UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran suhu media pemeliharaan yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan kakap putih. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium biologi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Ikan uji yang digunakan adalah larva ikan kakap putih berumur 3 hari yang dipelihara dalam 13 akuarium dimana satu akuarium khusus untuk pengamatan organ. Akuarium yang digunakan berukuran 25x25x35 cm diisi air sebanyak 10 liter dengan kepadatan 5 ekor/liter. Perlakuan suhu yang dilakukan yaitu P1 (26°C), P2 (28°C), Kontrol (30°C), dan P4 (32°C) dengan 3 kali ulangan. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap. Larva diberi pakan rotifera menggunakan metode abliditum dengan frekuensi 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan larva ikan kakap putih menghasilkan laju pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup sebesar 4,99 mm dan 28,67% pada suhu optimal 32°C.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlakuan suhu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih.Suhu optimal untuk pemeliharaan larva ikan kakap putih adalah suhu 32°C.Oleh karena itu, disarankan kepada para pembudidaya untuk menggunakan temperatur 32°C dalam memelihara larva ikan kakap putih.
Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh kualitas air lain seperti salinitas dan pH terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan kakap putih pada suhu optimal 32°C. Penelitian ini dapat dilakukan dengan memvariasikan tingkat salinitas dan pH pada media pemeliharaan larva, kemudian mengamati respon pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas pemberian pakan alternatif selain rotifera, seperti artemia atau pakan buatan, untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan pada larva ikan kakap putih. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada pakan alami yang ketersediaannya dapat fluktuatif. Terakhir, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh kepadatan tebar larva terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada suhu optimal, untuk menentukan kepadatan tebar yang ideal dalam praktik budidaya, sehingga dapat memaksimalkan produksi larva ikan kakap putih.
| File size | 584.21 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Ikan kakap putih diberi pakan perlakuan secara at satiation sebanyak 2 kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepungIkan kakap putih diberi pakan perlakuan secara at satiation sebanyak 2 kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung
UMRAHUMRAH Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian yang menunjukkan perlakuan C memberikan pertumbuhan panjang dan bobot mutlak tertinggi, serta efisiensi pakanHal ini ditunjukkan dari hasil penelitian yang menunjukkan perlakuan C memberikan pertumbuhan panjang dan bobot mutlak tertinggi, serta efisiensi pakan
UMRAHUMRAH Penelitian ini dilakukan selama sepuluh hari di Balai Benih Ikan Desa Pengujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyakPenelitian ini dilakukan selama sepuluh hari di Balai Benih Ikan Desa Pengujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak
UMRAHUMRAH Penggunaan ekstrak kulit pisang kepok yang dicampurkan pada pakan berpengaruh nyata terhadap diferensial leukosit, yaitu persentase limfosit dan neutrofilPenggunaan ekstrak kulit pisang kepok yang dicampurkan pada pakan berpengaruh nyata terhadap diferensial leukosit, yaitu persentase limfosit dan neutrofil
UNIMALUNIMAL Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2023 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, UniversitasPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2023 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas
UNSULBARUNSULBAR Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik masyarakat di sekitar pantai baluno, persepsi masyarakat tentang pengembangan wisata edukasiPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik masyarakat di sekitar pantai baluno, persepsi masyarakat tentang pengembangan wisata edukasi
UMRAHUMRAH Bakteri diisolasi dari saluran pencernaan ikan bawal bintang untuk memastikan bahwa isolat yang diperoleh berasal dari Bacillus sp. kemudian dilakukanBakteri diisolasi dari saluran pencernaan ikan bawal bintang untuk memastikan bahwa isolat yang diperoleh berasal dari Bacillus sp. kemudian dilakukan
UMRAHUMRAH Penelitian ini mengenai. Penelitian ini bertujuan melihat perbandingan pertumbuhan Kappaphycus alvarezii varietas hijau dan coklat serta menentukan metodePenelitian ini mengenai. Penelitian ini bertujuan melihat perbandingan pertumbuhan Kappaphycus alvarezii varietas hijau dan coklat serta menentukan metode
Useful /
UMRAHUMRAH pakan), perlakuan A (38 ppm ekstrak Sargassum sp. pakan), perlakuan B (58 ppm ekstrak Sargassum sp. pakan), dan perlakuan C (78 ppm ekstrak Sargassum sp.pakan), perlakuan A (38 ppm ekstrak Sargassum sp. pakan), perlakuan B (58 ppm ekstrak Sargassum sp. pakan), dan perlakuan C (78 ppm ekstrak Sargassum sp.
PHBPHB The average cortisol change was -0. 063 in the intervention group and -0. 113 in the control group. It was concluded that moxibustion had no significantThe average cortisol change was -0. 063 in the intervention group and -0. 113 in the control group. It was concluded that moxibustion had no significant
LPPMUNIDAYANLPPMUNIDAYAN Pengelolaan sampah menjadi tantangan bagi kota-kota di dunia, termasuk Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen tata kelolaPengelolaan sampah menjadi tantangan bagi kota-kota di dunia, termasuk Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen tata kelola
UMRAHUMRAH Jarak tanam 25 cm merupakan jarak tanam optimal, menghasilkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 6,90 ± 0,01% per hari, bobot mutlak sebesar 282,84 ±Jarak tanam 25 cm merupakan jarak tanam optimal, menghasilkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 6,90 ± 0,01% per hari, bobot mutlak sebesar 282,84 ±