UNDANAUNDANA
Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mendeterminasi produksi, dan pendapatan usahatani padi di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah petani padi sawah sebanyak 38 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, analisis penerimaan, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh sangat nyata terhadap produksi padi sawah adalah luas lahan, sedangkan empat faktor lain tidak berpengaruh nyata. Secara simultan semua faktor berpengaruh sangat nyata terhadap produksi padi sawah dengan nilai sangat signifikan 0,00 < 0,05. Serta 89% besar pengaruh faktor luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah dapat diterangkan oleh variabel dalam model (LnY= 2,599 2,362LnX1- 0,320LnX2 0,072LnX3- 0,066LnX4- 0,029LnX5). Dengan rata-rata pendapatan usahatani padi sawah per petani responden sebesar Rp 8.842.256 per rata-rata luas lahan 72 are dalam satu kali musim tanam.
Berdasarkan uraian yang dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa faktor penentu produksi padi sawah secara parsial adalah luas lahan, sedangkan faktor lainnya tidak berpengaruh nyata.Secara simultan, semua faktor berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah, dengan 89% pengaruh berasal dari luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja.Besarnya pendapatan yang diperoleh untuk total petani responden di lokasi penelitian dengan rata-rata luas panen 72 are menghasilkan pendapatan sebesar Rp 336.752 dengan rata-rata per responden Rp 8.256 dalam satu kali musim tanam pada tahun 2023.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi efisiensi penggunaan pupuk dan pestisida pada usahatani padi sawah, mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut tidak signifikan secara parsial. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif mengenai penerapan teknologi pertanian modern seperti sistem irigasi tetes atau penggunaan varietas unggul tahan hama penyakit terhadap produktivitas dan pendapatan petani padi sawah di wilayah dengan karakteristik serupa. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kelembagaan petani, seperti kelompok tani atau koperasi, dalam meningkatkan akses terhadap sumber daya pertanian, pelatihan, dan pasar, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani padi sawah secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan relevan bagi perumusan kebijakan dan program pengembangan usahatani padi sawah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
| File size | 207.39 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALUNIV45SBYJURNALUNIV45SBY Kegiatan pemasaran yang dilakukan pemilik bisnis Sweety Bakery masih belum efektif karena beberapa faktor. Analisis SWOT menunjukkan bahwa UMKM SweetyKegiatan pemasaran yang dilakukan pemilik bisnis Sweety Bakery masih belum efektif karena beberapa faktor. Analisis SWOT menunjukkan bahwa UMKM Sweety
UNRAMUNRAM Hasil kegiatan berupa produk kompos jerami padi yang dapat langsung digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan produksi padi sawah dan mendukungHasil kegiatan berupa produk kompos jerami padi yang dapat langsung digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan produksi padi sawah dan mendukung
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Selain itu, perbaikan infrastruktur, pelatihan teknologi modern, diversifikasi pasar, dan penerapan teknologi informasi dalam manajemen rantai pasok diharapkanSelain itu, perbaikan infrastruktur, pelatihan teknologi modern, diversifikasi pasar, dan penerapan teknologi informasi dalam manajemen rantai pasok diharapkan
UNUHAUNUHA Faktor pertama adalah umur bibit padi (U), yang terdiri atas tiga tingkat: U1 = 20 hari setelah semai (HST), U2 = 25 HST, dan U3 = 30 HST. Faktor keduaFaktor pertama adalah umur bibit padi (U), yang terdiri atas tiga tingkat: U1 = 20 hari setelah semai (HST), U2 = 25 HST, dan U3 = 30 HST. Faktor kedua
UNSURUNSUR Berdasarkan hasil analisis fungsi Cob-Douglas melalui analisis regresi berganda secara simultan, penggunaan pestisida, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruhBerdasarkan hasil analisis fungsi Cob-Douglas melalui analisis regresi berganda secara simultan, penggunaan pestisida, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh
STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh endorser, brand association, brand personality, dan karakteristik produk dalam pembelian intensif minumanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh endorser, brand association, brand personality, dan karakteristik produk dalam pembelian intensif minuman
UNARSUNARS Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara produksi petani sebelum menjadi anggota kelompok tani dengan sesudah menjadi anggota kelompok tani. DimanaHasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara produksi petani sebelum menjadi anggota kelompok tani dengan sesudah menjadi anggota kelompok tani. Dimana
UNIGALUNIGAL Produktivitas minimum padi untuk kompetitif terhadap kedelai adalah 4,099 ton/ha, sedangkan jagung adalah 2,722 ton/ha. Harga minimum padi untuk kompetitifProduktivitas minimum padi untuk kompetitif terhadap kedelai adalah 4,099 ton/ha, sedangkan jagung adalah 2,722 ton/ha. Harga minimum padi untuk kompetitif
Useful /
UNSIQUNSIQ Pelatihan ini mencakup definisi, tahapan, serta aktivitas dalam pembukuan keuangan BUMDes yang dapat meningkatkan kinerja dan usaha BUMDes. Peserta menunjukkanPelatihan ini mencakup definisi, tahapan, serta aktivitas dalam pembukuan keuangan BUMDes yang dapat meningkatkan kinerja dan usaha BUMDes. Peserta menunjukkan
MKRIMKRI Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan bahan hukum sekunder seperti peraturan perundang-undangan dan putusan MK. Hasil penelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan bahan hukum sekunder seperti peraturan perundang-undangan dan putusan MK. Hasil penelitian
UNTANUNTAN Faktor-faktor yang menghambat kedisiplinan guru meliputi kebijakan pimpinan, kurangnya kesadaran diri, dan jarak tempat tinggal guru terhadap sekolah.Faktor-faktor yang menghambat kedisiplinan guru meliputi kebijakan pimpinan, kurangnya kesadaran diri, dan jarak tempat tinggal guru terhadap sekolah.
UNYUNY School climate sebagai faktor eksternal menunjukkan kondisi bahwa lingkungan sekolah dan hubungan interpersonal mendukung dan berperan penting dalam mengembangkanSchool climate sebagai faktor eksternal menunjukkan kondisi bahwa lingkungan sekolah dan hubungan interpersonal mendukung dan berperan penting dalam mengembangkan