UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Penggunaan kayu sebagai bahan dasar industri mebel menimbulkan permasalahan limbah berupa serbuk gergajian kayu. Serbuk gergajian kayu merupakan material yang dapat dimanfaatkan dengan diolah melalui proses pirolisis menghasilkan asap cair dan arang. Arang hasil pirolisis Kayu Bawang (Azadirachta excelsa), Kayu Durian (Durio zibhetinus), Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni), dan Kayu Kopi (Coffea sp.) memiliki karakteristik yang berbeda. Pirolisis dilakukan pada suhu 300 – 350 oC selama 6 jam. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan SEM-EDS dan XRD. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa karakter arang hasil pirolisis menggunakan XRD menunjukkan bahwa komposisi arang masing-masing kayu memiliki karakter yang mirip ditunjukkan dengan adanya puncak melebar pada 2 theta 25° mengindikasikan arang yang terbentuk berstruktur amorf, sedangkan puncak-puncak 2 theta 17° dan 29° masing-masing menunjukkan keberadaan lignin dan CaCO3 dalam arang. Struktur morfologi permukaan arang berdasarkan hasil analisis SEM menunjukkan bahwa ada kemiripan morfologi antara arang Kayu Mahoni dan Kayu Kopi dengan diameter pori yang kecil dan berjarak, serta antara arang Kayu Durian dan arang Kayu Bawang yang menyerupai struktur sarang lebah. Komposisi arang hasil pirolisis menunjukkan bahwa komponen terbesar penyusun arang adalah karbon dengan persentase 45,4-56 %, kalsium sebesar 10-15,2%, dan oksigen sebesar 22,5-38,4% dengan komponen minor berupa Aluminium, Boron, Silikon, dan Kalium.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa arang hasil pirolisis memiliki struktur amorf dengan lignin yang belum terdekomposisi sempurna.Berdasarkan struktur porinya, arang kayu durian memiliki kemiripan struktur dengan arang kayu bawang, sementara arang kayu mahoni memiliki kemiripan dengan arang kayu kopi.Komposisi utama arang terdiri dari karbon, oksigen, dan kalsium, dengan unsur minor berupa boron, aluminium, silikon, dan kalium.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi proses aktivasi arang menggunakan berbagai bahan aktivator untuk meningkatkan luas permukaan dan kemampuan adsorpsi arang. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh jenis kayu terhadap struktur pori dan komposisi kimia arang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kayu lokal Bengkulu yang paling potensial untuk produksi arang aktif berkualitas tinggi. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk menguji efektivitas arang hasil pirolisis sebagai adsorben untuk menghilangkan polutan spesifik dari air atau udara, dengan mempertimbangkan variasi kondisi operasional seperti suhu, pH, dan konsentrasi polutan, sehingga dapat memberikan solusi praktis untuk permasalahan lingkungan di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pemanfaatan limbah kayu secara berkelanjutan dan pengembangan material adsorben lokal yang ramah lingkungan.

  1. PENENTUAN KONDISI OPTIMUM SUHU DAN WAKTU KARBONISASI PADA PEMBUATAN ARANG DARI SEKAM PADI | Jurnal Teknik... talenta.usu.ac.id/jtk/article/view/1423PENENTUAN KONDISI OPTIMUM SUHU DAN WAKTU KARBONISASI PADA PEMBUATAN ARANG DARI SEKAM PADI Jurnal Teknik talenta usu ac jtk article view 1423
  2. Profil Morfologi dan Difraksi Arang Hasil Pirolisis Beberapa Jenis Kayu Lokal Provinsi Bengkulu, Indonesia... bestjournal.untad.ac.id/index.php/kovalen/article/view/17289Profil Morfologi dan Difraksi Arang Hasil Pirolisis Beberapa Jenis Kayu Lokal Provinsi Bengkulu Indonesia bestjournal untad ac index php kovalen article view 17289
  3. PENGARUH JENIS BIOMASSA PADA PEMBAKARAN PIROLISIS TERHADAP KARAKTERISTIK DAN EFISIENSIBIOARANG - ASAP... journals.ums.ac.id/index.php/mesin/article/view/7976PENGARUH JENIS BIOMASSA PADA PEMBAKARAN PIROLISIS TERHADAP KARAKTERISTIK DAN EFISIENSIBIOARANG ASAP journals ums ac index php mesin article view 7976
Read online
File size608.04 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test