JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi lintas sektor dalam mendukung implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Majene. Sebagai program nasional baru yang memerlukan koordinasi multi-aktor, MBG menghadapi potensi kesenjangan informasi dan persepsi antara aktor, sehingga memerlukan komunikasi lintas sektor yang direncanakan. Studi ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan tinjauan dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa praktik komunikasi melibatkan tiga aktor utama: pemerintah daerah, usaha makanan dan UMKM, serta masyarakat lokal termasuk kelompok petani dan kader PKK. Awalnya, pola komunikasi bersifat formal dan satu arah melalui rapat koordinasi, tetapi telah berubah menjadi komunikasi digital yang lebih cepat dan responsif. Beberapa tantangan dihadapi, termasuk infrastruktur komunikasi terbatas di daerah terpencil, kepentingan yang berbeda dalam rantai pasokan makanan, dan rendahnya literasi gizi masyarakat, yang menyebabkan penyerapan pesan kebijakan yang tidak merata. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah daerah menerapkan empat strategi komunikasi: strategi informasi untuk memperluas penyebaran, strategi partisipatif melalui musyawarah desa dan keterlibatan masyarakat, strategi kolaboratif dengan sektor swasta dan masyarakat sipil untuk meningkatkan pemahaman gizi dan mendorong perubahan perilaku. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kesuksesan program MBG tidak hanya terletak pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga pada sinergi komunikasi antara aktor untuk membangun ekosistem makanan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majene menunjukkan bahwa efektivitas program sangat bergantung pada kualitas komunikasi lintas sektor yang terjalin antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.Pola komunikasi yang berkembang menunjukkan kombinasi pendekatan formal melalui rapat koordinasi antar lembaga dan mekanisme komunikasi berbasis digital yang memungkinkan penyebaran informasi yang lebih cepat dan responsif.Namun, proses komunikasi belum sepenuhnya dioptimalkan dan masih menghadapi tantangan signifikan, seperti infrastruktur komunikasi terbatas di daerah terpencil, perbedaan kepentingan di antara aktor dalam rantai pasokan makanan, dan rendahnya literasi gizi masyarakat.Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi komunikasi yang paling relevan untuk memperkuat implementasi program termasuk strategi informasi untuk memastikan penyampaian pesan yang jelas, strategi partisipatif untuk membuka ruang dialog dan umpan balik, strategi kolaboratif untuk mensinergikan peran dan tanggung jawab lintas sektor, serta strategi pendidikan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang gizi.Dengan memanfaatkan strategi-strategi ini, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai alat koordinasi teknis, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan dan penguatan jaringan makanan lokal.Secara keseluruhan, kesuksesan MBG di Majene menunjukkan bahwa penguatan komunikasi lintas sektor merupakan prasyarat penting untuk mencapai tujuan program dan berperan sebagai katalisator dalam meningkatkan ketahanan pangan secara berkelanjutan di daerah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model komunikasi lintas sektor yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat mencakup studi komparatif antara daerah dengan karakteristik sosial, budaya, dan geografis yang beragam untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam komunikasi lintas sektor. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam program ketahanan pangan. Terakhir, studi tentang dampak jangka panjang dari program MBG terhadap kesehatan dan pendidikan anak-anak dapat memberikan wawasan berharga untuk perbaikan kebijakan di masa depan.

  1. Persepsi Manajemen dan Stakeholders pada Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Sustainability... doi.org/10.17509/jrak.v8i2.21639Persepsi Manajemen dan Stakeholders pada Pencapaian Sustainable Development Goals SDGs dalam Sustainability doi 10 17509 jrak v8i2 21639
  2. Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Perkembangan Ekonomi | Journal of Economics... doi.org/10.71094/joeder.v1i2.105Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Perkembangan Ekonomi Journal of Economics doi 10 71094 joeder v1i2 105
  3. The Impact of Free Nutritious Meal Programs on Food Security: A Systematic Review | Journal of Indonesian... ojs.ycit.or.id/index.php/JISSR/article/view/177The Impact of Free Nutritious Meal Programs on Food Security A Systematic Review Journal of Indonesian ojs ycit index php JISSR article view 177
Read online
File size399.33 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test