UNINDRAUNINDRA

JABE (Journal of Applied Business and Economic)JABE (Journal of Applied Business and Economic)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) yang layak di Bekasi, Jawa Barat. Penelitian ini membandingkan kelebihan dan kekurangan waralaba yang merupakan salah satu model bisnis yang paling dikenal daripada Non-Waralaba (usaha mandiri). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan yang ditemukan peneliti dan melakukan analisis terhadap fenomena yang terjadi di lembaga bimbingan belajar dengan analisis SWOT untuk mengkaji kekuatan dan peluang kemudian dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengurangi kelemahan dan ancaman. Setelah dilakukan analisis SWOT dan perumusan strategi baru, ternyata Bimbel masih mendapatkan kendala strategi dari berbagai sektor. Lebih jauh lagi, Bimbel membutuhkan strategi bisnis yang dijalankan dengan baik dalam memilih Franchising daripada Non-Franchising (usaha mandiri). Penelitian ini menggali data dengan menggunakan 6 Bimbel yang terdiri dari 3 Waralaba dan 3 Bimbel lainnya Non Waralaba yang kesemuanya dioperasikan di Bekasi.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan Belajar dalam bentuk waralaba menawarkan pengenalan merek, tingkat risiko kegagalan yang lebih rendah, dukungan keuangan yang mudah, brand yang kuat, biaya promosi yang tidak terlalu tinggi, dan pengaturan bisnis yang mudah.Di sisi lain, waralaba juga memiliki beberapa kesulitan yaitu biaya tinggi, aturan ketat dan ketergantungan.Ketika ini dipertimbangkan, Bimbingan Belajar dalam bentuk Waralaba menjadi lebih menguntungkan.Strategi pengembangan Bimbingan Belajar dalam Waralaba yang akan diterapkan adalah dengan memilih brand Bimbel yang kuat secara nasional, dengan mengembangkan diversifikasi materi Bimbel yang beragam untuk mengatasi para pesaing yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan orang tua dalam memilih Bimbel, baik yang beroperasi dengan model waralaba maupun non-waralaba. Hal ini penting untuk memahami preferensi konsumen dan menyesuaikan strategi pemasaran Bimbel agar lebih efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis efektivitas program pembelajaran yang diterapkan oleh Bimbel waralaba dibandingkan dengan Bimbel non-waralaba. Dengan membandingkan hasil belajar siswa, dapat diketahui apakah model waralaba memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penerapan teknologi dalam pembelajaran di Bimbel, seperti penggunaan platform e-learning atau aplikasi mobile. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik Bimbel bagi siswa dan memberikan fleksibilitas dalam proses belajar. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan model bisnis Bimbel yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan pasar.

  1. ANALISIS STRATEGI BELAJAR DENGAN METODE BIMBEL ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS... jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/article/view/2580ANALISIS STRATEGI BELAJAR DENGAN METODE BIMBEL ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS jurnal umk ac index php kredo article view 2580
Read online
File size308.09 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test