ONERESEARCHONERESEARCH

Oetoesan HindiaOetoesan Hindia

Tulisan ini mengeksplorasi pemahaman atas Nilai Dasar Kepenelehan serta kesesuaiannya dengan nilai yang diyakini penulis serta kaitannya dengan harapan penulis mengenai peran pemuda dalam peradaban. Yayasan Peneleh Jang Oetama berupaya menyatukan pandangan seluruh Aktivis Peneleh melalui aturan yang berbasis pada pemikiran HOS Cokroaminoto yang berlandaskan Al-quran dan al-Hadits. Terciptalah Insan Kamil yang menyadari bahwa dirinya adalah Abdillah atau hamba Allah. Perlawanan atas paradigma barat yang bersandar pada nilai materialisme historis dilakukan dengan melawan kesempitan dan kedangkalan pola pikir Barat tentang manusia dan kehidupan. Upaya perlawanan ini memicu kemerdekaan dan kemandirian dalam berpikir dan bertindak untuk menjadi penggerak hijrah peradaban.

Perlawanan terhadap paradigma Barat yang materialistik memerlukan kesadaran akan amanah sebagai Khalifah fil ardhi dan identitas sebagai Abdillah.Kesadaran ini harus diperkuat melalui pengetahuan yang berasal dari introspeksi diri dan muhasabah terhadap penyebab kerusakan peradaban.Selanjutnya, diperlukan rekonsolidasi antar sesama hamba Allah untuk menjadi penggerak hijrah peradaban dari tatanan kapitalistik-sekularistik-liberalistik menuju peradaban religius dan berkebangsaan secara universal.

Pertama, perlu penelitian lanjutan tentang bagaimana konsep Khalifah fil ardhi dan Abdillah dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional untuk membentuk karakter pemuda yang religius dan berkebangsaan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model rekonsolidasi sosial berbasis nilai-nilai ketauhidan yang melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang agama dan budaya di Indonesia sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dalam memandu peradaban. Ketiga, perlu dikaji secara empiris efektivitas Nilai Dasar Kepenelehan dalam membentuk pola pikir kritis terhadap peradaban kapitalistik-sekularistik-liberalistik, serta potensinya sebagai alternatif ideologi peradaban global yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan lokalitas Nusantara. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi transformasi sosial yang berakar pada spiritualitas, pengetahuan, dan aksi kolektif. Dengan demikian, gerakan hijrah peradaban tidak hanya menjadi wacana ideologis, tetapi juga praktik nyata yang terukur dan dapat direplikasi. Fokus pada pemuda sebagai agen perubahan harus menjadi poros utama dalam kajian ini. Selain itu, penting untuk mengembangkan indikator keberhasilan hijrah peradaban yang tidak hanya dilihat dari aspek spiritual, tetapi juga dari dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Integrasi nilai-nilai lokal dan keislaman dalam kerangka kebangsaan perlu dieksplorasi lebih dalam dalam konteks masyarakat multikultural. Penelitian juga sebaiknya mempertimbangkan peran media dan teknologi dalam menyebarkan kesadaran ketauhidan secara luas. Dengan pendekatan yang holistik, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembaruan peradaban yang berkelanjutan dan inklusif.

Read online
File size691.33 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test