IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER

International Journal of Cyber ​​and IT Service Management (IJCITSM)International Journal of Cyber ​​and IT Service Management (IJCITSM)

Pemerintah Indonesia menetapkan target agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai tingkat kematangan manajemen risiko 4,2 dari 5 pada tahun 2024. Target ini menjadi krusial setelah penggabungan BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi Holding Ultra Micro SOEs. Penggabungan membawa risiko baru yang memerlukan mekanisme tata kelola dan kontrol yang kuat. Penelitian ini meneliti bagaimana komponen manajemen risiko utama—tata kelola, kerangka kerja, proses, dan kontrol internal—berkontribusi pada peningkatan kematangan manajemen risiko di struktur Holding Ultra Micro. Dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), penelitian ini mengeksplorasi hubungan kompleks antar elemen berdasarkan data survei dari 644 responden di tiga BUMN. Hasilnya mengonfirmasi bahwa sebagian besar variabel berpengaruh satu sama lain dan mendukung model kematangan. Namun, ditemukan dua hubungan tidak signifikan: antara kerangka kerja dan proses, serta antara proses dan kematangan keseluruhan. Anomali ini menunjukkan kemungkinan adanya variabel mediasi atau kekosongan implementasi yang mengurangi efektivitas struktural formal. Penelitian menyimpulkan bahwa fondasi kuat dalam tata kelola dan kontrol internal dapat mendukung kematangan risiko secara signifikan, meski pelaksanaan proses memerlukan penyesuaian kontekstual dan operasional lebih lanjut.

Penelitian ini mengidentifikasi hubungan signifikan antara tata kelola risiko, kerangka kerja, kontrol internal, dan kematangan manajemen risiko di Holding Ultra Micro SOEs, namun tidak menemukan pengaruh signifikan dari proses manajemen risiko terhadap kematangan.Temuan ini menyoroti pentingnya pelaksanaan praktis, kultur risiko, dan keterlibatan pimpinan dalam meningkatkan kematangan, sementara kerangka formal saja tidak cukup untuk menjamin implementasi efektif.

Bagaimana penggabungan BRI, Pegadaian, dan PNM dapat mempengaruhi pola risiko yang belum teridentifikasi, apakah faktor mediasi seperti budaya organisasi atau teknologi informasi dapat menjelaskan hubungan tidak signifikan antara kerangka kerja dan proses? Apakah integrasi sistem TI berbasis AI dapat meningkatkan efisiensi proses manajemen risiko yang menunjukkan kelemahan dalam model ini? Bagaimana variabel kontekstual seperti regulasi dan kondisi ekonomi makro memoderasi hubungan antara kontrol internal dan kematangan risiko, serta apakah pendekatan longitudinal dapat memantau perubahan dinamika risiko setelah penggabungan?.

  1. A Structural Model of Risk Governance and Maturity in Ultra Microfinance SOEs | International Journal... iiast.iaic-publisher.org/ijcitsm/index.php/IJCITSM/article/view/200A Structural Model of Risk Governance and Maturity in Ultra Microfinance SOEs International Journal iiast iaic publisher ijcitsm index php IJCITSM article view 200
  2. International Journal of Cyber ​​and IT Service Management (IJCITSM). journal cyber service management... doi.org/10.34306/ijcitsmInternational Journal of Cyber AUAUand IT Service Management IJCITSM journal cyber service management doi 10 34306 ijcitsm
Read online
File size498.35 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test