ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

OrnamenOrnamen

Kampung Surtanan di Desa Serenan, Kabupaten Klaten, memiliki sumber daya manusia pembatik yang selama ini memproduksi batik berdasarkan pesanan dari pengusaha di Solo dan Yogyakarta. Namun, pola produksi yang bergantung pada adanya pesanan menghambat motivasi untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi produk kerajinan yang sejalan dengan perkembangan industri kerajinan. Kelompok pembatik yang juga menghadapi kendala dalam pengetahuan mengenai diversifikasi produk dan strategi produksinya. Menyikapi permasalahan tersebut, Tim ISI Surakarta memberikan solusi melalui pelatihan diversifikasi produk dengan teknik cetak motif batik pada media keramik. Pelatihan ini melibatkan para pembatik dan perajin ukir yang masih memiliki ikatan kekerabatan, guna menciptakan kolaborasi berkelanjutan dalam kerajinan. Selain memperkaya teknik dan variasi produk, pelatihan ini juga memperkuat manajemen produksi melalui tradisi rewang serta peran kerabat pembatik dalam mengembangkan cetakan keramik. Pendampingan intensif dari Tim instruktur ISI Surakarta kepada 25 orang pembatik diharapkan dapat menguatkan potensi kreativitas dan kolaborasi yang berdampak berkelanjutan.

Pelatihan teknik keramik bermotif batik di kampung Surtanan Kabupaten Klaten berhasil memperlihatkan potensi signifikan dalam mendukung diversifikasi produk kerajinan berbasis motif tradisional.Pelatihan ini menunjukkan bahwa ibu-ibu pembatik memiliki adaptabilitas tinggi terhadap teknik baru, seperti teknik cetak untuk aplikasi motif batik pada media keramik.Secara teknis, hasil karya yang dihasilkan berhasil mencerminkan perpaduan antara budaya tradisional dan inovasi pada media keramik.Dengan demikian, pengembangan kapasitas teknis, inovasi produk, serta dukungan kolaboratif dapat menciptakan peluang ekonomi baru yang berbasis nilai-nilai lokal.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperluas pemahaman dan manfaat dari pengembangan keramik batik ini. Pertama, perlu dilakukan pendampingan teknis berkelanjutan untuk meningkatkan kontrol kualitas produk keramik, khususnya dalam manajemen pengeringan dan pembakaran. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan produk dan inovasi desain, dengan menggabungkan elemen-elemen batik kontemporer tanpa mengesampingkan nilai tradisional, sehingga produk dapat terus berkembang sesuai dengan permintaan pasar. Ketiga, penting untuk menjalin kolaborasi pentahelix yang melibatkan lembaga pendidikan tinggi, peneliti, pelaku usaha, media, dan instansi pemerintah untuk mendukung pemberdayaan komunitas perajin melalui berbagai program peningkatan keterampilan dan pengembangan pasar, termasuk penyediaan fasilitas pembakaran keramik dan pelatihan intensif.

  1. INOVASI INKREMENTAL SEBAGAI STRATEGI & KEUNGGULAN DAYA SAING DI INDUSTRI FURNITURE VIETNAM (STUDI... doi.org/10.25105/dim.v16i1.6160INOVASI INKREMENTAL SEBAGAI STRATEGI KEUNGGULAN DAYA SAING DI INDUSTRI FURNITURE VIETNAM STUDI doi 10 25105 dim v16i1 6160
  2. Journal | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. journal universitas nahdlatul ulama surabaya plugins... doi.org/10.33086/cdj.v4i2.1771Journal Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya journal universitas nahdlatul ulama surabaya plugins doi 10 33086 cdj v4i2 1771
  3. Konstruksi Model Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship) Sebagai Gagasan Inovasi Sosial Bagi Pembangunan... ojs.upj.ac.id/index.php/journal_widya/article/view/7Konstruksi Model Kewirausahaan Sosial Social Entrepreneurship Sebagai Gagasan Inovasi Sosial Bagi Pembangunan ojs upj ac index php journal widya article view 7
Read online
File size1.43 MB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test