UNMUH BABELUNMUH BABEL

Jurnal Aspirasi Teknik SipilJurnal Aspirasi Teknik Sipil

Lapisan tanah merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan infrastruktur sehingga banyak pertimbangan dan metode pendekatan dalam identifikasi lapisan tanah bawah permukaan. Salah satu metode yang paling mudah dan umum digunakan yaitu menggunakan metode geolistrik. Metode ini didasarkan pada perbedaan resistivitas material bawah permukaan termasuk tanah yang mencirikan jenis suatu lapisan. Metode konfigurasi wenner-alpha digunakan untuk identifikasi lapisan tanah untuk tiap lintasan sebanyak enam lintasan penyelidikan. Data lapangan kemudian dianalisis dengan perangkat lunak RES2DINV untuk memodelkan penampang bawah permukaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada tiga lapisan dominan penyusun lokasi penyelidikan yaitu lempung, lempung pasiran, dan pasir dengan indikasi lapisan keras pada kedalaman 15-30 m dengan rentang kesalahan interpretasi data 11,6 – 21,6%.

Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Lapisan tanah keras diidentifikasi berdasarkan nilai resistivitas lebih dari 500 Ωm yang berkorelasi dengan litologi pasir.Kedalaman lapisan tanah keras bervariasi mulai dari 15 meter hingga lebih dari 30 meter dibawah permukaan tanah.Pola sebaran lapisan tanah keras menunjukan trend atau kecenderungan semakin dalam mulai dari STA 110 750 yang diidentifikasi berada pada kedalaman ±17 meter hingga STA 111 360 pada kedalaman lebih dari 30 meter.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti penggunaan metode geolistrik untuk identifikasi lapisan tanah, serta keterbatasan yang terdapat pada akurasi interpretasi data, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model inversi yang lebih akurat dengan mempertimbangkan variasi lateral dan vertikal resistivitas tanah yang lebih kompleks, sehingga dapat mengurangi kesalahan interpretasi data. Kedua, perlu dilakukan validasi silang antara hasil survei geolistrik dengan data bor atau sondir untuk meningkatkan akurasi identifikasi lapisan tanah dan kalibrasi parameter resistivitas dengan jenis tanah yang spesifik. Ketiga, penelitian dapat mengkaji penerapan metode geolistrik 3D untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan yang lebih komprehensif dan detail, terutama pada area dengan kondisi geologi yang kompleks, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk perencanaan infrastruktur.

Read online
File size1.12 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test