POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Tingginya angka kejadian hipertensi dan dampak yang ditimbulkan pada penderita hipertensi menuntut peran tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan dan upaya promosi kesehatan. Upaya penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan cara farmakologi melalui obat-obatan dan non farmakologi salah satunya senam hipertensi. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan masyarakat banten 2 sebanyak 27 orang dengan pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah senam hipertensi. Hasilnya didapatkan rata-rata tekanan darah sebelum senam hipertensi (pretest) mean 140.56 mmHg (sistole) dan 89.78 mmHg (diastole), sedangkan rata-rata tekanan darah sesudah senam hipertensi (posttest) mean 133.04 mmHg (sistole) dan 86.15 mmHg (diastole). Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah dilakukan senam hipertensi.

Senam hipertensi terbukti secara signifikan menurunkan tekanan darah pada masyarakat Banten 2, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode nonfarmakologis yang efektif dalam pengendalian hipertensi.Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana berupa aktivitas fisik terstruktur dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.Disarankan agar dilakukan pendekatan berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader kesehatan dan pelibatan tokoh masyarakat, guna meningkatkan partisipasi warga serta memastikan program senam hipertensi dapat berjalan secara mandiri, rutin, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas senam hipertensi dengan variasi intensitas dan durasi yang berbeda-beda, serta mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan hipertensi. Hal ini penting untuk menentukan protokol senam hipertensi yang paling optimal untuk berbagai kelompok populasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang dari senam hipertensi terhadap kontrol tekanan darah, komplikasi terkait hipertensi, dan kualitas hidup pasien. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti yang lebih kuat mengenai manfaat senam hipertensi sebagai bagian dari strategi pengelolaan hipertensi yang komprehensif. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman peserta senam hipertensi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan keberlanjutan partisipasi mereka. Informasi ini dapat digunakan untuk merancang program senam hipertensi yang lebih berpusat pada pasien dan meningkatkan kepatuhan terhadap intervensi.

  1. OPTIMALISASI PERAN CAREGIVER DALAM PENCEGAHAN DISABILITAS PENDERITA STROKE MELALUI ACTIVE-PASSIVE RANGE... doi.org/10.31764/jmm.v7i2.12866OPTIMALISASI PERAN CAREGIVER DALAM PENCEGAHAN DISABILITAS PENDERITA STROKE MELALUI ACTIVE PASSIVE RANGE doi 10 31764 jmm v7i2 12866
  2. Pengaruh Senam Hipertensi Lansia terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi di Panti Wreda... journals.ums.ac.id/index.php/JK/article/view/5489Pengaruh Senam Hipertensi Lansia terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi di Panti Wreda journals ums ac index php JK article view 5489
  3. PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH, FREKUENSI NADI DAN KOLESTEROL PADA KLIEN HIPERTENSI... ejournal.unuja.ac.id/index.php/jkp/article/view/3407PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH FREKUENSI NADI DAN KOLESTEROL PADA KLIEN HIPERTENSI ejournal unuja ac index php jkp article view 3407
Read online
File size1.01 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test