BMABERSAMABMABERSAMA

Progressus HumanitatisProgressus Humanitatis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pertumbuhan Kredit Modal Kerja (PKMK) dan Pertumbuhan Kredit Investasi (PKI) pada UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (PDB) periode 2013-2023. Tahun 2013 digunakan sebagai tahun dasar untuk perhitungan pertumbuhan, sehingga jumlah data observasi sebanyak 10 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), serta dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui software EViews 12. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial, Pertumbuhan Kredit Modal Kerja (thitung = 4.187531; probabilitas = 0.0041) dan Pertumbuhan Kredit Investasi (thitung = 4.832262; probabilitas = 0.0019) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, karena thitung > ttabel (2.36462) pada tingkat signifikansi 0.05. Secara simultan, kedua variabel juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Fhitung sebesar 12.74913 > Ftabel 4.737 dan nilai probabilitas sebesar 0.004638 < 0.05. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 72,3% menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan sebagian besar variasi Pertumbuhan Ekonomi, sisanya sebesar 27,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

Secara parsial, variabel Pertumbuhan Kredit Modal Kerja (PKMK) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (PDB).Secara parsial, variabel Pertumbuhan Kredit Investasi (PKI) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (PDB).Secara simultan, variabel Pertumbuhan Kredit Modal Kerja (PKMK) dan Pertumbuhan Kredit Investasi (PKI) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (PDB).

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan variabel independen dengan menambahkan faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, atau investasi asing langsung. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kedua, penelitian di masa depan dapat dilakukan dengan menggunakan data time series yang lebih panjang, misalnya mencakup periode 30 tahun atau lebih, untuk menguji stabilitas dan konsistensi hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Dengan demikian, hasil penelitian akan lebih robust dan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak penyaluran kredit UMKM terhadap sektor-sektor ekonomi spesifik, seperti pertanian, industri pengolahan, atau jasa. Pendekatan ini akan membantu mengidentifikasi sektor-sektor yang paling diuntungkan dari peningkatan akses pembiayaan dan merumuskan kebijakan yang lebih terarah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size423.36 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test