DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Rekam medis adalah bukti tertulis proses pelayanan yang diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya kepada pasien. Ketidaklengkapan dan keterlambatan dalam pengisian berkas rekam medis rawat inap serta keterlambatan pengembalian berkas rekam medis diyakini terkait dengan kurangnya kemampuan manajemen rumah sakit dalam mengelola rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Sistem Pengelolaan Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Perdagangan pada tahun 2019 dan mengatasi hambatan yang ada serta meningkatkan kualitas pelayanan di bagian rekam medis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Perdagangan masih tinggi, yaitu 34,79%. Tanggung jawab dokter dalam kelengkapan rekam medis rawat inap masih kurang. Faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan rekam medis rawat inap adalah pengetahuan, motivasi, sikap, dan kepemimpinan, serta kurangnya pengawasan manajemen rumah sakit. Disarankan kepada rumah sakit untuk memiliki SOP yang jelas bagi seluruh personel untuk memfasilitasi pekerjaan dan melaksanakan proses kelengkapan pengisian rekam medis serta evaluasinya, dan manajemen rumah sakit perlu melakukan pengawasan terhadap seluruh komponen rumah sakit, terutama dokter dalam pengisian rekam medis.

Tingkat ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Perdagangan Kabupaten Simalungun masih tinggi.Tanggung jawab dokter dalam proses kelengkapan rekam medis rawat inap masih kurang.Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan observasi diketahui bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan rekam medis adalah pengetahuan, motivasi, sikap, dan kepemimpinan.Perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas bagi semua personel untuk memfasilitasi pelaksanaan proses kelengkapan pengisian rekam medis serta evaluasinya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling signifikan memengaruhi motivasi dokter dalam mengisi rekam medis secara lengkap, dengan mempertimbangkan aspek budaya kerja dan sistem insentif. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak penerapan SOP yang jelas terhadap tingkat kelengkapan rekam medis dan kualitas pelayanan secara keseluruhan, serta mengidentifikasi indikator kinerja utama yang perlu dipantau secara berkala. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis praktik terbaik pengelolaan rekam medis di rumah sakit lain yang memiliki tingkat kelengkapan yang lebih tinggi, dengan tujuan mengidentifikasi strategi dan inovasi yang dapat diadopsi oleh Rumah Sakit Umum Daerah Perdagangan.

Read online
File size462.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test