UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya pendapatan pengrajin gula merah di Desa Tuasene Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (2) mengetahui kelayakan usaha gula merah di Desa Tuasene Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Data diperoleh primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari kantor Desa Tuasene. Metode penentuan sampel dengan teknik simple random sampling. Metode analisis yang digunakan analisis pendapatan, R/C Ratio dan Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menunjukan bahwa: rata-rata biaya yang dikeluarkan pengrajin dalam 1 bulan sebesar Rp.924.144 dengan rincian biaya tetap sebesar Rp.582.419 dan biaya variabel sebesar Rp.341.725, Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp.5.724.000 dengan rata-rata jumlah produksi sebesar 318 Kg dengan harga jual Rp.18.000/Kg. Besarnya rata-rata pendapatan yang diperoleh dalam 1 bulan sebesar Rp.4.799,856. Besarnya R/C Ratio pada usaha gula merah sebesar 6 dimana total penerimaan melebihi biaya yang dikeluarkan yang artinya usaha gula merah tersebut layak untuk diusahakan. BEP dalam pendapatan sebesar Rp.588.302 dalam penelitian ini rata-rata pendapatan sebesar Rp.4.799,856 yang artinya telah mencapai titik impas dalam pendapatan. BEP dalam unit 32.360 Kg dalam penelitian ini pengrajin menghasilkan produksi 318 Kg yang artinya telah mencapai titik impas dalam produksi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapatan usaha gula merah di Desa Tuasene adalah sebesar Rp.Usaha gula merah di Desa Tuasene layak diusahakan dengan R/C Ratio sebesar 6, yang menunjukkan total penerimaan melebihi biaya yang dikeluarkan.Titik impas produksi adalah 32,360 Kg dan titik impas pendapatan adalah Rp.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai strategi pemasaran gula merah untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas, termasuk pemanfaatan platform digital. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi pengolahan gula merah yang lebih efisien dan ramah lingkungan, untuk meningkatkan kualitas produk dan mengurangi biaya produksi. Ketiga, penting untuk dilakukan kajian mengenai diversifikasi produk turunan gula merah, seperti pembuatan gula merah organik atau produk makanan dan minuman berbasis gula merah, guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan pengrajin. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan usaha gula merah di Desa Tuasene dan wilayah sekitarnya, serta meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

  1. PEMANFAATAN NIRA LONTAR MENJADI GULA MERAH CETAK DI KELURAHAN MAUBELI, KECAMATAN KOTA KEFAMENANU, KABUPATEN... doi.org/10.32938/bc.3.1.2020.26-33PEMANFAATAN NIRA LONTAR MENJADI GULA MERAH CETAK DI KELURAHAN MAUBELI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN doi 10 32938 bc 3 1 2020 26 33
Read online
File size418.2 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test