HTPHTP
Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)Obesitas adalah peningkatan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Tahun 2016 proporsi kejadian obesitas tertinggi terdapat di Puskesmas Simpang Tiga yaitu 2,1% per 19.029 penduduk. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan kejadian obesitas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru tahun 2017. Peneli an ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis desain studi penampang analitik. Variabel dependen obesitas dan Variabel independen adalah Pendidikan, Pengetahuan, Jenis Kelamin, Keturunan, Ak vitas Fisik dan Kebiasaan Makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang berpendidikan rendah (≤ SMP), keturunan obesitas, dan kebiasaan makan berpengaruh terhadap kejadian obesitas. Disarankan agar petugas P2M Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru lebih giat lagi mensosialisasikan gaya hidup sehat seper bagaimana pola makan yang baik agar terhindar dari obesitas terutama sasarannya pada masyarakat yang pendidikannya rendah dan mempunyai riwayat keturunan obesitas.
Proporsi kejadian obesitas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru tahun 2018 adalah 58,1%.Pendidikan yang rendah, keturunan obesitas dan kebiasaan atau pola makan yang kurang baik setelah dikontrol oleh ak vitas fisik, jenis kelamin dan pengetahuan berpengaruh terhadap kejadian obesitas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru tahun 2018.Disarankan agar petugas Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru khususnya bagian penanggulangan penyakit tidak menular agar lebih giat lagi mensosialisasikan gaya hidup sehat melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik seper bagaimana pola makan yang baik dan gizi seimbang agar terhindar dari obesitas terutama sasarannya pada masyarakat yang pendidikannya rendah dan mempunyai riwayat keturunan obesitas.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai obesitas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk menginvestigasi hubungan kausal antara kebiasaan makan pada masa kanak-kanak dan risiko obesitas di masa dewasa. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak jangka panjang dari pola makan yang tidak sehat sejak dini. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi masyarakat mengenai obesitas, serta faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhi perilaku makan dan ak vitas fisik. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat. Ketiga, penelitian campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor protektif dan risiko obesitas secara komprehensif. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan mendalam mengenai kompleksitas masalah obesitas, serta membantu dalam merumuskan strategi pencegahan dan penanggulangan yang lebih efektif.
| File size | 640.18 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Komponen sumber daya dalam pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja pada unsur pembina (puskesmas), lembaga (desa), dan pelaksana (petani sawit) telah cukup.Komponen sumber daya dalam pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja pada unsur pembina (puskesmas), lembaga (desa), dan pelaksana (petani sawit) telah cukup.
HTPHTP Jenis kelamin sebagai faktor risiko yang paling dengan kejadian hiperkolesterolemia dengan risiko 8,5 kali lebih tinggi pada wanita dibandingkan laki-laki.Jenis kelamin sebagai faktor risiko yang paling dengan kejadian hiperkolesterolemia dengan risiko 8,5 kali lebih tinggi pada wanita dibandingkan laki-laki.
APPERTANIAPPERTANI Itik Khaki Campbell banyak tercampur itik Bali (47,22%), dan itik Pegagan sangat rendah tercampur itik Alabio dan Bali, karena lokasi pengembangbiakannyaItik Khaki Campbell banyak tercampur itik Bali (47,22%), dan itik Pegagan sangat rendah tercampur itik Alabio dan Bali, karena lokasi pengembangbiakannya
HTPHTP Terdapat hubungan sebab akibat antara pelatihan dan pengawasan dengan perilaku berisiko pada pengemudi mobil sampah. Pengemudi yang tidak mendapatkan pelatihanTerdapat hubungan sebab akibat antara pelatihan dan pengawasan dengan perilaku berisiko pada pengemudi mobil sampah. Pengemudi yang tidak mendapatkan pelatihan
UIGMUIGM Setelah kegiatan peserta dibagikan produk eco enzyme yang dapat dipakai untuk kebutuhan sehari hari seperti mengepel dan menyiram tanaman. Hal ini dimaksudkanSetelah kegiatan peserta dibagikan produk eco enzyme yang dapat dipakai untuk kebutuhan sehari hari seperti mengepel dan menyiram tanaman. Hal ini dimaksudkan
UDBUDB Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data primer diperoleh melalui wawancara dengan staf Dinas KesehatanPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data primer diperoleh melalui wawancara dengan staf Dinas Kesehatan
BIOTROPBIOTROP Keberlimpahan absolut tertinggi T. gratilla teramati pada Agustus 2023, yaitu 0,30 ind. /m2, sedangkan dari Mei hingga Juli 2024 menurun menjadi 0,02 ind.Keberlimpahan absolut tertinggi T. gratilla teramati pada Agustus 2023, yaitu 0,30 ind. /m2, sedangkan dari Mei hingga Juli 2024 menurun menjadi 0,02 ind.
KOMPETIFKOMPETIF Penelitian ini menggunakan metode event study. Dalam metode ini, kita mengamati abnormal return, rata-rata abnormal return, dan aktivitas volume perdaganganPenelitian ini menggunakan metode event study. Dalam metode ini, kita mengamati abnormal return, rata-rata abnormal return, dan aktivitas volume perdagangan
Useful /
APPERTANIAPPERTANI Pada percobaan yang pertama, faktor utama merupakan kadar substrat CM 1, 2, dan 3%, sedangkan sub-faktor adalah waktu inkubasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7Pada percobaan yang pertama, faktor utama merupakan kadar substrat CM 1, 2, dan 3%, sedangkan sub-faktor adalah waktu inkubasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7
HTPHTP Malnutrisi adalah suatu keadaan kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan zat gizi energi, protein, dan zat gizi lain yang menyebabkan efek yang burukMalnutrisi adalah suatu keadaan kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan zat gizi energi, protein, dan zat gizi lain yang menyebabkan efek yang buruk
UIN ANTASARIUIN ANTASARI Penelitian ini menganalisis tata kelola sumber daya pertambangan di Indonesia melalui perspektif Maqashid al-Syariah sebagai landasan normatif untuk merekonstruksiPenelitian ini menganalisis tata kelola sumber daya pertambangan di Indonesia melalui perspektif Maqashid al-Syariah sebagai landasan normatif untuk merekonstruksi
UNDIPUNDIP Mengenai gejala terkait seksual wanita, kekhawatiran seksual (52,72) dan gejala menopause (48,03) adalah dua gejala paling umum yang berdampak pada QOL.Mengenai gejala terkait seksual wanita, kekhawatiran seksual (52,72) dan gejala menopause (48,03) adalah dua gejala paling umum yang berdampak pada QOL.