UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bioaktivator EM-4 dan MA-11 terhadap kandungan nutrisi pongkol singkong terfermentasi. Percobaan dilakukan pada bulan Desember 2025 di Laboratorium FP Univet Bantara, menggunakan pendekatan eksperimental dengan rancangan acak lengkap (CRD) yang menampilkan pengaturan satu arah, yang mencakup tiga perlakuan dan delapan ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0: tongkol singkong dikombinasikan dengan 5 cc molase; P1: tongkol singkong dicampur dengan 5 cc molase dan 2% EM-4; dan P2: tongkol singkong ditambah 5 cc molase dan 2% MA-11. Setiap sampel menjalani masa inkubasi 7 hari. Variabel yang dipantau meliputi kadar Bahan Kering, Protein Kasar, dan Serat Kasar. Data dievaluasi melalui analisis varians (ANOVA) diikuti dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioaktivator secara signifikan mempengaruhi kadar bahan kering, protein kasar, dan serat kasar pada tongkol singkong (P <0,01). Disimpulkan bahwa fermentasi tongkol singkong dengan 2% EM-4 bersamaan dengan 5 cc molase dapat meningkatkan kadar bahan kering sebesar 0,63%, meningkatkan protein kasar sebesar 0,95%, dan mengurangi serat kasar hingga 2,13%. Lebih lanjut, fermentasi dengan bioaktivator MA-11 terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kadar bahan kering, mencapai peningkatan sebesar 2,88%, meningkatkan protein kasar menjadi 2,13%, dan menurunkan kadar serat kasar menjadi 3,71%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bioaktivator EM4 dan MA-11 sebanyak 2% dengan penambahan 5 cc molases/tetes pada fermentasi dapat meningkatkan kandungan nutrisi Bahan Kering dan Protein Kasar serta dapat menurunkan kandungan Serat Kasar pongkol singkong.Dengan demikian, fermentasi pongkol singkong menggunakan bioaktivator EM4 dan MA-11 berpotensi meningkatkan kualitas nutrisi pakan ternak.Penerapan bioaktivator MA-11 menunjukkan hasil yang lebih optimal dalam meningkatkan kandungan bahan kering dan protein kasar serta menurunkan kadar serat kasar.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi mikroorganisme spesifik dalam bioaktivator MA-11 yang berperan paling signifikan dalam degradasi serat kasar, sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya. Kedua, studi lebih mendalam mengenai pengaruh berbagai konsentrasi molase terhadap efektivitas fermentasi dengan EM-4 dan MA-11 perlu dilakukan untuk menemukan kombinasi yang paling optimal. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengujian pemberian pongkol singkong terfermentasi dengan bioaktivator EM-4 dan MA-11 pada berbagai jenis ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, dan domba, untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja pertumbuhan, produksi susu, dan kesehatan hewan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi pemanfaatan pongkol singkong sebagai sumber pakan alternatif yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi bagi ternak ruminansia, serta memberikan kontribusi pada pengembangan sistem peternakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
- Kajian Kandungan lignin dan Selulosa Jerami Padi Fermentasi | Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian.... doi.org/10.32585/ags.v2i2.267Kajian Kandungan lignin dan Selulosa Jerami Padi Fermentasi Agrisaintifika Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian doi 10 32585 ags v2i2 267
- NUTRITIONAL CONTENT OF CASSAVA OUTBOW IN FERMENTATION USING EM-4 AND MA-11 BIOACTIVATORS | Agrisaintifika:... doi.org/10.32585/ags.v10i1.7899NUTRITIONAL CONTENT OF CASSAVA OUTBOW IN FERMENTATION USING EM 4 AND MA 11 BIOACTIVATORS Agrisaintifika doi 10 32585 ags v10i1 7899
- The Difference Between Using MA-11 and EM-4 in Corn Slamper Fermentation to Increase Dry Matter and Organic... doi.org/10.29303/jbt.v25i2.8984The Difference Between Using MA 11 and EM 4 in Corn Slamper Fermentation to Increase Dry Matter and Organic doi 10 29303 jbt v25i2 8984
| File size | 286.42 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UMMAUMMA Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media berbahan kardus bekas tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan,Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media berbahan kardus bekas tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan,
UMMAUMMA Dengan model sinektik, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik, sehingga mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan bersemangat dalamDengan model sinektik, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik, sehingga mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan bersemangat dalam
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Nilai R² sebesar 0,673 menunjukkan bahwa 67,3% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan skala usaha,Nilai R² sebesar 0,673 menunjukkan bahwa 67,3% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan skala usaha,
SEBISEBI Ini menujukkan bahwa semakin besar keinginan konsumen untuk meningkatkan diri sendiri terlihat dan terasa lebih baik di depan orang lain, semakin besarIni menujukkan bahwa semakin besar keinginan konsumen untuk meningkatkan diri sendiri terlihat dan terasa lebih baik di depan orang lain, semakin besar
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar terhadap parameter tinggi tanaman (14–35 HST),Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar terhadap parameter tinggi tanaman (14–35 HST),
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Dosis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kubis adalah 110 kg/ha, yang diberikan dalam dua tahap. 50% pada satu minggu setelah tanam (MST) dan sisanyaDosis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kubis adalah 110 kg/ha, yang diberikan dalam dua tahap. 50% pada satu minggu setelah tanam (MST) dan sisanya
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Menggunakan rumus Taro Yamane dengan tingkat presisi 15%, diperoleh sampel sebanyak 32 responden. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresiMenggunakan rumus Taro Yamane dengan tingkat presisi 15%, diperoleh sampel sebanyak 32 responden. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Metode survei dengan kuisioner dan wawancara dilakukan kepada 56 petani di Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitianMetode survei dengan kuisioner dan wawancara dilakukan kepada 56 petani di Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian
Useful /
UMMAUMMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model SIRI (Stimulation, Investigation, Review, and Inference) dan GI (Group Investigation) terhadapPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model SIRI (Stimulation, Investigation, Review, and Inference) dan GI (Group Investigation) terhadap
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Greenhouse dan dilanjutkan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan UniversitasPenelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Greenhouse dan dilanjutkan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan Universitas
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu tingkat substitusi tepung ubi ungu sebesar 0%, 15%, 30%, 45%, danPenelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu tingkat substitusi tepung ubi ungu sebesar 0%, 15%, 30%, 45%, dan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA 833.753 atau Rp 11.782.332 per hektar. Analisis regresi menunjukkan bahwa variabel umur, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan garapan memiliki pengaruh833.753 atau Rp 11.782.332 per hektar. Analisis regresi menunjukkan bahwa variabel umur, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan garapan memiliki pengaruh