ARESTEARESTE

Applied Research in Science and TechnologyApplied Research in Science and Technology

Limau dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Piyungan, Yogyakarta, merupakan sumber signifikan potensi pencemaran logam berat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi Karbon Aktif Berbasis Kompos (CBAC) sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi konsentrasi logam berat dalam limau. CBAC diproduksi melalui proses pirolisis dan aktivasi kimia menggunakan HCl 32%. Uji adsorpsi dalam mode batch menggunakan 2.500 mg CBAC dan 500 ml limau menunjukkan CBAC mampu mengadsorpsi Cu, Cr, dan Pb dengan efisiensi penghilangan tertinggi 52,38 % untuk Cu dalam 20 menit. Efisiensi penghilangan untuk Cr dan Pb masing‑masing 17,8 % dan 12,09 % tercapai pada waktu kontak 100 dan 60 menit. Hasil menunjukkan CBAC memiliki kapasitas adsorpsi yang signifikan dan berpotensi sebagai solusi berkelanjutan untuk pengelolaan limau terkontaminasi logam berat.

Karbon aktif berbasis kompos terbukti efektif dalam menghilangkan logam berat dari limau, terutama tembaga.Penghilangan tembaga mencapai efisiensi 52,38 % dalam 20 menit, sedangkan kromium dan timbal mencapai 17,8 % dan 12,09 % pada waktu kontak optimal.Hasil ini menunjukkan potensi CBAC sebagai solusi berkelanjutan untuk pengelolaan limau di TPA Piyungan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan CBAC dalam skala proses batch luwih besar agar teruji konsistensi performa di kondisi operasional riil. Pembandingan CBAC dengan bahan adsorben lain seperti arang aktif derived from coconut shell atau chitosan dapat mengidentifikasi material paling cost‑effective dan ramah lingkungan. Selain itu, studi longitudinal periode kontak lebih lama serta dampak fisis‑kimia pada struktur CBAC akan memberikan informasi kritis mengenai daya tahan materi dan potensi regenera­si penggunaan.

Read online
File size317.51 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test