UNAIUNAI
Jurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent IndonesiaJurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent IndonesiaPenelitian ini melakukan eksplorasi komprehensif terhadap istilah הוח dalam Kitab Yosua, dengan fokus pada dua bagian utama: Yosua 5:13-15 dan Yosua 23. Studi ini menggunakan pendekatan eksegetis yang mencakup analisis historis, literer, leksikal, dan sintaksis untuk mengungkap implikasi teologis dari penggunaan istilah tersebut. Dalam Yosua 5:13-15, pertemuan antara Yosua dan panglima tentara TUHAN menjadi puncak narasi, melambangkan klimaks ibadah Israel saat memasuki Tanah Perjanjian. Implikasi teologis dari pengalaman beribadah Yosua menjadi prinsip dasar yang membentuk sifat dan esensi ibadah Kitab Suci, menekankan dimensinya yang responsif, transformatif, dan penuh hormat. Di sisi lain, pesan pamit Yosua menekankan ibadah Alkitabiah sebagai respons terhadap kesetiaan Allah, terkait dengan hubungan perjanjian, dan ditujukan secara eksklusif kepada Allah. Penghindaran asosiasi jahat, hubungan erat dengan Allah, dan pembudayaan kasih secara terus-menerus muncul sebagai komponen penting dari ibadah Alkitabiah yang bermakna.
Analisis terhadap istilah הוח dalam Kitab Yosua mengungkap signifikansi teologis yang mendalam melalui dua perikop utama, yaitu Yosua 5.Ibadah dalam konteks Alkitab bersifat responsif terhadap wahyu ilahi dan kesetiaan Allah, dilandasi hubungan perjanjian, serta ditujukan secara eksklusif kepada Allah.Ibadah yang sejati juga mencakup penghindaran terhadap asosiasi dengan praktik menyimpang, penjagaan hubungan dekat dengan Allah, dan transformasi hidup yang membuang segala ketidaksesuaian dengan kekudusan-Nya.
Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai penggunaan istilah הוח dalam kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama lainnya, seperti Hakim-Hakim dan 1-2 Samuel, untuk melihat apakah makna dan implikasi teologisnya berubah dalam konteks sejarah yang berbeda. Kedua, sebaiknya diteliti bagaimana bentuk ibadah berupa sujud dalam konteks Alkitab dapat direlevansikan dalam praktik ibadah kontemporer di berbagai budaya, khususnya dalam konteks yang tidak mengenal gerakan fisik sebagai bentuk penghormatan. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut hubungan antara eksklusivitas ibadah dan tantangan pluralisme agama saat ini melalui pendekatan teologis naratif dari Kitab Yosua, untuk memahami bagaimana komitmen terhadap satu-satunya Allah tetap dipertahankan di tengah pengaruh kepercayaan lain, baik secara historis maupun dalam konteks modern.
| File size | 244.75 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNAIUNAI Research findings indicate that parentless conditions cause prolonged trauma, emotional regulation difficulties, excessive anxiety, social interactionResearch findings indicate that parentless conditions cause prolonged trauma, emotional regulation difficulties, excessive anxiety, social interaction
UNAIUNAI This study bridges these gaps by examining Mark 3:1–6 through a historical-grammatical lens, exploring its theological implications. It hypothesizesThis study bridges these gaps by examining Mark 3:1–6 through a historical-grammatical lens, exploring its theological implications. It hypothesizes
UNAIUNAI Dengan demikian, pandangan Beach, meskipun tidak diterima sepenuhnya, diakui dan dihargai dalam membentuk pendekatan Gereja terhadap ekumenisme. BeachDengan demikian, pandangan Beach, meskipun tidak diterima sepenuhnya, diakui dan dihargai dalam membentuk pendekatan Gereja terhadap ekumenisme. Beach
UNAIUNAI Based on the research results and discussion, the Shikai application is a useful tool for bus rentals in North Sulawesi. The application has the potentialBased on the research results and discussion, the Shikai application is a useful tool for bus rentals in North Sulawesi. The application has the potential
UNAIUNAI Dua jenis kemandirian diidentifikasi: pertama, kemandirian antroposentris yang berpusat pada manusia dan bersifat ateistik; kedua, kemandirian teosentrisDua jenis kemandirian diidentifikasi: pertama, kemandirian antroposentris yang berpusat pada manusia dan bersifat ateistik; kedua, kemandirian teosentris
UNAIUNAI In Nigeria, prophets and priests give prophecies for self-gain, leading to family disintegration due to deceitful practices. This is a qualitative studyIn Nigeria, prophets and priests give prophecies for self-gain, leading to family disintegration due to deceitful practices. This is a qualitative study
UNAIUNAI Matius 10:28 adalah salah satu teks Alkitab yang berbicara tentang tubuh dan jiwa, meskipun tidak secara mendalam. Dari teks tersebut, sepertinya YesusMatius 10:28 adalah salah satu teks Alkitab yang berbicara tentang tubuh dan jiwa, meskipun tidak secara mendalam. Dari teks tersebut, sepertinya Yesus
UNAIUNAI Comparing Simons legacy across denominations like Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist, the study highlights commonalities and divergences in incorporatingComparing Simons legacy across denominations like Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist, the study highlights commonalities and divergences in incorporating
Useful /
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Kegiatan ini mengintegrasikan metode pembelajaran aktif dan praktikum kelompok, yang terbukti efektif dalam membangun pemahaman peserta terhadap fiturKegiatan ini mengintegrasikan metode pembelajaran aktif dan praktikum kelompok, yang terbukti efektif dalam membangun pemahaman peserta terhadap fitur
STPI PAJAKSTPI PAJAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti adanya pengaruh rasio keuangan (yaitu. likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas) terhadapTujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti adanya pengaruh rasio keuangan (yaitu. likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas) terhadap
STPI PAJAKSTPI PAJAK Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal dan pentingnya faktor-faktor sosial dalam pengambilanLatar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal dan pentingnya faktor-faktor sosial dalam pengambilan
STPI PAJAKSTPI PAJAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana harmonisasi layanan digital dalam perpajakan dapat mempersiapkan sektor perpajakan menghadapi tantanganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana harmonisasi layanan digital dalam perpajakan dapat mempersiapkan sektor perpajakan menghadapi tantangan