UNUUNU
Indonesian Journal of Sharia and LawIndonesian Journal of Sharia and LawArah perkembangan penyelenggaraan investasi yang condong ke arah investasi cokelat (brown investment) harus ditekan oleh adanya penyelenggaraan investasi berwawasan lingkungan yang kemudian disebut sebagai investasi hijau (green investment). Investasi hijau merupakan konsep investasi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan sebesar-besarnya saja, namun juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian dari lingkungan hidup agar aspek keberlanjutannya dapat terpenuhi. Secara normatif, amanat pelaksanaan investasi hijau telah disebutkan dalam beberapa produk hukum, seperti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UU Penanaman Modal) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal. Namun, permasalahan terjadi ketika amanat perihal investasi hijau tersebut tidak ditindaklanjuti oleh suatu peraturan pelaksana (secondary legislation) sehingga terjadinya kekosongan hukum. Ketiadaan peraturan pelaksana tersebut melanggengkan beberapa permasalahan, seperti ketidakmerataan pelaksanaan investasi hijau dan masih dominannya pelaksanaan investasi cokelat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif atau doktrinal dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sebagai novelti, Penulis menggagas Green Investment Acceleration Concept (GIAC) dalam rangka menciptakan iklim investasi berwawasan lingkungan yang terdiri atas dua aspek, yaitu pembentukan Sistem Asesmen Investasi Hijau dan pembentukan Komisi Penilai Investasi Hijau.
Akselerasi pelaksanaan investasi hijau sebagai bentuk investasi berwawasan lingkungan harus disertai oleh progresifitas produk hukumnya.Ketiadaan aturan pelaksana terkait investasi hijau melanggengkan persoalan, seperti ketimpangan nilai investasi hijau antar wilayah dan dominasi investasi cokelat.GIAC diimplementasikan melalui Sistem Asesmen Investasi Hijau dan Komisi Penilai Investasi Hijau untuk menciptakan iklim investasi berkelanjutan.
Penelitian lanjutan dapat menjelajahi dampak penerapan Sistem Asesmen Investasi Hijau di berbagai daerah dengan pendekatan perbandingan untuk memastikan kesesuaian model GIAC dengan konteks lokal. Selain itu, evaluasi kuantitatif terhadap efektivitas mekanisme pengawasan berbasis risiko dalam mengurangi praktik greenwashing diperlukan untuk memperkuat kerangka regulasi. Studi tentang integrasi instrumen ekonomi hijau dalam kerangka hukum sumber daya alam lokal dapat menghasilkan rekomendasi adaptasi model GIAC untuk sektor pertambangan dan perkebunan.
| File size | 763.62 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Hasil probit menunjukkan bahwa jenis kelamin, pendapatan, jam kerja, status pekerjaan, dan lokasi secara signifikan mempengaruhi probabilitas penggunaanHasil probit menunjukkan bahwa jenis kelamin, pendapatan, jam kerja, status pekerjaan, dan lokasi secara signifikan mempengaruhi probabilitas penggunaan
IPBIPB Penelitian dilakukan pada September hingga Desember 2018 di lima stasiun observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisikokimia di CibuntuPenelitian dilakukan pada September hingga Desember 2018 di lima stasiun observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisikokimia di Cibuntu
IPBIPB Studi ini merekomendasikan alokasi trip optimal sebagai titik referensi, yaitu DPI‑7 sebesar 2 833 trip per tahun, diikuti DPI‑5 (2 107), DPI‑1Studi ini merekomendasikan alokasi trip optimal sebagai titik referensi, yaitu DPI‑7 sebesar 2 833 trip per tahun, diikuti DPI‑5 (2 107), DPI‑1
IPBIPB Pola distribusi andaliman berdasarkan jarak terdekat antar individu bervariasi di setiap lokasi pengamatan. Lokasi terbuka menunjukkan pola distribusiPola distribusi andaliman berdasarkan jarak terdekat antar individu bervariasi di setiap lokasi pengamatan. Lokasi terbuka menunjukkan pola distribusi
IPBIPB Pengelolaan ini membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan pengetahuan interdisipliner, koordinasi antar sektor dan pemangku kepentingan, serta mempertimbangkanPengelolaan ini membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan pengetahuan interdisipliner, koordinasi antar sektor dan pemangku kepentingan, serta mempertimbangkan
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Kesimpulan: Proses mutasi di pemerintah Kota X masih menghadapi tantangan signifikan. Perbaikan diperlukan melalui diseminasi regulasi mutasi secara sistematis,Kesimpulan: Proses mutasi di pemerintah Kota X masih menghadapi tantangan signifikan. Perbaikan diperlukan melalui diseminasi regulasi mutasi secara sistematis,
APTKLHIAPTKLHI Survey lapangan dilakukan di empat lokasi hutan rakyat yang berbeda, yaitu Morang, Kuwiran, Randualas, dan Kare. Survey dilaksanakan dengan metode kuadratSurvey lapangan dilakukan di empat lokasi hutan rakyat yang berbeda, yaitu Morang, Kuwiran, Randualas, dan Kare. Survey dilaksanakan dengan metode kuadrat
STAINSTAIN Analisis diarahkan pada pendapat para informan penelitian tentang konsepsi dasar bangunan keluarga sakinah yang dipahami yang dapat menjadi perekat bangunanAnalisis diarahkan pada pendapat para informan penelitian tentang konsepsi dasar bangunan keluarga sakinah yang dipahami yang dapat menjadi perekat bangunan
Useful /
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan dokumentasi dari enam informan utamaDengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan dokumentasi dari enam informan utama
IPBIPB Emisi yang dihasilkan adalah CO2 dan N2O yang telah dikonversi menjadi TCO2-eq dibandingkan dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rataEmisi yang dihasilkan adalah CO2 dan N2O yang telah dikonversi menjadi TCO2-eq dibandingkan dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
IPBIPB Wilayah Jabodetabek, dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi tinggi, mengalami emisi polutan udara sangat tinggi. Kebijakan Pembatasan Sosial BerskalaWilayah Jabodetabek, dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi tinggi, mengalami emisi polutan udara sangat tinggi. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala
IPBIPB Analisis prospektif dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor penting, menyusun skenario potensi konflik di masa depan, dan strategi pencegahannya.Analisis prospektif dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor penting, menyusun skenario potensi konflik di masa depan, dan strategi pencegahannya.