ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya RupaBrikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa

Situs Tantaduo merupakan situs megalitikum yang berada di Lembah Bada taman nasional lore lindu. Arca Watu Baula sebagai objek megalitikum dianalisis dengan pendekatan sosio semiotika eco yang terdiri dari signifikansi, kode, dan konteks untuk kemudian diinterpretasikan dengan metode hubungan diadik dan triadik antara denotasi, konotasi, dan objek. Hasil penelitian secara analisis deskriptif menunjukkan bahwa secara sosio semiotika bentuk arca terdapat berbagai objek penanda yang ditemukan pada badan artefak megalitikum di arca Watu Baula situs Tantaduo, seperti lingkaran garis-garis, corak, guratan dan bolongan-bolongan pada badan arca, memiliki tanda simbolik sebagai representasi masyarakat yang sudah melakukan kegiatan bercocok tanam dalam kehidupan sosial masyarakat megalitikum. Bentuk lingkaran dan bolongan melambangkan symbol siklus hidup dan keberlanjutan, sedangkan ukiran manusia mencerminkan penghormatan terhadap leluhur. Di lembah Bada selalu menunjukkan adanya hubungan budaya atau bahasa komunikasi antara kelompok-kelompok masyarakat di wilayah tersebut. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kondisi masyarakat lokal di sekitar situs-situs megalitikum tersebut memiliki kesamaan dalam sistem simbolik sebagai bahasa dan kepercayaan mereka.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk arca yang ditemukan pada badan artefak megalitikum di arca Watu Baula situs Tantaduo, seperti lingkaran garis-garis, spiral, dan bolongan-bolongan, memiliki tanda simbolik yang merepresentasikan kegiatan bercocok tanam dan kehidupan sosial masyarakat megalitikum.Bentuk lingkaran dan bolongan melambangkan siklus hidup dan keberlanjutan, sementara ukiran manusia mencerminkan penghormatan terhadap leluhur.Masyarakat megalitikum di Lembah Bada menggunakan sistem kode simbolik yang kompleks, dan simbol-simbol tersebut terkait erat dengan konteks sosial, budaya, dan sejarah masyarakat setempat.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggali lebih dalam mengenai hubungan antara simbol-simbol pada arca Watu Baula dengan kepercayaan animisme dan praktik ritual masyarakat megalitikum di Lembah Bada. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan simbol-simbol pada arca Watu Baula dengan simbol-simbol yang ditemukan pada situs megalitikum lain di Indonesia atau bahkan di wilayah lain di dunia, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta memahami jaringan pertukaran budaya pada masa lampau. Terakhir, penelitian interdisipliner yang melibatkan arkeologi, semiotika, antropologi, dan sejarah lokal dapat dilakukan untuk merekonstruksi kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat megalitikum di Lembah Bada secara lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan perspektif lokal dan pengetahuan tradisional yang masih hidup di masyarakat setempat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang warisan budaya megalitikum di Indonesia dan kontribusinya terhadap identitas dan keberlanjutan budaya masyarakat lokal.

  1. Cultural and Communication Approaches in the Design of Visual Communication Design Works | Journal of... jolcc.org/index.php/jolcc/article/view/5Cultural and Communication Approaches in the Design of Visual Communication Design Works Journal of jolcc index php jolcc article view 5
Read online
File size2.34 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test