UNBUNB
Jurnal Nusa SylvaJurnal Nusa SylvaTailing merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari proses penambangan emas. Pada material ini sering ditemukan adanya kandungan logam berat, seperti Pb dan Fe dalam konsentrasi tinggi, rendahnya beberapa unsur esensial untuk pertumbuhan tanaman, rendahnya kapasitas tukar kation (KTK), kandungan bahan organik, dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme penting dalam tanah. Dalam rangka untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi lahan yang terdominasi tailing melalui kegiatan revegetasi, telah dimanfaatkan organisme simbiotik dengan akar tanaman, cendawan mikoriza arbuskula (FMA). Untuk meningkatkan pertumbuhan FMA dibutuhkan dukungan guna mendorong terjadinya kolonisasi dengan inang tanaman yang menjadi target, sehingga peran FMA dalam membantu pertumbuhan tanaman dapat terwujud. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kompos aktif pada media tailing terhadap densitas spora dan kolonisasi FMA pada akar tanaman inang (semai Melia azedarach) serta mengetahui efek inokulasi mikoriza terhadap biomasa semai mindi (MIE). Penelitian dilakukan dalam rumah kaca dengan rancangan acak lengkap factorial, dengan 3 kali pengulangan dan menggunakan Uji DMRT untuk menganalisa pengaruh aplikasi kompos aktif pada media terhadap perkembangan FMA. Persen koloni FMA pada akar semai mindi, jumlah spora FMA pada media semai dan nilai Mycorrhiza inoculation effect (MIE) diukur dalam penelitian ini. Aplikasi kompos aktif pada media tailing dapat meningkatkan kolonisasi inokulan FMA NPI 126 (Glomus etunicatum) hingga 4 kali. Perlakuan tersebut juga mampu meningkatkan jumlah spora FMA dan kolonisasi FMA lokal. Nilai MIE yang positif hanya ditemukan pada semai yang ditanam pada media tailing dan media campuran tanpa aplikasi kompos aktif. Aplikasi kompos aktif pada media miskin hara berpotensi meningkatkan peran FMA dalam meningkatkan kualitas tanaman.
Aplikasi kompos aktif pada media tailing mampu meningkatkan kolonisasi inokulan FMA NPI 126 (Glomus etunicatum) hingga 300–819% serta meningkatkan jumlah spora dan kolonisasi FMA lokal hingga 10 kali lipat dibandingkan media tanpa kompos.Ketergantungan semai mindi terhadap FMA sangat tinggi pada media tanpa kompos, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Mycorrhiza Inoculation Effect (MIE) yang lebih tinggi dibandingkan media dengan aplikasi kompos aktif.Hal ini mengonfirmasi bahwa cendawan mikoriza berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman, terutama pada media tanam miskin hara seperti tailing.
Pertama, perlu diteliti apakah kombinasi kompos aktif dengan jenis inokulan FMA lainnya, seperti campuran lokal dari lahan tailing, dapat memberikan efek sinergis yang lebih baik dalam meningkatkan kolonisasi dan pertumbuhan semai mindi. Kedua, penting untuk menguji efektivitas kompos aktif dalam jangka panjang, termasuk pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan mindi setelah dipindahkan ke lapangan, guna menilai keberlanjutan manfaat aplikasi tersebut di luar kondisi rumah kaca. Ketiga, perlu dikaji peran mikoriza lokal yang tumbuh secara alami pada media tailing: apakah mereka memiliki adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi ekstrem, dan dapatkah mereka dimanfaatkan sebagai inokulan alami yang lebih murah dan berkelanjutan dibandingkan inokulan luar. Penelitian lebih lanjut juga bisa mengevaluasi bagaimana kompos aktif memengaruhi komunitas mikroba tanah secara keseluruhan, bukan hanya FMA, serta interaksinya dengan tanaman inang dalam memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah tailing. Selain itu, penting untuk menguji dosis optimal kompos aktif guna memastikan efisiensi biaya dan efektivitasnya pada berbagai jenis tanah tailing. Penelitian tentang respons spesifik mindi terhadap variasi formulasi kompos aktif juga perlu dilakukan untuk mengidentifikasi komposisi terbaik. Selanjutnya, perlu dieksplorasi bagaimana stres logam berat dalam tailing memengaruhi dinamika simbiosis antara FMA dan tanaman. Penting pula untuk mengevaluasi apakah kolonisasi mikoriza dapat mengurangi akumulasi logam berat dalam jaringan tanaman, yang berdampak pada keamanan ekosistem. Studi perbandingan antara berbagai spesies tanaman pionir dalam respons terhadap kombinasi kompos aktif dan FMA juga bisa memberikan wawasan baru dalam pemulihan lahan. Akhirnya, integrasi pendekatan ini dengan parameter ekologis lebih luas, seperti keanekaragaman mikroba dan stabilitas tanah, perlu diteliti untuk merancang strategi rehabilitasi yang lebih holistik.
- Growth of typha grass (Typha angustifolia) on gold-mine tailings with application of arbuscular mycorrhiza... smujo.id/biodiv/article/view/2477Growth of typha grass Typha angustifolia on gold mine tailings with application of arbuscular mycorrhiza smujo biodiv article view 2477
- STIMULASI KOLONISASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA PADA SEMAI MINDI (Melia azedarach LINN) DENGAN APLIKASI... doi.org/10.31938/jns.v24i2.808STIMULASI KOLONISASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA PADA SEMAI MINDI Melia azedarach LINN DENGAN APLIKASI doi 10 31938 jns v24i2 808
- Arbuscular mycorrhizal fungi and Rhizobium enhance the growth of Samanea saman (trembesi) planted on... doi.org/10.13057/biodiv/d210224Arbuscular mycorrhizal fungi and Rhizobium enhance the growth of Samanea saman trembesi planted on doi 10 13057 biodiv d210224
| File size | 810.96 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY 20% Caulerpa sp, dan D (Kontrol). Masing-masing perlakuan di uji dengan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung caulerpa20% Caulerpa sp, dan D (Kontrol). Masing-masing perlakuan di uji dengan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung caulerpa
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Untuk itu maka penelitian bertujuan untuk mempelajari bagaimana pengaruh dari aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan juga PGPR terutama pada komponenUntuk itu maka penelitian bertujuan untuk mempelajari bagaimana pengaruh dari aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan juga PGPR terutama pada komponen
POLINELAPOLINELA Kondisi iklim Indonesia dengan suhu berkisar antara 22 – 32oC serta curah hujan berkisar antara 1. 000 – 5. 000 mm/tahun sesuai untuk pertumbuhan tanamanKondisi iklim Indonesia dengan suhu berkisar antara 22 – 32oC serta curah hujan berkisar antara 1. 000 – 5. 000 mm/tahun sesuai untuk pertumbuhan tanaman
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Selain itu, waktu aplikasi urea terbukti sangat penting, di mana aplikasi sebelum tanam memberikan hasil lebih baik dibandingkan setelah tanam, mengindikasikanSelain itu, waktu aplikasi urea terbukti sangat penting, di mana aplikasi sebelum tanam memberikan hasil lebih baik dibandingkan setelah tanam, mengindikasikan
UNIVEDUNIVED Program ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Surat Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 1063/D-PRKP/TahunProgram ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Surat Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 1063/D-PRKP/Tahun
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. sebelum aplikasi Perban Modern dengan Busa Poliuretan Sekunder padaBerdasarkan hasil penelitian dan diskusi dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. sebelum aplikasi Perban Modern dengan Busa Poliuretan Sekunder pada
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Selain itu, pemrosesan limbah ekstraksi dye I. tinctoria menjadi pupuk organik harus terus diperjuangkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. PenelitianSelain itu, pemrosesan limbah ekstraksi dye I. tinctoria menjadi pupuk organik harus terus diperjuangkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian
UNSIMARUNSIMAR 3 cm dan 20. 1 cm (2) Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar jagung maka aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat diberikan.3 cm dan 20. 1 cm (2) Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar jagung maka aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat diberikan.
Useful /
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Tanah salin merupakan salah satu masalah serius dalam budidaya tanaman berkelanjutan. Pemanfaatan mikroorganisme *Trichoderma harzianum* yang berperanTanah salin merupakan salah satu masalah serius dalam budidaya tanaman berkelanjutan. Pemanfaatan mikroorganisme *Trichoderma harzianum* yang berperan
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Kebutuhan beras di Kabupaten Mamuju terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. 455 ton terus meningkatKebutuhan beras di Kabupaten Mamuju terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. 455 ton terus meningkat
AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY Luka bakar merupakan salah satu kecelakaan di rumah tangga dengan proporsi yang tertinggi dan memerlukan perawatan yang sangat kompleks. Tujuan dari studiLuka bakar merupakan salah satu kecelakaan di rumah tangga dengan proporsi yang tertinggi dan memerlukan perawatan yang sangat kompleks. Tujuan dari studi
UNWAHAUNWAHA Pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang memiliki 5 step: 1) Analysis 2) Design 3) Development 4) Implementation 5) Evaluation. Media ini sudah divalidasiPengembangan ini menggunakan model ADDIE yang memiliki 5 step: 1) Analysis 2) Design 3) Development 4) Implementation 5) Evaluation. Media ini sudah divalidasi