FOURIERFOURIER

Jurnal FourierJurnal Fourier

Pada penelitian ini dikembangkan model matematika untuk penjadwalan obat kemoterapi kanker, yaitu masalah menjadwalkan obat yang diberikan kepada pasien. Model matematika yang disusun mempunyai fungsi tujuan mengurangi sel kanker sekaligus mengurangi toksisitas dalam tubuh pasien, dengan kendala-kendala berupa batasan untuk jumlah sel sehat, sel kanker, konsentrasi obat, dan toksisitas pasien. Variabel-variabel yang berpengaruh dan saling berkaitan disusun dalam sebuah system persamaan diferensial yang terdiri dari jumlah sel sehat, jumlah sel kanker, dosis obat, konsentrasi obat, toksisitas pasien dan pengaruh obat, yang menggambarkan kemoterapi kanker non spesifik siklus sel. Solusi optimal diperoleh secara numerik dengan Metode Runge-Kutta dan Non-dominated Sorting Genetic Algorithm-II (NSGA-II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma ini mampu menghasilkan solusi dengan jadwal dosis optimal setiap 8 hari sekali selama 106 hari dengan 14 kali pemberian dosis obat. Dosis berkisar antara 20,00 hingga 29,55 mg/m² dengan rata-rata 24,28 mg/m² dan standar deviasi 3,64 mg/m² sehingga mampu meminimumkan jumlah sel kanker dan kerusakan terhadap sel sehat.

Penelitian ini berhasil membangun model optimisasi penjadwalan obat pada kemoterapi kanker yang diselesaikan dengan Non-dominated Sorting Genetic Algorithm-II (NSGA-II).Implementasi NSGA-II menghasilkan solusi yang layak dan efisien, dengan jadwal pemberian obat optimal setiap 8 hari selama 106 hari.Secara keseluruhan, NSGA-II menunjukkan adaptasi terhadap kendala-kendala teknik yang dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan ringan, adaptif, dan efektif untuk optimisasi penjadwalan obat kemoterapi kanker.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model yang lebih kompleks dengan mempertimbangkan variasi respons pasien terhadap kemoterapi berdasarkan profil genetik individu. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengintegrasikan data klinis real-time ke dalam model optimisasi, memungkinkan penyesuaian jadwal dosis secara dinamis berdasarkan kondisi pasien. Terakhir, eksplorasi penggunaan metode pembelajaran mesin untuk memprediksi toksisitas obat dan mengoptimalkan jadwal dosis secara personal dapat menjadi arah penelitian yang menjanjikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi kemoterapi kanker, serta mengurangi efek samping yang merugikan bagi pasien. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor individual dan data klinis secara komprehensif, kita dapat bergerak menuju pendekatan pengobatan kanker yang lebih presisi dan personal.

  1. Analisis Sistem Antrian dengan Simulasi di Puskesmas Cebongan Kota Salatiga | Jurnal Fourier. analisis... doi.org/10.14421/fourier.2019.82.57-64Analisis Sistem Antrian dengan Simulasi di Puskesmas Cebongan Kota Salatiga Jurnal Fourier analisis doi 10 14421 fourier 2019 82 57 64
Read online
File size384.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test