UBUB

The Journal of Experimental Life ScienceThe Journal of Experimental Life Science

Sungai Metro mengalir dari hulu ke hilir melintasi Jawa Timur untuk mendukung berbagai aktivitas manusia seperti rumah tangga, toilet, atau pertanian. Pemanfaatan sungai air harus seimbang dengan pemantauan kualitas air sehingga kualitas air dapat dipantau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik di Sungai Metro. Selain itu, parameter air (pH, oksigen terlarut, suhu, kecepatan aliran) juga diukur. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun yang berbeda, yaitu stasiun 1 yang mewakili area aktivitas pertanian, stasiun 2 yang mewakili area aktivitas rumah tangga, dan stasiun 3 yang mewakili aktivitas industri. Penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik dalam matriks biofilm dan air sungai sekitarnya. Jenis mikroplastik adalah serat, fragmen, dan film. Kelimpahan total mikroplastik dalam air sungai berkisar antara 0,8 - 1,61 partikel.mL-1, sedangkan matriks biofilm berkisar antara 7,4 hingga 9,5 partikel.gram-1. Hasil parameter kualitas air di semua stasiun masih relatif baik dibandingkan dengan standar kualitas. Menurut pengetahuan kami, penelitian ini adalah studi pertama yang melaporkan mikroplastik dalam air dan biofilm yang terbentuk di Sungai Metro.

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelimpahan mikroplastik di Sungai Metro, Malang.Penelitian ini menunjukkan bahwa air sungai dan biofilm di sungai metro mengandung mikroplastik.Jenis mikroplastik di semua stasiun sampel terdiri dari serat, fragmen, film, dan manik-manik.Kelimpahan mikroplastik dalam air sungai berkisar antara 0,8 - 1,61 partikel.mL-1 dan di dalam matriks biofilm berkisar antara 7,4 - 9,5 partikel.Asumsi 1 mL air setara dengan 1 gram air, kandungan mikroplastik dalam biofilm sepuluh kali lebih tinggi daripada dalam air sungai.Penelitian ini menunjukkan bahwa mikroplastik, yang secara luas dipandang sebagai polutan baru, harus mendapat perhatian dalam pengelolaan ekosistem sungai di Indonesia.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang interaksi antara mikroplastik dan organisme akuatik, terutama pada biofilm sebagai habitat utama mikroba akuatik. Pemahaman yang lebih baik tentang kehadiran dan dampak mikroplastik dalam ekosistem akuatik dapat meningkatkan peluang penggunaan mikroba untuk mengelola dan melestarikan ekosistem akuatik. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi biofilm sebagai agen biomonitoring dan biosorben untuk polutan mikroplastik dalam ekosistem akuatik. Pengembangan teknologi ekologi akuatik yang memanfaatkan biofilm dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.

  1. Role of biofilms in the degradation of microplastics in aquatic environments - Debroy - 2022 - Journal... scijournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jctb.6978Role of biofilms in the degradation of microplastics in aquatic environments Debroy 2022 Journal scijournals onlinelibrary wiley doi 10 1002 jctb 6978
Read online
File size1.01 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test