JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK

Majalah Ilmiah UPI YPTKMajalah Ilmiah UPI YPTK

Program pengabdian masyarakat ini memperkenalkan mesin pencukur bilah, dipadukan dengan pelatihan dan pendampingan intensif, untuk mengatasi inefisiensi inti dalam produksi barang dari midrib kelapa sawit. Hasilnya langsung dan berdampak: kapasitas produksi harian meningkat lebih dari 50%, waktu pemrosesan berkurang drastis, dan kelelahan fisik diminimalkan. Keberhasilan ini juga mendorong pembentukan saluran pemasaran yang lebih konsisten melalui agen lokal. Pada akhirnya, inisiatif berbasis teknologi ini terbukti efektif dalam memanfaatkan potensi agrowisata desa, memperkuat ekonomi kreatif lokal, dan membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan praktis.

Adopsi mesin pencukur bilah meningkatkan kapasitas produksi harian lebih dari 50%, memperpendek waktu pemrosesan, dan meminimalkan kelelahan fisik.Selain itu, masyarakat mengalami saluran pemasaran yang lebih konsisten melalui agen lokal, menciptakan hubungan yang lebih kuat antara produksi dan distribusi.Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pendapatan rumah tangga tetapi juga menyediakan model pemberdayaan masyarakat yang praktis dan berkelanjutan berdasarkan sumber daya pertanian lokal.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai model pemasaran digital, seperti Shopee dan FB Marketplace, dalam meningkatkan jangkauan pasar produk olahan midrib kelapa sawit. Kedua, penelitian tentang diversifikasi produk turunan midrib kelapa sawit, seperti pembuatan plat, dapat memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi teknologi sensor dan IoT untuk memantau kondisi midrib kelapa sawit secara real-time, sehingga dapat mengoptimalkan proses pengeringan dan meningkatkan kualitas produk. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih resilien dan berkelanjutan di desa-desa penghasil kelapa sawit.

  1. Key mechanisms of a gender and socially inclusive community engagement and participatory design approach... doi.org/10.1371/journal.pwat.0000186Key mechanisms of a gender and socially inclusive community engagement and participatory design approach doi 10 1371 journal pwat 0000186
  2. Participatory Action Research (PAR) Model for Developing A Tourism Village in Indonesia | Journal of... ejournal.umm.ac.id/index.php/LOGOS/article/view/21279Participatory Action Research PAR Model for Developing A Tourism Village in Indonesia Journal of ejournal umm ac index php LOGOS article view 21279
Read online
File size440.41 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test