UNDANAUNDANA
Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPASPenelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Manekat 1 dari Oktober hingga November 2024, dengan tujuan untuk menentukan strategi pemberdayaan yang digunakan dalam memberdayakan anggota Kelompok Tani Manekat 1 dan menentukan manfaat yang diperoleh petani dari rotasi tanaman yang dilakukan di Kelompok Tani Manekat 1. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan mix method. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan studi literatur. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT dengan mengidentifikasi faktor internal (IFAS) dan faktor eksternal (EFAS), serta menggunakan metode analisis biaya dan pendapatan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi agresif, di mana strategi ini menggabungkan kekuatan dan peluang sehingga strategi pemberdayaan Kelompok Tani Manekat 1 adalah strategi agresif yang kekuatannya berada di kuadran I.
Strategi pemberdayaan yang digunakan untuk mendukung anggota Kelompok Tani Manekat 1 di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang adalah strategi SO (Strength-Opportunity).Strategi SO adalah strategi yang berorientasi pada pertumbuhan, dirancang dengan memanfaatkan semua kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang yang tersedia.Kekuatan Kelompok Tani Manekat 1 meliputi ketersediaan lahan pertanian, tenaga kerja terampil, adaptabilitas petani terhadap perkembangan teknologi, kondisi/tekstur tanah yang baik, akses jalan yang baik ke lahan pertanian, alat dan mesin pertanian yang memadai, pertemuan rutin setiap Selasa, struktur organisasi yang jelas, dan pengalaman petani di bidang pertanian.Dengan kekuatan ini, kelompok tani mampu memanfaatkan berbagai peluang di lingkungan mereka, seperti ketersediaan program penyuluhan pertanian, permintaan pasar yang tinggi untuk melon, masa simpan yang panjang untuk jagung dan kacang hijau, kunjungan rutin dari penyuluh, kemitraan dengan pemasok pupuk bersubsidi, dan kemajuan teknologi di bidang pertanian.Total biaya yang dikeluarkan petani untuk pertanian rotasi tanaman mencapai Rp 46.290, terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 4.Pajak tanah yang dibayarkan petani per hektar adalah Rp 490.Total biaya variabel yang dikeluarkan selama satu siklus rotasi mencapai Rp 42.000, termasuk biaya benih, pupuk, pestisida, dan biaya lainnya.Beberapa petani tidak mengeluarkan biaya benih karena menggunakan benih yang disimpan dari panen musim sebelumnya.Biaya lainnya termasuk makanan dan minuman untuk pekerja, banyak di antaranya adalah anggota keluarga petani sendiri.Dari biaya pertanian yang dikeluarkan, pendapatan dihitung sebagai hasil kali total produksi dan harga jual.Total pendapatan dari 31 responden mencapai Rp 193.Petani melakukan rotasi dengan lima jenis tanaman.jagung, sawi, kacang hijau, semangka, dan melon.Pendapatan terendah berasal dari petani yang melakukan rotasi dengan sawi, yaitu Rp 1.000, sedangkan pendapatan tertinggi adalah Rp 30.000 dari petani yang melakukan rotasi dengan melon.Total keuntungan yang diperoleh 31 responden petani adalah Rp 147.741 dari rotasi sawi, sedangkan keuntungan tertinggi adalah Rp 20.Dengan demikian, rotasi dengan melon menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rotasi jagung, kacang hijau, sawi, atau semangka.Namun, empat tanaman lainnya masih memberikan keuntungan positif, meskipun tidak setinggi melon.Rasio R/C yang dihitung adalah 4,16, yang menunjukkan bahwa pertanian rotasi tanaman yang dilakukan Kelompok Tani Manekat 1 layak secara ekonomi dan menguntungkan bagi petani.Rotasi dengan melon menghasilkan keuntungan tertinggi dibandingkan dengan rotasi jagung, kacang hijau, sawi, atau semangka.Namun, empat tanaman lainnya masih memberikan keuntungan positif, meskipun tidak setinggi melon.Rasio R/C yang dihitung adalah 4,16, yang menunjukkan bahwa pertanian rotasi tanaman yang dilakukan Kelompok Tani Manekat 1 layak secara ekonomi dan menguntungkan bagi petani.
1. Untuk anggota Kelompok Tani Manekat 1: Pertahankan kekuatan yang dimiliki saat ini dan manfaatkan sepenuhnya peluang yang tersedia dengan menerapkan strategi SO. Ini termasuk memaksimalkan penggunaan lahan untuk rotasi tanaman guna meningkatkan produktivitas, mendorong lebih banyak petani untuk melakukan rotasi dengan melon karena keuntungan yang lebih tinggi, membangun kemitraan yang kuat dengan penyuluh dan kolaborator untuk kerjasama jangka panjang, dan mengoptimalkan penggunaan teknologi yang tersedia untuk memudahkan pertanian dan meningkatkan keuntungan.. 2. Untuk pemerintah daerah: Diharapkan agar lebih memperhatikan kesejahteraan petani dengan mengeluarkan kebijakan yang memfasilitasi kegiatan pertanian.. 3. Untuk peneliti selanjutnya: Diharapkan agar penelitian ini dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut tentang faktor internal dan eksternal yang terlibat dalam inisiatif pemberdayaan petani.
| File size | 218.95 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
LPPM UNBAJALPPM UNBAJA Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dengan menggunakan metode Period Order Quantity (POQ) dan Just In Time (JIT) dapat diketahui bahwa jumlahBerdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dengan menggunakan metode Period Order Quantity (POQ) dan Just In Time (JIT) dapat diketahui bahwa jumlah
YALAMQAYALAMQA 0,16,667/LLG per satu kali proses tanam. Total biaya produksi yang dibutuhkan untuk usahatani sawi caisim per sekali proses produksi pada musim kemarau0,16,667/LLG per satu kali proses tanam. Total biaya produksi yang dibutuhkan untuk usahatani sawi caisim per sekali proses produksi pada musim kemarau
PIPI Clean Architecture dipilih karena pendekatannya yang memisahkan logika bisnis, akses data, dan antarmuka pengguna ke dalam lapisan-lapisan yang terstruktur.Clean Architecture dipilih karena pendekatannya yang memisahkan logika bisnis, akses data, dan antarmuka pengguna ke dalam lapisan-lapisan yang terstruktur.
UMBUMB Proses produksi merupakan kegiatan yang paling krusial bagi suatu perusahaan. Proses produksi yang tepat waktu dan berkesinambungan akan mampu untuk meningkatkanProses produksi merupakan kegiatan yang paling krusial bagi suatu perusahaan. Proses produksi yang tepat waktu dan berkesinambungan akan mampu untuk meningkatkan
USUUSU Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwaPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa
LPPM UNBAJALPPM UNBAJA Pemesanan bahan baku secara optimal dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. PT. XYZ melakukan pemesanan pasir 12 (dua belas) kali dalam 1 (satu) periodePemesanan bahan baku secara optimal dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. PT. XYZ melakukan pemesanan pasir 12 (dua belas) kali dalam 1 (satu) periode
UMJ PremiumUMJ Premium Faktor yang paling penting adalah Persyaratan Administrasi Penyedia Pekerjaan Konstruksi yang dipengaruhi oleh indikator penyedia jasa tidak dalam pengawasanFaktor yang paling penting adalah Persyaratan Administrasi Penyedia Pekerjaan Konstruksi yang dipengaruhi oleh indikator penyedia jasa tidak dalam pengawasan
USBYPKPUSBYPKP Pada penelitian ini, sensor yang digunakan adalah sensor proximity yang bekerja secara induktif. Digunakan pula arduino uno sebagai sistem pengolah data,Pada penelitian ini, sensor yang digunakan adalah sensor proximity yang bekerja secara induktif. Digunakan pula arduino uno sebagai sistem pengolah data,
Useful /
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Dari perspektif tata kelola, dominasi topik terkait penegakan hukum dan proses legislasi memberikan wawasan konkret dan dapat diterapkan. Pemodelan topikDari perspektif tata kelola, dominasi topik terkait penegakan hukum dan proses legislasi memberikan wawasan konkret dan dapat diterapkan. Pemodelan topik
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Tantangan utama yang dihadapi meliputi gangguan sensor, masalah konektivitas, dan kegagalan perangkat keras yang bersifat sementara, yang dapat menurunkanTantangan utama yang dihadapi meliputi gangguan sensor, masalah konektivitas, dan kegagalan perangkat keras yang bersifat sementara, yang dapat menurunkan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Komposit serat bambu, meskipun memiliki kekuatan mekanik lebih rendah, masih memiliki potensi untuk digunakan pada bagian interior kendaraan yang tidakKomposit serat bambu, meskipun memiliki kekuatan mekanik lebih rendah, masih memiliki potensi untuk digunakan pada bagian interior kendaraan yang tidak
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi parameter kimia dari makanan yang umum dikonsumsi. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan pendekatanOleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi parameter kimia dari makanan yang umum dikonsumsi. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan pendekatan