RADEN FATAHRADEN FATAH

Medina-Te : Jurnal Studi IslamMedina-Te : Jurnal Studi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana . Metode penelitian dalam studi ini pada dasarnya menggunakan penelitian yang menggunakan deskriptif kualitatif. Adapaun hasil dalam penelitian ini dinamika kelompok minoritas Budha dalam masyarakat Islam Melayu Palembang secara dinamis berkaitan dengan identitas-identitas kelompok yang dikuatkan dengan identitas keagamaan maupun identitas budaya yang berwujud identitas etnis, identitas tradisi lokal, maupun identitas pemikiran keagamaan. Dinamika hubungan dapat menuju kepada kerukunan antar umat Budha karena adanya faktor-faktor yang mendukung ke arah kerukunan tersebut. Dimana pemilik identitas budaya melakukan kompromi yang pada akhirnya menjadikan akulturasi budaya sama-sama mendukung terciptanya keseimbangan dalam masyarakat. Strategi adaptasi yang dilakukan oleh umat Budha dalam upaya membangun kerukunan di lingkungannya, melalui strategi kultural, yakni akulturasi, dan membangun budaya dominan.Peran pemuka agama dalam pengembangan Buddha di Palembang, yaitu dengan membangun relasi antara agama dan etnisitas, agama dan pemikiran keagamaan, agama dan budaya nusantara, agama dan budaya asing. Melakukan pendalaman pengamalan ibadah dengan menjalankan ritual sembah sujud setiap hari. Melakukan bakti puja setiap hari tiga kali, memberikan ceramah dharma setelah bakti puja. Selain di hari biasa juga dilakukan di hari-hari besar keagamaan seperti peringatan kelahiran Buddha dan Bodisatva.

Strategi adaptasi yang dilakukan oleh umat Budha dalam upaya membangun kerukunan di lingkungannya, di antaranya melalui strategi kultural, yakni akulturasi, dan membangun budaya dominan.Strategi lainnya melalui strategi struktural, yakni dengan memanfaatkan kekuasaan pemerintah, dan legalitas normatif untuk menjaga situasi yang aman dan tertib.Pertama, Secara historis keberadaan umat Budha dalam masyarakat Islam Melayu Palembang sudah ada sejak awal berdirinya kerajaan Sriwijaya.Hal tersebut diketahui berdasarkan catatan I Tsing yang menginformasikan tentang keberadaan agama Budha di Palembang beserta guru atau pembawa ajarannya.Kedua, Dalam merespon tekanan sebagai minoritas dan menjamin kelangsungan hidup umat dan agama, umat Buddha di Palembang menanggapi dengan baik.Karena yang menyampaikan adalah pemuka agamanya sendiri.Contohnya, umat Buddha dalam menjaga bumi tercinta yaitu dengan pengurangan penggunaan plastik, bervegetarian, membuat Ecoenzym untuk kehidupan sehari hari sebagai daur ulang, Ketiga, dalam melakukan akomodasi kultural dengan masyarakat lokal dan kelangsungan hidup umat, yang dilakukan adalah menyatu dengan masyarakat.Mmisalnya dengan berperan serta dalam kegiatan gotong royong dalam pemebrsihan saluran air, serta pembersijhan lingkungan Vihara.Membantu masyarakat yang kurang mampu dengan tidak memperhatiakn latar belakang agama, ras dan golongan.Keempat, dalam pengembangan agama Buddha di Indonesia khususnya di Palembang, seperti yang diungkapkan oleh Sudhamek AWS, yang merupakan ketua umum Majelis Budhayana Indonesia, sekaligus biksu di Vihara Dharmavimala, yaitu tergantung dari umatnya sendiri, bukan kepada orang lain.Kalau umat Buddha betul-betul mempraktikkan ajaran Buddha, tidak iri, tidak merasa dengki, akan tetapi penuh kasih sayang, cinta kasih kepada sesama, maka agama Buddha akan berkembang pesat.Kelima, peran pemuka agama dalam pengembangan Buddha di Palembang, yaitu selain menjalankan ritual sembah sujud setiap hari, melakukan meditasi sesuai dengan aliran.

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian tentang bagaimana strategi adaptasi yang dilakukan oleh umat Budha dalam upaya membangun kerukunan di lingkungannya, terutama dalam hal akulturasi budaya dan membangun budaya dominan. Kedua, penelitian tentang peran pemuka agama dalam pengembangan Buddha di Palembang, khususnya dalam hal membangun relasi antara agama dan etnisitas, agama dan pemikiran keagamaan, agama dan budaya nusantara, serta agama dan budaya asing. Ketiga, penelitian tentang bagaimana umat Buddha di Palembang merespon tekanan sebagai minoritas dan menjamin kelangsungan hidup umat dan agama, serta bagaimana mereka menjaga bumi tercinta dengan pengurangan penggunaan plastik, bervegetarian, dan membuat Ecoenzym untuk kehidupan sehari-hari sebagai daur ulang.

Read online
File size655.27 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test