UBTUBT
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianJ-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianThe role of institutions is crucial in the hydroponic vegetable agribusiness subsystem, encompassing input procurement to marketing to enhance product quality and value. However, the institutions in the hydroponic vegetable agribusiness system in Tarakan City have not shown a significant role, indicating the non-functional institutionalization of related institutions. This has led to both horizontal and vertical sectoral egos and conflicts between institutions. This research uses a systems approach to identify and study the institutions involved and the structural model of the hydroponic vegetable agribusiness institution. The research method used was descriptive qualitative with Interpretative Structural Modeling (ISM) data analysis techniques. Purposive sampling was utilized for data collection. The findings reveal that institutions that should have a role in hydroponic vegetable agribusiness are the Food Security and Agriculture Department, Agricultural Extension, Middlemen, Cooperative Department, Small and Medium-sized Enterprises (SMEs), Industry and commerce Department, Cooperatives, Banks, Association of Farmers Groups, Farmer Group, Agricultural Shops, and Central of Bureau of Statistics. The institutions roles include policy-making, facilitation, provision of farming inputs and infrastructure, financial services, lending, selling, marketing, and processing of products. The structural model of the institutions involvement in hydroponic vegetable agribusiness in Tarakan City consists of four levels, with the Key Actor Institution at Level 1, including the Food Security and Agriculture department, Agricultural Extension, Middlemen, Farmer Groups, and Agricultural Shops. The fifth institution is expected to be a driving force in hydroponic vegetable agribusiness.
Based on the research results using the Interpretative Structural Modelling (ISM) approach and empirical studies, it can be concluded that the institutions that play a significant role in hydroponic vegetable agribusiness in Tarakan City are the Food and Agriculture Security Department, Agricultural Extension, Middlemen, Cooperative Office, SMEs, Industry and Commerce Department, Cooperatives, Banks, Association of Farmers Groups, Farmer Groups/Women Farmer Groups, Agricultural Shops, and Central Bureau of Statistics.These institutions play various roles in all subsystems of agribusiness, from upstream to downstream, serving as policymakers, facilitators, providers of farming input facilities and infrastructure, financial service providers, lenders, sellers, and marketers.Furthermore, the structural model of the role of hydroponic vegetable agribusiness institutions in Tarakan City consists of four levels, with level 1 being the most important institution that includes the Food Security and Agriculture Department, Agricultural Extension Officers, Middlemen, Farmer Groups/ Women Farmer Groups, and Agricultural Shops.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas koordinasi antar lembaga yang terlibat dalam agribisnis sayuran hidroponik di wilayah perbatasan, dengan fokus pada pengembangan model kemitraan yang saling menguntungkan. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan peran dan kinerja lembaga agribisnis hidroponik di berbagai wilayah perbatasan di Indonesia, guna mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang serupa. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penerapan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok agribisnis sayuran hidroponik, termasuk penggunaan platform e-commerce untuk memperluas akses pasar bagi petani dan meminimalkan peran perantara yang tidak efisien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan agribisnis hidroponik dan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
| File size | 131.18 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWAHAUNWAHA Tujuan program adalah memotivasi ketertarikan siswa terhadap teknologi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan pengetahuan mereka mengenaiTujuan program adalah memotivasi ketertarikan siswa terhadap teknologi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan pengetahuan mereka mengenai
ILININSTITUTEILININSTITUTE Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner pre–post, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkanData dikumpulkan melalui observasi, kuesioner pre–post, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan
UNUGHAUNUGHA Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel lingkungan (suhu air, pH air, dan tingkat oksigen terlarut) memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitasHasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel lingkungan (suhu air, pH air, dan tingkat oksigen terlarut) memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Meskipun demikian, sejak awal pembentukan Brigade Pangan beragam tantangan yang dihadapi, di antaranya adalah lemahnya koordinasi dan sinergi antar lembaga.Meskipun demikian, sejak awal pembentukan Brigade Pangan beragam tantangan yang dihadapi, di antaranya adalah lemahnya koordinasi dan sinergi antar lembaga.
UPBUPB Area penelitian dipilih secara sengaja (metode purposif) di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak Rembangan. Pemilihan responden menggunakan metodeArea penelitian dipilih secara sengaja (metode purposif) di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak Rembangan. Pemilihan responden menggunakan metode
UPBUPB Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik konsumen dan bagaimana proses pengambilan keputusan pembelian terjadi, sehingga petani hidroponikPenelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik konsumen dan bagaimana proses pengambilan keputusan pembelian terjadi, sehingga petani hidroponik
IDID Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang merupakan aktivitas berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan empatiKegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang merupakan aktivitas berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan empati
PNLPNL Hidroponik dalam bahasa inggris hydroponic, berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti Air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenalHidroponik dalam bahasa inggris hydroponic, berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti Air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal
Useful /
UNUGHAUNUGHA Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai hambatan yang dihadapi oleh agritourism Lambung Bukit, seperti keterbatasan informasi dan aksesibilitasLangkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai hambatan yang dihadapi oleh agritourism Lambung Bukit, seperti keterbatasan informasi dan aksesibilitas
UNUGHAUNUGHA Urban farming mampu menghasilkan pangan secara efisien dan ramah lingkungan, menawarkan peluang besar untuk pengembangan di Indonesia guna mendukung ketahananUrban farming mampu menghasilkan pangan secara efisien dan ramah lingkungan, menawarkan peluang besar untuk pengembangan di Indonesia guna mendukung ketahanan
UNUGHAUNUGHA CDA tidak hanya mengidentifikasi area kekuatan, tetapi juga mengungkapkan kelemahan yang mungkin tidak terdeteksi dalam asesmen konvensional. Selain itu,CDA tidak hanya mengidentifikasi area kekuatan, tetapi juga mengungkapkan kelemahan yang mungkin tidak terdeteksi dalam asesmen konvensional. Selain itu,
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Resiko budidaya cabai sangat tinggi akibat dari fluktuasi harga cabai dan tingginya serangan OPT, oleh karena itu sistem kemitraan menjadi salah satu solusinya.Resiko budidaya cabai sangat tinggi akibat dari fluktuasi harga cabai dan tingginya serangan OPT, oleh karena itu sistem kemitraan menjadi salah satu solusinya.