thailand memiliki daya saing yang belum kuat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia, Thailand, dan Singapura memiliki keunggulan komparatif dan daya saing yang kuat di pasar Malaysia.Thailand menunjukkan keunggulan kompetitif tertinggi dengan nilai RCA tertinggi.Nilai AR menunjukkan bahwa Thailand dan Singapura memiliki keunggulan komparatif di pasar dunia, sementara Indonesia belum.Hasil analisis ISP menunjukkan bahwa komoditas jeruk Indonesia memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar Malaysia dibandingkan Singapura dan Thailand.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi daya saing jeruk Indonesia, seperti kualitas produk, biaya produksi, dan strategi pemasaran. Kedua, studi komparatif yang lebih mendalam dapat dilakukan dengan melibatkan negara-negara lain yang juga merupakan produsen dan eksportir jeruk utama, seperti Vietnam atau Filipina, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang lanskap persaingan global. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada dampak kebijakan perdagangan, seperti tarif dan hambatan non-tarif, terhadap daya saing ekspor jeruk Indonesia, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan daya saing produk jeruk Indonesia di pasar internasional. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam dan berkontribusi pada pengembangan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing ekspor jeruk Indonesia.

  1. Ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo Ngawi: Studi Makna Simbolik dan Potensinya... e-journal.unipma.ac.id/index.php/gulawentah/article/view/5521Ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo Ngawi Studi Makna Simbolik dan Potensinya e journal unipma ac index php gulawentah article view 5521
Read online
File size324.39 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test