UNIVAUNIVA

AGRISENTRUMAGRISENTRUM

Saluran distribusi pemasaran pada cabai merah di mulai dari petani dan berakhir pada konsumen akhir. Tingginya marjin pemasaran di sebabkan oleh perbedaan harga yang cukup besar antara harga yang di bayarkan oleh konsumen dengan harga yang diterima petani. Selain itu banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat langsung dalam proses distribusi pemasaran, maka semakin banyaknya pula biaya-biaya pemasaran dan keuntungan yang diambil oleh pemasaran tersebut. Fokus penelitian ini adalah bagaimana saluran pemasaran dan marjin pemasaran cabai merah di daerah penelitian. Berdasarkan analisis yang dilakukan bahwa saluran pemasaran yang dapat memberikan petani keuntungan yang lebih besar adalah petani yang memasarkan cabai merah dengan menggunakan jalur pemasaran yang lebih singkat seperti saluran I. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp 5.000 terdapat pada pedagang pengumpul dengan profit Rp. 3.500/Kg dan sebesar Rp. 5.000/kg pada pedagang pengecer dengan profit sebesar Rp. 4.615/kg. Margin pemasaran pada saluran pemasaran II sebesar Rp 5.000 terdapat pada pedagang pengumpul dengan profit Rp 3.500/kg dan sebesar Rp.5.000/kg pada pedagang antar daerah dengan profit sebesar Rp.1.190 dan pada pedagang pengecer Rp. 10.000 dengan profit margin sebesar Rp. 2.615.

Saluran pemasaran yang memberikan keuntungan lebih besar bagi petani adalah saluran yang lebih singkat, seperti saluran I.Margin pemasaran pada saluran I sebesar Rp5.000 terdistribusi pada pedagang pengumpul (profit Rp3.Pada saluran II, margin lebih tinggi namun profit petani tidak meningkat karena bertambahnya perantara yang mengurangi bagiannya.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem pemasaran langsung dari petani ke konsumen berbasis daring dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi ketergantungan pada pedagang perantara. Kedua, perlu dikaji efektivitas pengolahan cabai merah menjadi produk olahan seperti saus atau abon cabai untuk memperpanjang umur simpan dan menambah nilai jual di tingkat petani. Ketiga, penting untuk mengevaluasi peran kelompok tani dalam membangun koperasi pemasaran mandiri yang mampu menegosiasikan harga secara kolektif dan memperpendek mata rantai distribusi. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap strategi berkelanjutan yang lebih adil bagi petani, mengurangi kerugian pasca panen, serta meningkatkan ketahanan ekonomi petani lokal di tengah fluktuasi harga pasar. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan teknologi, sistem pemasaran yang lebih efisien dan merata dapat dikembangkan tanpa meninggalkan petani kecil. Selain itu, perlu dieksplorasi model simpanan pangan berbasis lokal menggunakan teknologi pendingin sederhana agar petani bisa menjual saat harga optimal. Kajian tentang kelayakan finansial dan sosial dari setiap alternatif saluran pemasaran baru juga harus dilakukan. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan simulasi ekonomi dan partisipasi aktif petani untuk memastikan keberlangsungan solusi yang diusulkan. Pendekatan ini akan memperkuat ketahanan sistem agribisnis lokal. Temuan dari penelitian lanjutan dapat menjadi dasar kebijakan daerah yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.

Read online
File size265.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test