UBUB

Brawijaya Journal of Social ScienceBrawijaya Journal of Social Science

Kesehatan publik dan implikasi lingkungan akibat penggunaan pembalut sekali pakai yang meluas sangat mengkhawatirkan, terutama mengingat harganya yang terjangkau dan mudah diakses. Penggunaan produk ini tidak hanya memperburuk masalah kesehatan reproduksi pada wanita, tetapi juga menghasilkan banyak limbah non-biodegradable. Penelitian ini menganalisis upaya yang dilakukan oleh Komunitas Biyung di Yogyakarta, Indonesia, untuk mendorong kebersihan menstruasi yang berkelanjutan melalui program pendidikan berbasis masyarakat. Penelitian ini juga berfokus pada data sekunder tentang partisipasi masyarakat, perubahan perilaku, dan praktik ramah lingkungan dalam populasi yang diberikan.

Permasalahan plastik menjadi salah satu penyumbang limbah pencemaran lingkungan terbesar.Salah satu produk plastik yang menyumbang pencemaran lingkungan adalah pembalut sekali pakai yang mengandung mikroplastik.Perempuan yang mengalami menstruasi dalam sehari perlu mengganti pembalut beberapa kali selama beraktivitas.Perempuan lebih nyaman berganti pembalut beberapa kali dalam satu hari jika pembalut tersebut terasa penuh sehingga sampah yang mereka hasilkan dari pembalut semakin meningkat.Salah satu latar belakang perempuan Indonesia menggunakan pembalut disposable menstrual pads atau sekali pakai yang mengandung mikroplastik adalah harga yang terjangkau dan mudah diperoleh.Apabila lingkungan mengalami kerusakan, perempuan menjadi yang pertama kali terdampak dan mengalami kesulitan selama menjalankan berbagai aktivitas utamanya terkait kesehatan reproduksi.Kapitalisme dan patriarki yang melekat terus menempatkan perempuan pada posisi rendah yang hanya sebagai penyumbang pendapatan.Dalam pandangan ekofeminisme, perempuan harus menerima dampak kerusakan lingkungan dan harus bekerja lebih keras untuk memenuhi tuntutan dasar sumber konsumsi yang semakin sulit akibat tercemarnya lingkungan hidup.

Untuk mengatasi masalah limbah pembalut sekali pakai, perlu ada upaya pencegahan bertambahnya sampah pembalut sekali pakai yang sulit terurai. Upaya pengurangan sampah pembalut sekali pakai dapat dilakukan dengan mengganti pemakaian pembalut yang dapat dicuci sehingga dapat digunakan berkali-kali tetapi tetap memperhatikan pemilihan pembalut yang tidak mengandung bahan campuran berbahaya. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi mengenai alternatif pembalut kain kepada seluruh elemen masyarakat. Pemerintah juga dapat berperan dalam memberikan akses edukasi mengenai alternatif pembalut konvensional. Dengan demikian, diperlukan adanya kesadaran setiap sistem dalam masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan reproduksi perempuan.

  1. Pembalut Pengelolaan Limbah Pembalut Sekali Pakai Menjadi Media Tanam Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan... doi.org/10.21009/sarwahita.192.10Pembalut Pengelolaan Limbah Pembalut Sekali Pakai Menjadi Media Tanam Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan doi 10 21009 sarwahita 192 10
Read online
File size237.31 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test