UMSUUMSU

Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah seorang lulusan pekerjaan sosial memiliki peluang besar atau kecil untuk menjadi praktisi sumber daya manusia di industri. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, penelitian berbasis internet, serta studi lapangan yang mencakup wawancara dan observasi dengan praktisi sumber daya manusia dari Ralali.com, Unilever Indonesia, Glints Indonesia, dan TikTok (Bytedance) Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa peluang lulusan pekerjaan sosial untuk menjadi praktisi sumber daya manusia di industri memang ada. Dalam pembahasan, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya peluang tersebut adalah: pertama, pandangan praktisi sumber daya manusia di industri terhadap lulusan pekerjaan sosial masih belum optimal, tetapi ketika praktisi sudah mengetahui secara detail tentang pekerjaan sosial dan lulusannya, praktisi cenderung percaya pada keterampilan yang dimiliki oleh lulusan pekerjaan sosial. Kedua, hal ini menunjukkan bagaimana industri sebenarnya cukup terbuka untuk merekrut lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan untuk posisi sumber daya manusia selama lulusan tersebut memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri meskipun tingkat persaingan pasar untuk posisi sumber daya manusia cukup kompetitif.

Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh adalah peluang lulusan kesejahteraan sosial untuk dipekerjakan sebagai praktisi sumber daya manusia di industri cukup besar.Dalam pembahasan, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya peluang tersebut adalah pertama, pandangan praktisi sumber daya manusia di industri terhadap lulusan kesejahteraan sosial masih belum optimal, tetapi ketika praktisi sudah mengetahui secara detail tentang kesejahteraan sosial, praktisi cenderung percaya pada keterampilan yang dimiliki oleh lulusan kesejahteraan sosial.Hal ini dibuktikan oleh faktor kedua yang ditemukan, yaitu keterampilan lulusan kesejahteraan sosial cukup memadai untuk berkarier di bidang sumber daya manusia.Ketiga, industri sebenarnya cukup terbuka untuk lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan untuk posisi sumber daya manusia selama kompetensi yang dibutuhkan oleh industri dimiliki oleh lulusan tersebut.Hal ini tentu dapat membantu meringankan faktor keempat yang ditemukan, yaitu tingkat persaingan pasar untuk posisi sumber daya manusia yang cukup tinggi.Dengan keterbukaan industri terhadap variasi bidang pendidikan serta kompetensi yang memadai dan relevan dengan kebutuhan, lulusan kesejahteraan sosial dapat dengan mudah bersaing di posisi pekerjaan yang tinggi di bidang sumber daya manusia.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara lulusan pekerjaan sosial dengan lulusan dari bidang pendidikan lain dalam hal kemampuan kerja dan kompetensi yang dimiliki. Penelitian ini dapat membantu memahami perbedaan dan kesamaan antara kedua kelompok lulusan tersebut dalam hal peluang kerja di bidang sumber daya manusia. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh lulusan pekerjaan sosial untuk meningkatkan peluang mereka dalam bersaing di pasar kerja yang kompetitif. Studi ini dapat mencakup analisis mendalam tentang kompetensi spesifik yang dibutuhkan oleh industri dan cara-cara yang dapat digunakan oleh lulusan pekerjaan sosial untuk mengembangkan kompetensi tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi praktisi sumber daya manusia dalam industri, serta bagaimana mereka dapat membantu lulusan pekerjaan sosial dalam memasuki dan berkembang di bidang sumber daya manusia.

Read online
File size282.11 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test