USNIUSNI
JURNAL TECHLINKJURNAL TECHLINKLimbah dari proses produksi kelapa sawit mengandung tingkat bahan organik yang tinggi, sehingga pengolahan anaerubik merupakan metode yang tepat untuk menghilangkan bahan organik tersebut. Pada PT XYZ, beberapa jenis reaktor digunakan dalam proses anaerubik, termasuk Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), Expanded Granular Sludge Blanket (EGSB), Internal Circulation (IC) Tank, dan Super Internal Circulation Tank. Bakteri yang digunakan umumnya berbentuk granular, yang mengendap lebih cepat, namun dalam kondisi lapangan, bakteri yang digunakan untuk UASB berbentuk serbuk lumpur, yang cenderung tercuci. Hal ini dapat mengurangi efisiensi pengolahan limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembentukan sludge granular dari serbuk lumpur dalam reaktor UASB. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan reaktor gelas beaker yang dioperasikan selama 6 minggu. Prinsip koagulasi-flokulasi digunakan dengan penambahan 0,3 g/L/jam urea sebagai nutrisi untuk bakteri dan FeCl3 sebagai agen pengikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB tidak membentuk sludge granular, karena lumpur yang dihasilkan berbentuk flok halus. Penambahan FeCl3 dan urea menyebabkan nilai pH reaktor berfluktuasi dan cenderung basa, sehingga menghasilkan kondisi yang tidak optimal untuk aktivitas bakteri pembentuk granular. Oleh karena itu, sludge granular tidak diperoleh dari percobaan menggunakan serbuk lumpur UASB dengan reaktor gelas beaker.
Kesimpulan dari analisis ini adalah pembentukan sludge granular dari lumpur anaerobik UASB tipe powdering dengan kurun waktu selama ± 6 minggu tidak menunjukkan adanya perubahan menjadi sludge granular.Hal tersebut dikarenakan sludge yang dihasilkan berbentuk flok halus.Penambahan bahan FeCl3 dan urea membuat nilai pH reaktor naik turun dan cenderung basa mengakibatkan terciptanya kondisi yang tidak optimal bagi aktivitas bakteri pembentuk granular.Sehingga belum didapatkan sludge granular dari percobaan menggunakan serbuk lumpur UASB dengan reaktor gelas beaker.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pada percobaan selanjutnya dilakukan pengaturan kondisi operasional reaktor yang lebih stabil, terutama dalam menjaga pH agar tetap berada pada rentang optimal bagi aktivitas bakteri pembentuk granular, yaitu sekitar 6,8 hingga 7,5. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan mikronutrisi terhadap pembentukan sludge granular, mengingat pada penelitian sebelumnya penambahan nutrisi urea saja belum cukup untuk memacu pembentukan sludge granular. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada optimasi waktu proses, dengan memperpanjang durasi percobaan untuk memberikan kesempatan bagi bakteri untuk beradaptasi dan membentuk sludge granular yang stabil.
| File size | 591.83 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
USNIUSNI Secara keseluruhan, konsentrasi NH₃ dan H₂S masih berada di bawah baku mutu udara ambien nasional, namun keberadaannya tetap berpotensi menimbulkanSecara keseluruhan, konsentrasi NH₃ dan H₂S masih berada di bawah baku mutu udara ambien nasional, namun keberadaannya tetap berpotensi menimbulkan
UMPRUMPR Pengorganisasian meliputi penataan unit, sumber daya, dan metode sudah dilakukan, namun pelaksanaan tugas masih kurang sesuai dengan SOP. Target kerjaPengorganisasian meliputi penataan unit, sumber daya, dan metode sudah dilakukan, namun pelaksanaan tugas masih kurang sesuai dengan SOP. Target kerja
UNSURUNSUR Sebelas isolat diantaranya diisolasi dari tanah sarang rayap (TS), sementara lainnya diperoleh dari fungus comb (F/sarang rayap). Bentuk koloni bakteriSebelas isolat diantaranya diisolasi dari tanah sarang rayap (TS), sementara lainnya diperoleh dari fungus comb (F/sarang rayap). Bentuk koloni bakteri
UNSURUNSUR Di sisi lain, sebagian besar rumah tangga di Indonesia menghasilkan sampah organik setiap hari namun belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuanDi sisi lain, sebagian besar rumah tangga di Indonesia menghasilkan sampah organik setiap hari namun belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan
UNSURUNSUR dalam satu tahun. Pendapatan yang didapatkan sebesar Rp 37.082.000/siklus/0,05 Ha. Keuntungan usahatani sebesar Rp 29.164.000/siklus/0,05 Ha. BEP dalamdalam satu tahun. Pendapatan yang didapatkan sebesar Rp 37.082.000/siklus/0,05 Ha. Keuntungan usahatani sebesar Rp 29.164.000/siklus/0,05 Ha. BEP dalam
IDJOURNALIDJOURNAL Rencana aksi kolaboratif yang disusun warga mencakup langkah-langkah konkret, seperti pembentukan relawan lingkungan per RT, edukasi pemilahan sampah rumahRencana aksi kolaboratif yang disusun warga mencakup langkah-langkah konkret, seperti pembentukan relawan lingkungan per RT, edukasi pemilahan sampah rumah
UPSUPS Hasil percobaan menunjukkan bahwa kompor roket biomassa menghasilkan waktu pemanasan air lebih cepat dibandingkan tungku konvensional dengan efisiensiHasil percobaan menunjukkan bahwa kompor roket biomassa menghasilkan waktu pemanasan air lebih cepat dibandingkan tungku konvensional dengan efisiensi
UPSUPS Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas rasa dengan mencari komposisi optimal serta mengidentifikasi faktor paling berpengaruh dalam membuatPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas rasa dengan mencari komposisi optimal serta mengidentifikasi faktor paling berpengaruh dalam membuat
Useful /
UMPRUMPR Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan peran DJKN di masa mendatang. Penelitian ini menyimpulkanOleh karena itu, diperlukan strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan peran DJKN di masa mendatang. Penelitian ini menyimpulkan
UMPRUMPR Metode Analisis Jaringan Komunikasi menjadi hal yang penting dalam studi Ilmu Komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Penelitian ini berfokus pada analisisMetode Analisis Jaringan Komunikasi menjadi hal yang penting dalam studi Ilmu Komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Penelitian ini berfokus pada analisis
APTKLHIAPTKLHI leucadendron ketika daun dikumpulkan pada waktu yang berbeda dari Agustus 2017 hingga April 2018 di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta. leucadendron ketika daun dikumpulkan pada waktu yang berbeda dari Agustus 2017 hingga April 2018 di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta.
APTKLHIAPTKLHI The findings recorded anatomical variation among the species. Freehand sections of the stems were conducted, double-stained, quality specimens mounted,The findings recorded anatomical variation among the species. Freehand sections of the stems were conducted, double-stained, quality specimens mounted,