DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan berbagai cedera. Kepala merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena cedera pada kecelakaan lalu lintas. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas di instalasi Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah 116 digunakan sebagai sampel studi kasus. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,479) antara usia dan kejadian trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p) = 0,302 antara jenis kelamin dengan kejadian cedera kepala pada kecelakaan lalu lintas cross.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan penyebab kematian pada trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas di RSUD dr.Pirngadi Kota Medan didapati kesimpulan sebagai berikut.Korban berjenis kelamin laki-laki lebih banyak mengalami trauma kepala dibandingkan perempuan.Korban dengan usia 10-25 tahun lebih banyak mengalami trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas.Penyebab kematian akibat keluarnya jaringan otak paling banyak pada trauma kepala, yaitu sebanyak 47 orang.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan usia dengan penyebab kematian pada trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas dengan nilai probabilitas (p) = 0,479.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan jenis kelamin dengan penyebab kematian pada trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas dengan nilai probabilitas (p) = 0,302.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas, seperti kondisi jalan, kualitas kendaraan, dan tingkat pengawasan lalu lintas. Hal ini penting untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang lebih luas dan merancang intervensi yang lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program keselamatan lalu lintas yang sudah ada, seperti kampanye penggunaan helm dan sabuk pengaman, serta pelatihan mengemudi yang aman. Evaluasi ini dapat memberikan umpan balik yang berharga untuk meningkatkan efektivitas program dan memastikan bahwa sumber daya dialokasikan secara optimal. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi risiko kecelakaan lalu lintas yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko yang relevan. Model ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi area-area rawan kecelakaan dan memprioritaskan upaya pencegahan.

Read online
File size446.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test