UPUP

CARE: Journal Pengabdian Multi DisiplinCARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin

Daun kelor atau dalam bahasa lain dikenal dengan sebutan Moringa Oliefera adalah salah satu jenis tumbuhan yang mempunyai khasiat dan manfaat yang melimpah. Bukan saja daun ternyata kulit batang, biji sampai pada akar tumbuhan kelor memiliki manfaat tersendiri kandungan gizi yang ada dalam tanaman kelor mengandung vitamin A 6,8 mg lebih dari vitamin A yang terkandung dalam wortel, mengandung vitamin C 220 mg, mengandung kalsium yang lebih tinggi dari pada susu, protein 6,7 gram, kalium 440 mg/100 gram dan juga mengandung vitamin B6 sehingga cocok untuk dikonsumsi sebagai penambah daya tahan tubuh namun perlu menciptakan suatu produk yang dipastikan akan sering dikonsumsi masyarakat tapi berbahan dasarkan daun kelor, setelah melihat kebiasaan masyarakat Itawaka yang gemar minum teh maka diciptakan lah teh celup dengan bahan dasar kelor. Tujuan pengabdian ini yaitu masyarakat dapat membuat teh herbal dari daun kelor supaya dapat menambah daya tahan tubuh dan agar dikonsumsi sebagai pengganti teh manis guna mengurangi kandungan gula yang berlebih. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu bentuk pelatihan atau bimbingan, dilakukan dengan 2 tahap, pertama memberikan edukasi/teori, kedua praktek cara pembuatan. Kegiatan ini menemukan hasil bahwa masyarakat Itawaka sudah dapat memanfaatkan tanaman kelor dan mengambil kandungan gizi yang ada sebagai penambah daya tahan tubuh dengan mengubah daun kelor menjadi teh celup herbal.

Tim pengabdi melihat bahwa terdapat potensi daun kelor yang cukup banyak disana, namun pengolahannya hanya sebatas sayur mayur dan digunakan juga untuk mengusir roh-roh jahat atau berkenaan dengan hal gaib, maka perlu ada terobosan baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan berbahan dasar daun kelor, hal ini dilakukan mengingat banyaknya manfaat yang terkandung didalam daun kelor sehingga dirasa sangat menguntungkan bagi tubuh jika rutin mengonsumsi daun kelor.Melihat kebiasaan warga Itawaka yang sangat rutin bahkan setiap pagi selalu mengawali aktivitas dengan minum teh terlebih dahulu maka dilakukan terobosan yaitu menciptakan teh dari daun kelor.Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat terkait pembuatan teh herbal daun kelor, diawali dengan melakukan sosialisasi atau penyampaian teori, sesi tanya jawab sampai kepada tahapan pelatihan pembuatan teh.Setelah semua selesai maka teh sudah siap untuk diseduh dan dikonsumsi.Namun yang menjadi peringatan adalah mengkonsumsi teh kelor tidak lebih dari 70 gram dalam satu hari.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi kandungan nutrisi daun kelor dalam jangka panjang dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Selain itu, pengembangan produk berbasis daun kelor dalam bentuk lain seperti kapsul atau minuman berenergi bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, evaluasi ekonomi lokal terkait produksi dan distribusi teh herbal daun kelor dapat membantu memahami potensi pengembangan usaha berkelanjutan di Negeri Itawaka.

Read online
File size797.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test