UWKSUWKS

Jurnal Reka AgroindustriJurnal Reka Agroindustri

Meningkatnya permintaan untuk produk kopi telah mendorong penggunaan biji kurma sebagai pilihan inovasi. Namun, pembuatan bubuk kopi dari biji kurma masih menghadapi kendala dikarenakan sistem produksinya yang manual, dan tidak terintegrasi. Hal ini menyebabkan rendahnya jumlah produksi. Kendala utama meliputi informasi stok bahan baku yang terlambat, efisiensi produksi yang rendah, serta ketidakakuratan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menciptakan sistem informasi manajemen agribisnis yang terintegrasi untuk meningkatkan kuantitas produksi secara signifikan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini merancang alur kerja produksi menggunakan flowchart dan diagram alir data (DFD). Hal ini menunjukkan proses dari pengadaan bahan baku hingga produk jadi. Hasilnya adalah sebuah rancangan sistem yang dapat mengelola data secara terstruktur, memantau kualitas produk secara langsung, dan menyediakan laporan yang mudah diakses. Dengan mengintegrasikan data anatara pemasok, sistem, dan bagian produksi, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kolaborasi, dan pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Penelitian ini menunjukkan bahwa proses produksi bubuk kopi dari biji kurma yang masih manual dan belum terintegrasi mengakibatkan rendahnya jumlah produk yang siap dipasarkan.Masalah utama meliputi keterlambatan data persediaan bahan baku, rendahnya efisiensi produksi, dan ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan.Untuk mengatasi hal ini, dirancang sebuah sistem informasi manajemen agribisnis yang terintegrasi untuk mendukung pencatatan bahan baku yang tepat, memantau kualitas hasil produksi, dan memastikan kemudahan dalam mengakses laporan.Dengan integrasi data antara penyedia, sistem, dan unit produksi, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperbaiki kolaborasi, dan memperbesar jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan sistem informasi yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban selama proses pengeringan biji kurma, yang dapat berdampak signifikan pada kualitas produk akhir. Kedua, studi tentang penerapan algoritma machine learning untuk memprediksi permintaan pasar dan mengoptimalkan perencanaan produksi dapat dilakukan, sehingga dapat mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok. Ketiga, penelitian dapat diarahkan untuk menganalisis dampak penerapan sistem informasi terhadap peningkatan kesejahteraan petani kurma sebagai pemasok bahan baku, termasuk aspek peningkatan pendapatan dan akses terhadap informasi pasar yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan agribisnis kopi biji kurma yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Read online
File size409.36 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test