JIEMAPJIEMAP

Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi BisnisJurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dengan menggunakan metode Net dan metode Gross Up pada gaji serta tunjangan karyawan tetap di PT YTI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang diteliti. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh secara langsung dari perusahaan serta dari dokumen dan laporan pendukung lainnya. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan PPh Pasal 21 menggunakan kedua metode tersebut untuk mengetahui metode yang lebih efisien bagi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan PPh Pasal 21 dengan metode Net menghasilkan pajak terutang sebesar Rp9.350.400, sedangkan metode Gross Up menghasilkan pajak terutang sebesar Rp9.842.526. Selisih beban pajak antara kedua metode tersebut adalah sebesar Rp492.126. Meskipun metode Gross Up memberikan tambahan tunjangan pajak yang meningkatkan penghasilan karyawan, metode ini menyebabkan beban pajak perusahaan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, metode Net dinilai lebih efisien dan lebih menguntungkan bagi perusahaan dalam pengelolaan kewajiban PPh Pasal 21.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode Net menghasilkan jumlah PPh Pasal 21 terutang sebesar Rp9.400, yang dinilai lebih menguntungkan bagi perusahaan karena beban pajaknya lebih kecil.Metode Gross Up menghasilkan pajak terutang Rp9.526, yang meskipun menguntungkan karyawan melalui tunjangan pajak, meningkatkan beban pajak perusahaan.Oleh karena itu, metode Net lebih efisien dalam mengelola kewajiban PPh Pasal 21, sementara metode Gross Up lebih menguntungkan bagi karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar perusahaan secara cermat mempertimbangkan penggunaan metode Net dalam perhitungan PPh Pasal 21 untuk meminimalkan beban pajak. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan studi ke berbagai perusahaan dengan karakteristik berbeda untuk menguji generalisasi temuan ini. Selain itu, studi komparatif yang melibatkan metode perhitungan PPh Pasal 21 lainnya, seperti metode Gross, dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif. Terakhir, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi dampak penerapan metode yang berbeda terhadap motivasi dan kinerja karyawan, serta menganalisis implikasi jangka panjang dari perencanaan pajak terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan praktik perpajakan yang lebih efisien dan adil bagi perusahaan dan karyawan.

Read online
File size485.26 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test