IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Kawasan hutan mangrove memiliki keanekaragaman hayati dan biota yang beragam, kawasan ini potensial dikembangkan sebagai kawasan ekowisata bahari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indeks kesesuaian wisata, daya dukung kawasan, dan daya dukung pemanfaatan ekowisata mangrove di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Metode pengambilan data mangrove menggunakan transek garis dan plot (Line Transect Plot). Hasil penelitian mendapatkan jenis mangrove di lokasi penelitian adalah Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Avicennia marina, dan Aegiceras cornitulatum. Kesesuaian kawasan untuk dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata bahari kategori mangrove untuk semua stasiun pada kondisi sesuai bersyarat. Daya dukung kawasan menunjukkan hasil kemampuan suatu kawasan dalam menyediakan ruang bagi pemanfaatan sebanyak 199 orang per hari, sedangkan untuk per trip sebanyak 25 orang per trip. Daya dukung pemanfaatan dengan mempertimbangkan persentase kawasan untuk konservasi sebesar 10% maka diperoleh hasil sebanyak 20 orang per hari.

Kesesuaian kawasan untuk ekowisata mangrove di semua stasiun berada dalam kategori sesuai bersyarat, yang menunjukkan potensi pengembangan meskipun masih memerlukan peningkatan pada beberapa parameter.Daya dukung kawasan mencapai 199 orang per hari, dengan daya dukung per trip sebanyak 25 orang.Sementara itu, daya dukung pemanfaatan dengan mempertimbangkan konservasi sebesar 10% dari kawasan menghasilkan kapasitas maksimal 20 orang per hari.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penanaman mangrove jenis Rhizophora dan Sonneratia dalam meningkatkan ketebalan dan kerapatan hutan mangrove untuk mendukung kelayakan ekowisata secara jangka panjang. Kedua, penting untuk mengevaluasi bagaimana partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata mangrove dapat ditingkatkan melalui model bisnis berkelanjutan yang meningkatkan pendapatan warga tanpa merusak ekosistem. Ketiga, perlu dikaji penerapan sistem zonasi kunjungan wisata yang membatasi jumlah pengunjung per jam, serta dampaknya terhadap kenyamanan wisatawan dan kesehatan ekosistem mangrove, agar konservasi dan pemanfaatan bisa berjalan seimbang.

Read online
File size262.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test