STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Journal of Information System, Informatics and ComputingJournal of Information System, Informatics and Computing

Pembentukan model (topologi) jaringan memegang peranan penting dalam sistem komputasi paralel. Kebutuhan akan jumlah prosesor yang banyak dalam topologi jaringan merupakan tantangan untuk mengembangkan berbagai metode perancangan topologi jaringan. Beberapa metode yang telah dikembangkan di antaranya adalah metode perkalian Cartesian dua buah topologi jaringan. Beberapa topologi jaringan interkoneksi yang sudah ada antara lain: topologi jaringan interkoneksi Hyper-Butterfly, yang merupakan perkalian Cartesian antara topologi jaringan interkoneksi Hypercube dan Wrap Around Butterfly. Hasil penelitian lain adalah topologi jaringan interkoneksi Torus Embedded Hypercube yang merupakan perkalian Cartesian antara topologi jaringan interkoneksi Torus dan Hypercube. Topologi jaringan interkoneksi perkalian Cartesian lain adalah Topologi jaringan interkoneksi perkalian Cartesian antara Balanced Hypercube dan Varietal Hypercube. Dari hasil penelitian tersebut ketiga topologi jaringan interkoneksi yang dirancang memiliki derajat yang berkembang bertambah besar sesuai dengan ukuran dari topologi jaringan interkoneksi Hypercube. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan hasil rancangan topologi jaringan interkoneksi dengan menggunakan perkalian Cartesian dua buah topologi jaringan interkoneksi yang mempunyai sifat derajat yang konstan, yaitu Torus dan Enhanced Butterfly. Dari hasil penelitian ini antara lain ditemukan bahwa pada topology jaringan Torus Butterly dapat ditanam array linier, tujuan penelitian ini adalah penggunaan metode sorting genap ganjil pada topology tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah perkalian Cartesius dua buah graf dan metode sorting genap-ganjil. Hasil yang didapat adalah hasil sorting 96 bilangan.

Metode sorting genap-ganjil memiliki waktu kompleksitas algoritma sebesar n, sedangkan tanpa menggunakan 96 prosesor, waktu kompleksitas algoritma genap-ganjil adalah n².Dengan demikian, kompleksitas menggunakan 96 prosesor dari hasil perkalian cartesian 2 buah topologi (Torus dan Enhanced Butterfly) lebih kecil (n) dibandingkan tanpa menggunakan hasil kali Cartesian 2 buah topologi (n²).Topologi jaringan interkoneksi array linier dapat ditanamkan ke dalam topologi jaringan interkoneksi Torus-Butterfly, sehingga metode sorting genap-ganjil dapat digunakan untuk mengurutkan angka dalam jumlah besar.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengeksplorasi variasi metode sorting selain genap-ganjil pada topologi Torus-Butterfly untuk melihat apakah terdapat peningkatan efisiensi. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan kinerja topologi Torus-Butterfly dengan topologi jaringan interkoneksi lainnya, seperti Hypercube atau Mesh, dalam konteks algoritma sorting yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan algoritma penanaman yang lebih optimal untuk topologi Torus-Butterfly, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dilasi dan ekspansi, guna memaksimalkan pemanfaatan sumber daya komputasi dan meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang potensi dan keterbatasan topologi Torus-Butterfly dalam aplikasi komputasi paralel, serta membuka peluang untuk pengembangan sistem komputasi paralel yang lebih efisien dan skalabel di masa depan.

  1. Metode Sorting Genap-Ganjil dengan menggunakan n Prosesor dari Topologi jaringan Torus-Butterfly | Journal... doi.org/10.52362/jisicom.v8i1.1512Metode Sorting Genap Ganjil dengan menggunakan n Prosesor dari Topologi jaringan Torus Butterfly Journal doi 10 52362 jisicom v8i1 1512
Read online
File size1.18 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test