LMULMU

SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik MesinSJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin

Pengujian kebocoran dalam produksi bata timbal menggunakan sumber radioaktif berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem uji tak rusak berbasis ultrasonik guna mengurangi risiko radiasi. Sistem ini mencakup transduser Partial Immerse Technique, papan un0rick, dan laptop. Karena ultrasonik jarang digunakan untuk bahan timbal, diperlukan optimasi parameter. Parameter yang dioptimalkan adalah frekuensi transduser 500 KHz dan lebar pulsa 0,5 μs. Tiga kasus diuji: (1) Bata timbal standar, yang memiliki kecepatan rambat 2.156 m/s. (2) Bata timbal dengan cacat buatan, di mana lokasi cacat diperkirakan dengan kesalahan 16,62%, 0,44%, 9,57%, dan 6,2%. (3) Bata timbal dengan cacat alami, yang memiliki kesalahan estimasi lokasi cacat sebesar 1,08%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi parameter pada sistem uji tak rusak berbasis ultrasonik berhasil dan sistem dapat digunakan untuk kontrol kualitas dalam produksi bata timbal.

Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan sebuah sistem uji tak rusak berbasis ultrasonik untuk deteksi cacat pada bata timbal.Parameter-parameter ultrasonik yang diperoleh diadopsi dari penggunaan uji tak rusak berbasis ultrasonik pada logam berbahan dasar besi.Parameter-parameter ultrasonik yang didapatkan di antaranya adalah frekuensi transduser yang tepat pada bata timbal adalah 500 KHz dengan lebar pulsa 0.Setelah mendapatkan parameter-parameter ultrasonik, maka parameter-parameter tersebut digunakan untuk menguji tiga buah sampel yang telah difabrikasi sebelumnya menggunakan metode pengecoran konvensional.Pada kasus pertama digunakan bata timbal standar dengan kondisi ideal tanpa cacat.Hasil yang didapatkan pada kasus pertama adalah cepat rambat gelombang ultrasonik dari sebuah bata timbal bernilai 2.156 m/s yang dimana hampir mendekati cepat rambat ideal dari timbal dengan nilai 2.Cepat rambat tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan estimasi kedalaman cacat.Pada kasus kedua digunakan bata timbal dengan cacat buatan berupa lubang bor yang berada pada beberapa lokasi tertentu dengan kedalaman 10 mm, 20 mm, 25 mm, dan 40 mm.Hasil pengukuran dan perhitungan dari sistem ultrasonik menyebutkan bahwa estimasi lokasi cacat titik ke-1 berada pada 23,32 mm dengan error 16,62 %, estimasi lokasi cacat pada titik ke-2 adalah 25,1 mm dengan error 0,44 %, estimasi lokasi cacat titik ketiga adalah 36,17 mm dengan error 9,57 %, dan estimasi lokasi cacat titik ke-4 adalah 9,38 mm dengan error 6,2 %.Rata-rata error dari perhitungan tersebut adalah 8,2 %.Terdapat deviasi antara lokasi cacat yang asli dengan estimasi cacat dari gelombang ultrasonik.Akan tetapi hal tersebut masih dapat diterima selama deviasi cacat masih bernilai -rlubang < d < rlubang atau -3 mm < d < 3mm.Sedangkan pada kasus ketiga dengan bata timbal dengan cacat alami karena solidifikasi tidak sempurna menghasilkan estimasi cacat 26.77 mm dengan error bernilai 1,08 %.Beberapa aspek yang dapat dikembangkan selanjutnya adalah meningkatkan resolusi dari transduser.Resolusi aksial berpengaruh terhadap kualitas puncak pantulan dari sinyal A-mode.Resolusi aksial dapat diperbaiki dengan penggunaan Time Gain Compensation (TGC).Metode ini akan memberikan amplifikasi kekuatan sinyal yang ketika semakin lama semakin melemah menjadi tetap kuat.Aspek lain yang dapat diperbaiki adalah akurasi dari sistem mengingat error yang dihasilkan masih cukup besar diakibatkan diameter lubang simulasi cacat yang cukup besar.Akurasi sistem dapat ditingkatkan dengan memperkecil diameter lubang simulasi cacat pada bata timbal dan diuji ulang untuk melihat kemampuan maksimal dari sistem.

Untuk meningkatkan resolusi dan akurasi sistem, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan transduser dengan resolusi aksial yang lebih baik. Selain itu, studi tentang penggunaan Time Gain Compensation (TGC) dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sinyal A-mode dan mengurangi kesalahan dalam estimasi kedalaman cacat. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi efek diameter lubang simulasi cacat pada akurasi sistem, dengan tujuan untuk menemukan ukuran lubang optimal yang dapat meningkatkan kemampuan deteksi sistem.

  1. SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin. ultrasonic based non destructive testing system quality control... kinematika.ulm.ac.id/index.php/kinematika/article/view/323SJME KINEMATIKA Jurnal Teknik Mesin ultrasonic based non destructive testing system quality control kinematika ulm ac index php kinematika article view 323
  2. SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin. hardness test al cu alloys variation pouring temperature pressure... kinematika.ulm.ac.id/index.php/kinematika/article/view/198SJME KINEMATIKA Jurnal Teknik Mesin hardness test al cu alloys variation pouring temperature pressure kinematika ulm ac index php kinematika article view 198
  3. SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin. analisis proses pengecoran permesinan bushing roda kereta galangan... doi.org/10.20527/sjmekinematika.v1i2.21SJME KINEMATIKA Jurnal Teknik Mesin analisis proses pengecoran permesinan bushing roda kereta galangan doi 10 20527 sjmekinematika v1i2 21
Read online
File size1.34 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test