UNMUHUNMUH

The Indonesian Journal of Health ScienceThe Indonesian Journal of Health Science

Penurunan memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat Tahajud menyebabkan gelombang otak berada pada fase gelombang alfa; fase ini berhubungan dengan kondisi relaksasi yang dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 lansia. Data salat tahajud diperoleh melalui kuesioner, sedangkan memori jangka pendek diukur menggunakan Digit Span Test. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis karena data tidak berdistribusi normal. Penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, sebanyak 31 orang (77,5%) melaksanakan salat tahajud, sedangkan 9 orang (22,5%) tidak melaksanakannya. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pelaksanaan salat tahajud terhadap memori jangka pendek dengan nilai p < 0,05, baik dari segi frekuensi (p < 0,001) maupun jumlah rakaat (p < 0,001). Uji Post Hoc menunjukkan bahwa kelompok dengan frekuensi salat tahajud 6–7 kali per minggu dan jumlah rakaat minimal 2 menunjukkan perbedaan memori jangka pendek yang signifikan dibandingkan kelompok lainnya. Pelaksanaan salat tahajud secara rutin memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan memori jangka pendek pada lansia.

Salat tahajud berpengaruh terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger.Lansia yang rutin melaksanakan salat tahajud, baik dari segi frekuensi per minggu maupun jumlah rakaat, memiliki kemampuan memori jangka pendek yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak melaksanakannya.Pengaruh positif tersebut kemungkinan terkait dengan kondisi relaksasi yang ditimbulkan selama salat tahajud, yang berhubungan dengan aktivitas gelombang alfa pada otak.

Pertama, perlu diteliti apakah durasi kekhusyukan dalam salat tahajud, bukan hanya frekuensi dan jumlah rakaat, turut memengaruhi peningkatan memori jangka pendek pada lansia, dengan menggunakan alat ukur objektif seperti EEG untuk menilai kedalaman relaksasi mental. Kedua, perlu dikaji bagaimana perbedaan waktu pelaksanaan salat tahajud—misalnya mendekati akhir malam dibanding awal malam—mempengaruhi kualitas gelombang alfa dan efektivitasnya terhadap memori kerja lansia. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi apakah manfaat salat tahajud terhadap memori bisa diperluas ke lansia non-Muslim melalui bentuk meditasi religius atau spiritual yang serupa, agar temuan ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam intervensi kognitif. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain longitudinal untuk mengevaluasi perubahan jangka panjang, serta mengontrol faktor pengganggu seperti status nutrisi, tingkat stres, dan latar belakang pendidikan. Selain itu, penggunaan metode pengumpulan data yang lebih objektif, seperti pencatatan otomatis frekuensi salat atau penilaian kualitas tidur, dapat meningkatkan validitas hasil. Dengan menggabungkan pendekatan neurofisiologis dan psikososial, penelitian berikutnya bisa mengungkap mekanisme di balik hubungan antara spiritualitas malam hari dan kesehatan kognitif lansia secara lebih komprehensif.

  1. 0. pdf obj nc 7d gq studiapsychologica.com/uploads/KRAUS_SP_2_vol.57_2015_pp.135-145.pdf0 pdf obj nc 7d gq studiapsychologica uploads KRAUS SP 2 vol 57 2015 pp 135 145 pdf
  2. Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda... doi.org/10.32528/tijhs.v17i1.3330Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda doi 10 32528 tijhs v17i1 3330
  3. Normative data of the digit span test for the Turkish population aged between 50 and 83 years | 2024,... tjn.org.tr/full-text/2093/engNormative data of the digit span test for the Turkish population aged between 50 and 83 years 2024 tjn tr full text 2093 eng
Read online
File size398.8 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test