UGMUGM
Berkala Ilmiah BiologiBerkala Ilmiah BiologiDaun jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan salah satu bahan yang lazim digunakan sebagai bumbu penyedap dalam berbagai hidangan khas Indonesia dan Asia Tenggara. Kajian fitokimia menunjukkan sejumlah metabolit sekunder yang berkhasiat obat. Sebelum eksplorasi potensinya sebagai bahan obat, serangkaian uji toksisitas harus dilakukan untuk mempelajari tingkat ketoksikan dan keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari toksisitas oral single-dose ekstrak kloroform daun jeruk purut (EKDJP) pada tikus (Rattus norvegicus) Wistar betina sebagai hewan coba. Prosedur mengikuti OECD Test Guideline No.420 dengan dosis 2000 mg/kg berat badan selama 14 hari (sighting study). Parameter yang diamati meliputi: mortalitas, tanda-tanda klinis ketoksikan subletal berupa perubahan penampilan secara umum dan aktivitas/perilaku harian, profil hematologis, serta uji biokimia klinis darah. Tidak ada hewan yang mati maupun efek subletal yang ditemukan selama percobaan. Semua nilai parameter darah (eritrosit, leukosit, trombosit, ALT, AST, kreatinin, BUN, glukosa, kolesterol, dan trigliserida) berada dalam kisaran rujukan yang mengindikasikan bahwa EKDJP tidak mengganggu fisiologis normal. Dapat disimpulkan bahwa administrasi oral EKDJP single-dose bersifat aman, no-observed-adverse-effect-level (NOAEL) pada dosis 2000 mg/kg berat badan atau termasuk dalam Kategori 5 berdasarkan Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS).
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa administrasi oral akut (single-dose) ekstrak kloroform daun jeruk purut hingga dosis 2000 mg/kg berat badan bersifat aman atau tidak toksik bagi tikus Wistar betina sebagai hewan coba.Dengan kata lain kategori ketoksikan ekstrak kloroform daun jeruk purut berdasarkan OECD adalah no-observed-adverse-effect-level (NOAEL) pada dosis 2000 mg/kg berat badan.Sementara itu, berdasarkan Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) maka ketoksikan ekstrak kloroform daun jeruk purut termasuk dalam Kategori 5.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi ekstrak kloroform daun jeruk purut sebagai agen terapeutik pada model penyakit tertentu, seperti diabetes atau dislipidemia, untuk menguji efektivitas dan mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kedua, penelitian tentang efek jangka panjang pemberian ekstrak kloroform daun jeruk purut pada sistem reproduksi dan pertumbuhan generasi keturunannya perlu dilakukan untuk memastikan keamanan penggunaan ekstrak ini dalam jangka waktu yang lebih panjang. Ketiga, penelitian tentang interaksi antara ekstrak kloroform daun jeruk purut dengan obat-obatan lain yang umum digunakan perlu dilakukan untuk menghindari potensi interaksi obat yang merugikan. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ekstrak kloroform daun jeruk purut sebagai sumber senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan efektivitasnya.
- Alpha-Tocopherol Content in 62 Edible Tropical Plants | Journal of Agricultural and Food Chemistry. alpha... pubs.acs.org/doi/10.1021/jf000891uAlpha Tocopherol Content in 62 Edible Tropical Plants Journal of Agricultural and Food Chemistry alpha pubs acs doi 10 1021 jf000891u
- Sosialisasi Pengelolaan Limbah Sampah Serta Pengenalan Bank Sampah Di Desa Pekutan | Karunia: Jurnal... doi.org/10.58192/karunia.v2i1.554Sosialisasi Pengelolaan Limbah Sampah Serta Pengenalan Bank Sampah Di Desa Pekutan Karunia AJurnal doi 10 58192 karunia v2i1 554
- Beneficial Effects of Citrus Flavonoids on Cardiovascular and Metabolic Health - Mahmoud - 2019 - Oxidative... hindawi.com/journals/omcl/2019/5484138Beneficial Effects of Citrus Flavonoids on Cardiovascular and Metabolic Health Mahmoud 2019 Oxidative hindawi journals omcl 2019 5484138
- Hematological Markers of In Vivo Toxicity. markers vivo toxicity doi.org/10.4172/2329-8790.1000236Hematological Markers of In Vivo Toxicity markers vivo toxicity doi 10 4172 2329 8790 1000236
| File size | 313.24 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UPN VeteranUPN Veteran Selain itu, pendekatan metabolomik digunakan, dengan memanfaatkan HPLC-TOF-MS, untuk membedakan antara berbagai jenis teh hijau berdasarkan bioaktivitasnya.Selain itu, pendekatan metabolomik digunakan, dengan memanfaatkan HPLC-TOF-MS, untuk membedakan antara berbagai jenis teh hijau berdasarkan bioaktivitasnya.
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Data analysis included univariate analysis and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of p < 0. 05. The resultsData analysis included univariate analysis and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of p < 0. 05. The results
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Penelitian ini memberikan wawasan orisinal tentang integrasi senyawa bioaktif alami dalam pakan hewan untuk mengendalikan penyakit virus, menyajikan solusiPenelitian ini memberikan wawasan orisinal tentang integrasi senyawa bioaktif alami dalam pakan hewan untuk mengendalikan penyakit virus, menyajikan solusi
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Penambahan daun moringa bertindak sebagai fortifier untuk buah. Pengembangan pelapis edibel berbasis limbah ampas tebu dan biji alpukat akan menciptakanPenambahan daun moringa bertindak sebagai fortifier untuk buah. Pengembangan pelapis edibel berbasis limbah ampas tebu dan biji alpukat akan menciptakan
RADEN FATAHRADEN FATAH Namun, peningkatan suhu di atas 175°C menyebabkan penurunan parameter tersebut akibat degradasi termal senyawa bioaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwaNamun, peningkatan suhu di atas 175°C menyebabkan penurunan parameter tersebut akibat degradasi termal senyawa bioaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Komposisi ini dapat didukung oleh pemberian pengasam dalam bentuk asam organik untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen di saluran pencernaan, sehinggaKomposisi ini dapat didukung oleh pemberian pengasam dalam bentuk asam organik untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen di saluran pencernaan, sehingga
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Nilai indeks keanekaragaman tanaman Meliaceae yang ditemukan di area objek wisata Hungayono adalah 1,91 dengan kriteria sedang, yang mengindikasikan kondisiNilai indeks keanekaragaman tanaman Meliaceae yang ditemukan di area objek wisata Hungayono adalah 1,91 dengan kriteria sedang, yang mengindikasikan kondisi
UIBUUIBU 8%, texture aspect is 74. 8%, and overall aspect is 82. 4%. The study concludes that processed telang BUTERI flower and BUSER KING coffee products can8%, texture aspect is 74. 8%, and overall aspect is 82. 4%. The study concludes that processed telang BUTERI flower and BUSER KING coffee products can
Useful /
RADEN FATAHRADEN FATAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gelatin dari masker produksi korea. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan spektrofometerPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gelatin dari masker produksi korea. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan spektrofometer
RADEN FATAHRADEN FATAH Senyawa ini memenuhi aturan Lipinski, dikategorikan dalam kelas toksisitas IV, dan tidak bersifat hepatotoksik maupun karsinogenik. Oleh karena itu, penelitianSenyawa ini memenuhi aturan Lipinski, dikategorikan dalam kelas toksisitas IV, dan tidak bersifat hepatotoksik maupun karsinogenik. Oleh karena itu, penelitian
UGMUGM Hasil penelitian ini menegaskan peran karakter morfologis dan anatomis sebagai bukti taksonomi untuk klasifikasi spesies dan genus dalam famili Myrtaceae.Hasil penelitian ini menegaskan peran karakter morfologis dan anatomis sebagai bukti taksonomi untuk klasifikasi spesies dan genus dalam famili Myrtaceae.
UGMUGM Statusnya Genting (Endangered/EN). Permasalahan utamanya adalah minimnya informasi penelitian terkait ekologi dan biologinya. Hal yang tentunya sangatStatusnya Genting (Endangered/EN). Permasalahan utamanya adalah minimnya informasi penelitian terkait ekologi dan biologinya. Hal yang tentunya sangat