UMRAHUMRAH

Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek Akuakultur

Masalah yang sering dihadapi dalam produksi benih adalah tingginya tingkat kematian larva atau tingkat kelangsungan hidup yang masih rendah. Penelitian ini mengkaji pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air untuk mengetahui dosis terbaik terhadap kelangsungan hidup larva kakap putih (L. calcarifer). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu K: tanpa minyak cumi, A: minyak cumi 0,1 ml/m², B: minyak cumi 0,2 ml/m², C: minyak cumi 0,3 ml/m², dan D: minyak cumi 0,4 ml/m². Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi terjadi pada perlakuan C (24,53±2,66%), sedangkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik terjadi pada perlakuan A (1,16±0,04) cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C merupakan perlakuan terbaik.

Pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup larva ikan kakap putih.Perlakuan dengan dosis minyak cumi 0,3 ml/m² (perlakuan C) memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan kelangsungan hidup larva sebesar 24,53±2,66%.Dosis ini direkomendasikan sebagai perlakuan optimal dalam pemeliharaan larva kakap putih.

Pertama, perlu diteliti pengaruh kombinasi minyak cumi dengan variasi salinitas terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva kakap putih, untuk mengetahui apakah interaksi antara kedua faktor tersebut dapat lebih meningkatkan kinerja pemeliharaan. Kedua, penting untuk mengkaji dampak pemberian minyak cumi terhadap perkembangan gelembung renang dan struktur tulang secara histologis, agar dapat dipahami mekanisme fisiologis di balik penurunan abnormalitas. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang frekuensi aplikasi minyak cumi (harian vs. dua hari sekali) untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan bahan tanpa mengurangi manfaatnya terhadap kelangsungan hidup larva. Studi-studi ini akan melengkapi temuan saat ini dan memberikan panduan lebih komprehensif dalam penerapan teknik pemberian minyak cumi di hatchery.

  1. BEBERAPA MACAM CACAT TUBUH YANG TERJADI PADA BENIH IKAN KERAPU CANTANG HASIL HATCHERY | JFMR-Journal... jfmr.ub.ac.id/index.php/jfmr/article/view/386BEBERAPA MACAM CACAT TUBUH YANG TERJADI PADA BENIH IKAN KERAPU CANTANG HASIL HATCHERY JFMR Journal jfmr ub ac index php jfmr article view 386
Read online
File size486.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test