UHTUHT
Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical JournalStunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang sering dihadapi oleh balita pada masa sekarang. Kondisi stunting dapat mengganggu perkembangan fisik dan fungsi kognitif hingga meningkatkan risiko kematian. Riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi salah satu faktor risiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara BBLR dengan terjadinya stunting pada balita berusia 24 sampai 60 bulan di Puskesmas Tabanan I tahun 2018-2019. Metode penelitian yang diterapkan adalah analitik dengan format studi kasus kontrol, dengan data sekunder yang berasal dari bagian gizi dan kesehatan ibu anak di Puskesmas Tabanan I. Subjek penelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling yaitu sejumlah 190 balita yang tercatat dalam laporan stunting dan BBLR sesuai kriteria eksklusi dan inklusi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan aplikasi SPSS versi 25.0 menggunakan uji korelasi Spearman. Berdasarkan hasil uji Chi square, ditemukan nilai p sebesar 0,027 (p<0,05), menunjukkan adanya hubungan antara BBLR dengan terjadinya stunting pada anak berusia 24-60 bulan. Selain itu, nilai OR sebesar 2,17 mengindikasikan bahwa balita dengan riwayat BBLR memiliki risiko 2,17 kali lipat lebih tinggi untuk menderita stunting.
Kesimpulan dari studi ini adalah angka kejadian BBLR di Puskesmas Tabanan I tahun 2018-2019 sebesar 3%, dengan angka kejadian stunting sebesar 4%.Korelasi yang signifikan ditemukan antara BBLR dengan terjadinya stunting pada balita berusia 24-60 bulan di Puskesmas Tabanan I dengan nilai p 0,027 (p<0,05).Nilai OR 2,17 mengindikasikan bahwa risiko menderita stunting sebesar 2,17 kali lipat lebih tinggi pada balita dengan riwayat BBLR.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi dan strategi pencegahan stunting pada balita dengan riwayat BBLR. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi gizi, pendidikan kesehatan, dan dukungan sosial dalam mengurangi risiko stunting pada kelompok balita ini. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap stunting, seperti kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, akses terhadap layanan kesehatan, dan praktik pemberian makan pada balita. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi yang lebih terarah dan efektif dapat dikembangkan untuk mengurangi prevalensi stunting pada balita dengan riwayat BBLR.
| File size | 258.6 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
Q2LIIQ2LII Faktor risiko utama antara lain usia ibu, riwayat obstetri, status gizi, dan penyakit penyerta. Strategi perawatan efektif meliputi deteksi dini melaluiFaktor risiko utama antara lain usia ibu, riwayat obstetri, status gizi, dan penyakit penyerta. Strategi perawatan efektif meliputi deteksi dini melalui
Q2LIIQ2LII Artikel yang dianalisis berasal dari publikasi internasional dan nasional dengan tahun terbit relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi medis,Artikel yang dianalisis berasal dari publikasi internasional dan nasional dengan tahun terbit relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi medis,
STIKESNHSTIKESNH Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklist. Data yang telah dikumpulkanPengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklist. Data yang telah dikumpulkan
UNARUNAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum persepsi tenaga kesehatan terhadap RME berada pada kategori tinggi, dengan 65,2% responden memiliki persepsiHasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum persepsi tenaga kesehatan terhadap RME berada pada kategori tinggi, dengan 65,2% responden memiliki persepsi
UNARUNAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 18-20 tahun (58,3%), berjenis kelamin perempuan (69,5%), dan mayoritas mengalami burnoutHasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 18-20 tahun (58,3%), berjenis kelamin perempuan (69,5%), dan mayoritas mengalami burnout
ITEKES BALIITEKES BALI Di sebuah rumah sakit di Bandung, prevalensi BBLR naik dari 9,81% pada 2020 menjadi 10,6% pada 2021, sering dikaitkan dengan hipoglikemia dan asfiksiaDi sebuah rumah sakit di Bandung, prevalensi BBLR naik dari 9,81% pada 2020 menjadi 10,6% pada 2021, sering dikaitkan dengan hipoglikemia dan asfiksia
UNIGRESUNIGRES Kecenderungan mencoba hal-hal baru akan sangat rentan bagi remaja untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaanKecenderungan mencoba hal-hal baru akan sangat rentan bagi remaja untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan
AKPERAKPER Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPM Margiati tahun 2011-2014 dengan jumlah 310 bayi. Jumlah sampel yang digunakan yaituPopulasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPM Margiati tahun 2011-2014 dengan jumlah 310 bayi. Jumlah sampel yang digunakan yaitu
Useful /
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Saran: Diperlukan integrasi sistem informasi manajemen, monitoring ITOR bulanan, dan pelatihan berkala staf farmasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalianSaran: Diperlukan integrasi sistem informasi manajemen, monitoring ITOR bulanan, dan pelatihan berkala staf farmasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian
MAHARDIKAMAHARDIKA Berdasarkan hasil penelitian dengan metode studi kasus gawat darurat dan kritis pada pasien Tn. S dengan Intracerebral Hemorhage di ruang ICU RSD GunungBerdasarkan hasil penelitian dengan metode studi kasus gawat darurat dan kritis pada pasien Tn. S dengan Intracerebral Hemorhage di ruang ICU RSD Gunung
POLIJEPOLIJE Penggunaan ban mobil sebagai pengganti silinder dimaksudkan untuk meminimalisir kerusakan biji jagung. Mesin pemipil ini terdiri dari komponen utama: rangka,Penggunaan ban mobil sebagai pengganti silinder dimaksudkan untuk meminimalisir kerusakan biji jagung. Mesin pemipil ini terdiri dari komponen utama: rangka,
AKPERAKPER Penelitian ini menggunakan desain analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah PuskesmaPenelitian ini menggunakan desain analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Puskesma