UTPUTP

Jurnal Ekonomi MengabdiJurnal Ekonomi Mengabdi

Tenun kain songket merupakan kain yang ditenun dengan menggunakan benang emas atau benang perak yang dihasilkan dari daerah-daerah tertentu saja di sebagian besar wilayah Indonesia. Dalam pembuatan tenun kain masih menggunakan alat tenun manual serta bahan yang digunakan masih bersifat alami sehingga tenun kain dikenal sebagai kain mewah para bangsawan yang menunjukkan derajat dan martabat pemakainya. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi produksi tenun kain adalah besarnya biaya produksi (Production Cost) tenun kain dalam menentukan harga jual. Untuk dapat mengetahui besarnya biaya produksi dalam menentukan harga jual diperlukan pemahaman mengenai; Biaya bahan langsung (Direct Material), Biaya bahan tidak langsung (Indirect Material), Biaya tenaga kerja langsung (Direct Labour), Biaya tenaga kerja tidak langsung (Indirect Labour) dan Factory Overhead, Selling Exspense dan General and Adminstrative Exspense, Cost Plus Pricing dan Full Costing. Melalui pengabdian kepada masyarakat diharapkan agar peserta pengabdian sebagai pengusaha dapat memahami Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produksi guna menentukan harga jual. Dengan demikian melalui pengabdian ini akan memberikan motivasi kepada para peserta untuk dapat mengetahui biaya produksi tenun kain dan dapat menentukan harga jual yang kompetitip. Sasaran dalam pengabdian ini adalah masayarakat Rt 12 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu : 18 Nopember 2023 jam 09.00 Wib sampai dengan selesai. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman tentang; Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produksi dalam menentukan harga jual tenun kain (cost plus pricing), dan metode pengumpulan biaya produksi full costing.

Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, pentingnya pemahaman industri tenun kain dalam menghitung biya produksi.Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produk menjadi sangat penting untuk diperhatikan.Bahan langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.Pengumpulan biaya produksi dengan metode full costing sangat penting untuk diterapkan dan kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang telah ditetapkan.Dan perhitungan biaya produksi kain tenun dengan full costing lebih tinggi yaitu sebesar Rp 508.833 sedangkan menurut pengrajin sebesar Rp 483.Mark pricing yang dilakukan misalnya 20% hingga menghasilkan harga jualnya masing-masing setelah dimarkup untuk full costing sebesar Rp 610.000 sedangkan menurut industri kain tenun sebesar Rp 580.Harga jual kain tenun dilakukan dengan memperhatikan kondisi usaha sejenis.

Berdasarkan hasil pengabdian ini, kami menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode full costing yang lebih efisien dan akurat dalam menghitung biaya produksi kain tenun. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi mark up pricing yang optimal untuk meningkatkan daya saing harga jual kain tenun. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak dari pemahaman klasifikasi biaya produksi terhadap keberlanjutan industri tenun kain secara keseluruhan.

Read online
File size286.74 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test